
"Jangan salah paham Laurel. Memang kami akui kami adalah para pria yang sudah seperti kerbau dicocok hidungnya terhadap istri kami. Tapi sekarang aku juga akan bertanya kepada kalian pada wanita yang ada di sini. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian akan menggantikan kami dengan pria lain di kehidupan kalian sekarang ini? Kalau aku yakin, amore mio akan tetap memilihku dibandingkan dengan laki-laki lain yang bahkan mungkin lebih hebat dariku. Itu artinya, seperti aku cinta mati kepada amore mio, aku yakin, perasaan amore mio padaku tidak jauh berbeda denganku padanya." Dengan percaya diri Ornado menjawab pertanyaan Laurel yang langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh kaum adam lainnya yang ada di situ.
Melihat itu Laurel dan Deanda langsung saling berpandangan, lalu sama-sama tersenyum.
"Oke-oke, kamu selalu punya cara untuk membuatku diam Ad. Aku menyerah kalah dalam hal itu. Bukan hanya kalian yang tergila-gila pada kami para istri, tapi kami juga sudah begitu tergila-gila pada suami kami." Laurel berkata sambil melingkarkan tangannya ke lengan Dave, dan memeluknya erat, sehingga Dave bisa merasakan lengannya menyentuh aset pribadi istrinya yang terasa kenyal namun juga lembut.
Meskipun Laurel mungkin tidak seberani Alaya yang langsung mencium bibir Evan di depan semuanya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Evan, tapi efek dari tindakan Laurel, sama besarnya dengan yang dialami oleh Evan.
Sama-sama membuat dada berdebar, dan jiwa laki-laki mereka terbangun dan pasti akan meminta pelepasan andai saja mereka tidak sedang berada di depan orang banyak dan sedang menikmati makan malam bersama.
"Intinya kita ini, adalah pasangan yang beruntung karena masing-masing dari kita, diberikan pasangan yang begitu mencintai kita dan kita cintai." Deanda akhirnya menyempurnakan perkataan Laurel dengan kata-kata bijaknya.
"Ah... kamu sudah datang Tira?" Deanda yang melihat sosok Tira datang bersama Ernest, langsung menyapa Tira yang langsung melebarkan senyum di wajahnya.
Ernest yang melihat Tira berjalan menjauh darinya, mendekati kerumunan para tamu yang sedang bersenda gurau sambil bersiap menikmati makan malam mereka, hanya bisa merelakan Tira pergi dari dekatnya sambil menahan nafasnya.
Melihat bagaimana Tira yang langsung bergabung bersama dengan yang lainnya, kumpulan orang-orang hebat itu, Ernest seperti disadarkan dari tidurnya, bahwa Tira adalah gadis yang secara status sosial, sungguh berbeda jauh darinya, dan dia harus sadar diri dengan kondisi mereka yang berbeda sangat jauh itu.
__ADS_1
Pemikiran itu membuat Ernest segera mengalihkan pandangan matanya ke tempat lain, berusaha untuk tidak lagi terpaku dengan sosok Tira yang tampak menikmati kebersamaannya dengan yang lain, meskipun dalam hatinya yang paling dalam, rasanya Ernest begitu enggan melepaskan padangan matanya dari sosok putri cantik itu.
Begitu Ernest mengalihkan pandangannya, tampak Erich sedang berbicara kepada Larena dan Vincent, yang sebenarnya sudah datang sebelum Tira hadir di sana, tapi lebih memilih untuk mengobrol dengan yang lain, karena tidak ingin mengganggu pembicaraan para laki-laki muda yang sedang saling menggoda itu.
Dengan keberadaan Alvero sebagai raja Gracetian, namun usianya tidak jauh berbeda dan juga persahabatan mereka, mereka terlihat enjoy dan santai, tapi Larena dan Vincent tahu jika mereka berada di tengah-tengah mereka, pasti tawa dan candaan mereka tidak akan sebebas yang terlihat seperti sekarang ini.
Bisa mengamati kebersamaan dan keakraban mereka, sudah membuat Larena dan Vincent merasa puas dengan itu.
Bahkan saat sesekali terdengar gelak tawa dari mereka yang sedang bercanda dan saling menggoda, baik Larena maupun Vincent langsung menoleh ke arah sumber suara, kemudian saling berpandangan sambil tersenyum bahagia melihat itu.
“Jadi diantara banyak putri yang lain di Gracetian, putri Tira adalah salah satu yang belum menikah, bagaimana jika kamu mengenalkannya dengan Afro James?” Enzo langsung berkata sambil melirik ke arah Tira yang pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Enzo barusan.
“Sayang sekali ya kalau begitu.”
“Lagipula, seharusnya kamu tidak membuat Tira mengenal orang biasa seperti kami kalau tidak ingin status Tira sebagai putri hilang.” James berkata kepada Enzo yang menghela nafasnya.
“Kalau aku sih, bagiku status itu bukan sesuatu yang perlu diperhankan kalau memang tidak bisa dipertahankan. Buat apa status tinggi tapi kita kehilangan orang yang kita cintai dan mencintai kita….” Enzo berkata pelan.
__ADS_1
“Tapi uncle Egbert dan auntie Abigail yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsawanan pasti akan keberatan jika itu terjadi.” Alvero langsung memotong perkataan dari Enzo, sedang Tira hanya tersenyum kecil.
“Lebih baik kita bicarakan yang lain. Bukannya hari ini kita datang khusus untuk pasangan pengantin baru kita, Alaya dan Evan?” Laurel buru-buru mengalihkan pembicaraan, karena kalau masalah tentang kebangsawanan mulai dibicarakan dan menjadi perdebatan, dia merasa tidak nyaman, karena bagaimanapun, bicara tentang status sosial, dulunya dia memiliki status sosial yang cukup jauh berbeda dengan Dave.
Begitu juga dengan Deanda, permaisuri Gracetian itu segera menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Laurel.
“Evan, aku dengar dari Alvero tentang perilaku menyebalkan dari duke Hugo dan duchess Kattie padamu di masa lalu yang menyebabkan kamu terpisah cukup lama dengan Alaya.” James langsung kembali fokus pada Evan dan Alaya, yang kisah cinta mereka masih menyiksakan rasa penasaran dalam hatinya.
“Benar.” Evan menjawab singkat sambil tersenyum.
“Lalu apa rencanamu terhadap mereka?” James kembali bertanya.
“Untuk duchess Kattie, aku sedang berusaha memancingnya keluar dari persembunyiannya dengan menggunakan umpan dokter Jordan yang pernah bekerjasama dengannya melakukan hipnoterapi padaku agar melupakan Alaya. Untuk duke Hugo, aku sedang berusaha mencari bukti-bukti nyata tentang kejahatannya, karena dia melakukan banyak hal buruk yang sampai saat ini masih belum bisa benar-benar dibuktikan dengan sesuatu yang tidak bisa membuatnya menyangkal lagi untuk menerima hukumannya.” Evan menjelaskan apa yang sedang direncakannya kepada James.
“Kalau memang diperbolehkan, aku bisa membantumu agar kamu bisa menangkap mereka dengan cepat. Itu kalau raja Gracetian kita mengijinkan aku melakukannya.” Ornado langsung berkata menawarkan bantuannya.
“Secepat apa yang kamu bisa Ad?” Alvero berkata dengan senyum smirknya.
__ADS_1
“Kurang dari 24 jam, aku akan mendapatkan semua bukti-bukti kejahatan duke Hugo. Bukti secara fisik maupun berupa data….” Ornado berkata dengan sikap percaya diri.
“Apa kamu yakin?” Enzo yang merasa penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado.