
"Saya akan berusaha sebaik mungkin Yang Mulia. Segera setelah menemukan hal yang mencurigakan tentang pernikahan duke Evan dan putri Alaya, saya akan segera memberikan info kepada Putra Mahkota Christopher." Hugo berkata sambil menatap ke arah layar televisi yang masih menanyangkan tentang bagaimana respon para penduduk Gracetian di berbagai tempat menanggapi kabar gembira tentang pernikahan Alaya dan Evan itu.
Melihat bagaimana wajah ceria para warga yang memberikan komentar tentang pernikahan yang mereka anggap sebagai pernikahan yang fenomenal karena melibatkan keluarga Carsten dan keluarga Adalvino, karena bagi penduduk Gracetian, pernikahan itu pasti akan meningkatkan kesejahteraan sekaligus keamanan para penduduk kerajaan Gracetian di masa depan.
"Aku tunggu kabar baik darimu. Dan aku ingin agar secepatmnya kamu memberikan kabar baik itu." Tanpa menunggu jawaban dari Hugo, setelah menyampaikan pesannya, Christopher langsung menutup panggilan teleponnya, membuat Hugo hanya bisa mendengus kesal karena perlakuan dari Christopher yang terkesan meremehkannya itu.
"Dengan hipnoterapi yang sudah dilakukan dokter Jordan pada duke Evan, aku yakin sebenarnya hingga saat ini, duke Evan belum bisa mengingat siapa putri Alaya di masa lalunya. Kalaupun dia bisa mengingatnya, itu pasti sangat samar sekali." Hugo berkata sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan bukti bahwa pernikahan antara Alaya dan Evan memang bersamasalah.
# # # # # #
Begitu sampai di depan pintu kamarnya, dengan gerakan aksar, Kattie membuka pintu kamarnya, dan begitu dia masuk ke dalam kamar, Kattie langsung membanting pintu kamarnya dengan keras sehingga menimbulkan bunyi yang cukup untuk membuat pelayan yang sedang membersihkan tempak kediaman keluarga Brown itu tersentak kaget karena bunyi keras itu.
Aduh... apalagi yang sedang teradi pada duchess Kattie? Kenapa dia marah-marah seperti itu? Padahal beberapa lama ini dia sudah mulai tenang dan tidak lagi sepemarah biasanya.
__ADS_1
Pelayan yang merasa kaget dengan sura pintu itu, berkata dalam hati sambil menatap ke arah pintu kamar Kattie yang sudah tertutup rapat.
Kattie sendiri, langsung berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, sebelum akhirnya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur sambil mendengus kesal.
Ingatan Kattie kembali pada peristiwa beberapa tahun yang lalu, ketika tanpa sengaja, Kattie mendengar rencana Hugo untuk pergi keluar negeri secara tiba-tiba, dan itu berkaitan dengan kepergian Evan.
"Aku harus segera pergi menyusul duke Evan kesana, dan memastikan bahwa dia tidak bisa menemukan bukti tentang penyelundupan senjata ilegal ke Gracetian, yang melibatkan keluarga Brown." Hugo berkata kepada asisten pribadinya di ruang kerjanya.
"Apakah Anda yakin duke Evan akan bisa menemukan penyelundup itu dengan cepat?"
"Selain itu, aku sedang mencari kesempatan untuk merebut posisi duke Evan sebagai penanggung jawab militer Gracetian. Aku harap aku bisa menemukan celah untuk bisa menunjukkan kemampuanku di depan raja Vincent. Aku ingin mempelajari dunia militer yang digeluti oleh duke Evan, agar suatu ketika aku siap untuk menduduki posisinya itu." Hugo berkata dengan penuh percaya diri, bahwa suatu ketika dia akan bisa merebut posisi Evan sebagai duke dengan posisi tertinggi di Gracetian.
"Besok aku akan berangkat ke sana. Aturkans emua yang aku butuhkan untuk bisa segera terbang ke sana, dan menghapuskan bukti-bukti keterlibatanku dengan pihak penyelundup senjata ilegal itu." Hugo memberkan perintah kepada asistennya yang langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap sigap, dimana Kattie yang mendengar rencana kepergian Hugo, langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja Hugo.
__ADS_1
"Kak... aku ikut kesana." Permintaan Kattie yang diucapkannya setelah menerobos masuk ke dalam ruang kerjanya, membuat mata Hugo menatap Kattie dengan tajam.
"Tidak bisa, aku pergi untuk melakukan pekerjaan penting bukan untuk bermain-main." Hugo langsung menolak dnegan tegas.
"Tapi Kak, Kakak tahu kalau beberapa waktu ini duke Evan tidak pernah muncul di pesta yang diadakan para bangsawan. Ternyata karena dia sedang bertugas di luar negeri. Aku ingin menyusulnya...."
"Jangan bersikap sembarangan!" Hugo langsung membentak Kattie yang langsung terlihat memberengut karena bentakan dari Hugo yang membuatny kesal.
"Apa Kakak sadar, kalau yang akan Kakak lakukan itu sangat berbahaya, dan aku bisa sedikit membantumu. Paling tidak posisi Kakak akan aman kalau aku ikut bersamamu. Menurut Kakak, apa duke Evan tidak akan curiga jika tiba-tiba saja, tanpa sengaja kalian berdua bertemu di sana? Kalau nantinya Kakak bertemu dengannya tanpa sengaja dan aku ada bersama dengan Kakak, bukannya itu bisa menjadi alasan bagus bahwa kita memang sedang berlibur di sana?" Kattie berusaha untuk merayu Hugo agar mau mengajaknya pergi bersamanya menyusul Evan yang sedang menjalankan tugas negaranya di luar negeri.
Perkataan Kattie membuat Hugo terdiam sesaat dan setelah berpikir untuk beberapa saat, pada akhirnya menyetujui ide dari Kattie.
Saat itu, setibanya Hugo dan Kattie di negara tempat Evan menjalankan tugas negaranya untuk menemukan dan membekuk orang-orang Gracetian yang bekerja sama dengan para penyelundup, Kattie dan Hugo langsung berpisah.
__ADS_1
Hugo pergi untuk membersihkan jejaknya dari keterlibatannya dengan kelompok penyelundup itu, sedang Kattie, mencoba untuk mencari info tentang keberadaan Evan di negara itu.