
Aduh, bisa-bisanya aku melupakan rencanaku malam ini bersama Elenora? Benar-benar payah.
James langsung memaki dirinya sendiri begitu sadar dia sudah melupakan niat awalnya untuk menghabiskan malam panas bersama dengan Elenora mala mini.
Alvero sendiri sengaja mencoba menggoda James, karena tanpa sengaja dia yang tadi berada di dekat James, sayu-sayup mendenagr bisikan antara James dan Elenora.
Awalnya begitu mendengar itu, Alvero hanya bisa mtersenyum dalam hati. Akan tetapi melihat bagaimana bersemangatnya James begitu membicarakan tentang rencana penyergapan kepada Kattie, Alvero langsung menggoda James dengan mengingatkan James kepada rencananya semula bersama Elenora.
“Atau kita kirim saja James ke sana untuk memantau pergerakan duchess Kattie, Alvero? Aku sih tidak keberatan kalau James tidak ada bersama kita malam ini. Tidak ada ruginya bagiku.” Perkataan Ornado membuat mata James kembali terbeliak.
Meskipun tidak tahu bahwa James tadi memang melupakan rencananya bersama Elenora, tapi mendengar kata-kata Alvero tadi otak encer Ornado langsung bisa menebak ke arah kata-kata Alvero.
“Eh… Ad… tidak perlu… lebih baik seperti kata Alvero, buat apa kesana? Kan target jelas-jelas sudah dipancing untuk datang ke kita?” James berkata sambil melirik Elenora yang sedang sibuk di depan layar komputer.
Setelah menemukan lokasi Kattie dan mengamati pergerakannya, Elenora berpindah, bersiap untuk melakukan peretasan terhadap data-data yang ada di gedung perkantoran Hugo.
Untung saja Laurel sedang tidak ada di sini dan memilih menikmati suasana penthouse bersama Cladia dan yang lain. Kalau tidak, aku yakin dia akan menjadikanku bulan-bulanan bersama Ad. Mengatasi Ad saja sudah sulit, apalagi kalau Laurel ikut campur, bisa benar-benar gagal rencanaku malam ini.
James berkata dalam hati dengan menahan nafasnya, setelah mencoba membuat alasan pada Ornado agar tidak lagi membahas keinginannya menyusul Kattie.
“Bilang saja kamu tidak ingin berpisah dari Elenora malam ini.” Ornado berkata sambil fokus kembali ke arah layar komputer, tanpa menunggu tanggapan James atas perkataannya.
Daripada menanggapi kata-kata Ad, lebih baik aku diam saja kalau tidak ingin Ad benar-benar mengirimku ke sana. Rugi sekali kalau sampai itu terjadi. Bodohnya aku, bisa-bisanya lupa dengan rencanaku mala mini bersama Elenora gara-gara ingin melakukan penyergaapan terhadap duchess Kattie itu. Apalagi sepertinya dia sedang fokus pada peretasan data milik duke Hugo.
__ADS_1
James berkata dalam hati sambil berharap kalau Ornado tidak akan mengungkit-ungkit lagi pembicaraan itu.
“Ad, aku sudah siap.” Elenora berkata sambil memandang Ornado yang duduk di sebelahnya.
“Aku akan coba menghubungi mereka.” Ornado berkata sambil mencoba menghubungi para tim pengawal pribadinya yang sedang menyusup ke dalam gedung perkantoran Hugo.
“Tim Eagle… di mana posisimu sekarang?.”
“Tim Eagle sudah berada di lokasi Tuan.”
“Tim Eagle, apa kamu sudah berhasil masuk ke gedung target?”
“Beri kami waktu 5 menit, kami sudah hampir mencapai target.”
Jawaban dari tim pengawal pribadinya membuat Ornado dan yang lain fokus menatap layar komputer, dimana ada kamera yang ada di tubuh dari para pengawal itu, yang menunjukkan dimana mereka sedang berada sekarang dari 4 titik, depan, belakang, samping kanan dan samping kiri.
"Aku pernah ke kantor duke Hugo, di lorong berikutnya, mereka harus berbelok ke arah kanan, lalu ke arah kiri, lurus ke depan sampai ujung, belok ke kanan lagi, di sebelah kanan akan ada pintu besar dengan penjagaan penuh, itu adalah kantor duke Hugo." Evan yang berdidi di belakang Ornado berkata sambil menunjuk ke arah layar komputer.
"Tim Eagle, di lorong berikutnya belok ke arah kanan." Ornado segera memberikan perintah selanjutnya.
"Baik Tuan."
"Belok ke kiri, dan berjalan lurus sampai ujung."
__ADS_1
Di depan sebelum belok ke kanan, cek kondisi lapangan, karena di lorong itu adalah kantor duke Hugo dengan apra pengawal yang berjaga di sana.
"Baik Tuan."
Ornado sedikit menghela nafasnya begitu para anak buahnya bersiap menuju lorong yang merupakan tempat dimana kantor Hugo berada.
Dari kamera yang terpasang di tubuh mereka dan sedang menyala, Ornado dan yang lain bisa melihat 6 orang bertubuh kekar yang sedang berjaga di depan sebuah pintu besar, seperti yang dikatakan Evan tadi.
"Ck ck ck, duke Hugo ini tidak memegang masalah kemiliteran, hanya sebagai pimpinan satu daerah, tapi kantornya dijaga oleh banyak orang. Kira-kira apa yang sedang disembunyikan dia di kantornya?" James yang berdiri di samping Elenora berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Belum tentu di sana ada barang berharga. Mungkin saja itu hanya pengalih perhatian." Ornado berkata sambil melirik ke arah James yang langsung meringis, karena tadi selain mengirim orang ke tempat perkantoran Hugo, Ornado sebenarnya juga mengirimkan orang-orangnya ke tempat lain.
Seperti biasanya, Ad selalu bertindak cepat dan cermat.
Alvero berkata sambil menepuk pelan bahu Ornado dengan sikap bangga bisa memiliki sahabat sehebat Ornado.
Ornado sendiri dengan wajah serius dan tatapan matanya yang terlihat begitu tajam, terus mengamati pergerakan orang-orangnya yang bisa dia pantau melalui kamera.
Dengan gerakan penuh kewaspadaan, saalah satu orang yang merupakan pemimpin penysupan itu menggerakkan dua jarinya, memberi tanda kepada salah satu orang yang ada bersamanya yang langsung menganggukkan kepalanya, dan dengan gerakan cepat, tiba-tiba menggerakkan tangannya ke kiri, lorong yang letaknya berseberangan dengan lorong dimana kantor Hugo berada dan melemparkan sesuatu.
Salah seorang bawahan Ornado itu sengaja melempar sebuah kaleng bekas minuman dimana di dalamnya diisi dengan batu, sehingga ketika menyentuh lantai, menimbulkan suara yang cukup keras dan langsung menarik perhatian para penjaga pintu kantor Hugo.
"Siapa itu?" Sebuah suara yang terdengar lantang langsung terdengar dari salah satu anak buah Hugo yang menyipitkan matanya, berusaha mencari sosok seseorang yang mungkin terlihat sedang menyelinap ke area terlarang itu.
__ADS_1