
Dokter Jordan, apakah ada kemungkinan melalui hipnoterapi kita juga bisa mengendalikan perasaan seseorang? Bukan sekedar menghapuskannya dari ingatan seseorang? Aku ingin duke Evan bukan sekedar melupakan Alaya, tapi juga membencinya seumur hidupnya. Aku yakin kamu bisa melakukannya, karena kamu pernah mengatakan kalau duu kamu pernah mencoba melakukan itu pada seorang pasienmu dan berhasil dengan hasil yang memuaskan.
Dokter Jordan yang sedang berada dalam todongan senjata, sedikit membeliakkan matanya tanpa berani bergerak, apalagi menoleh ke arah dua orang yang sedang mengacungkan pistol ke arahnya, begitu membaca pesan dari Kattie yang menyatakan keinginannya untuk membuat Evan membenci Alaya.
Duchess Kattie, dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang dituliskannya barusan akan membuat hidupnya di masa depan berada dalam masalah besar, dan mau tidak mau aku juga akan terseret bersamanya.
Dokter Jordan berkata dalam hati sambil menahan dirinya untuk tidak melap keringat dingin yang mulai muncul di keningnya karena pesan dari Kattie, yang membuatnya benar-benar mati kutu saat ini.
"Tuliskan saja kalau kamu pasti bisa melakukannya, asal dia segera mengantarkan foto itu kepadamu. Pastikan kalau dia sendiri yang harus datang ke tempat ini!" Salah seorang dari yang sedang menodongkan pistol ke arah kepala dokter Jordan, berkata untuk mendikte apa yang harus dituliskan dokter Jordan untuk Kattie.
Aku bisa melakukannya duchess Kattie, tapi aku harus mendapatkan foto putri Alaya yang sama dengan yang waktu itu aku gunakan untuk melakukan hipnoterapi pada duke Evan.
Baguslah kalau begitu, aku akan meminta seseorang mengantar foto Alaya padamu. Berikan alamat lengkapmu sekarang juga.
Maaf duchess Kattie, aku berharap kamu sendiri yang mengatarkannya padaku, karena selain melakukan hipnoterapi pada duke Evan untuk membuatnya semakin lupa dengan putri Alaya dan membencinya, ada baiknya kita juga mengalihkan ingatan duke Evan bahwa duchess Kattie adalah kekasihnya. Duchess Kattie harus hadir di sini selama proses hipnoterapi, agar ketika duke Evan membuka matanya, dia bisa langsung melihatmu dan tidak sempat berpikir bahwa kamu sebagai kekasihnya hanyalah sebuah ingatan palsu.
Wah... apa betul kamu bisa melakukan hal seperti itu dokter Jordan?
__ADS_1
Mungkin, tapi aku membutuhkan kehadiran duchess Kattie di sini untuk melaksanakan rencanaku itu.
Kalau kamu mengatakan kamu bisa melakukan itu, aku tidak keberatan untuk datang ke tempatmu.
Aku akan tunggu kedatanganmu di tempat praktekku malam ini juga, karena besok pagi-pagi sekali duke Evan akan datang ke tempat ini. Aku tidak berharap kalian bertemu sebelum tindakan hipnoterapi dilakukan, kalau tidak aku khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, yang mungkin membuat duke Evan jadi membatalakan kesediannya untuk mengikuti proses hipnoterapi.
Posisiku sekarang cukup jauh dari kota Tavisha, aku akan usahakan secepatnya aku kesana. Mungkin tengah malam aku baru bisa sampai di tempatmu.
Baik, aku akan menunggu kedatanganmu di tempat praktekku malam ini.
# # # # # # #
“Lanjutkan Elenora, jangan sampai sinyal menghilang sebelum kamu menemukan lokasinya. Evan, hubungi asistenmu, agar dia terus menguur waktu dengan mengirimkan banyak pesan yang harus dijawab oleh duchess Kattie.” Ornado berkata sambil menatap ke arah Evan yang dengan cepat langsung melakukan permintaan Dari Ornado.
“Sudah ketemu Ad.” Dengan suara terlihat senang, Elenora berkata kepada Ornado yang duduk di sampingnya, sambil mengamati pergerakan data yang ada di layar komputer.
James yang berdiri di belakang Elenora duduk langsung menggerakkan kedua tangannya, memijat lembut kedua bahu Elenora, yang langsung memegang salah satu tangan James dengan tangannya dan mengggenggamnya dengan erat, untuk menunjukkan rasa senangnya, bisa dengan cepat menemukan lokasi Kattie.
__ADS_1
“Dia berada di…” Elenora terdiam sebentar sambil matanya menyipit, memperhatikan denah lokasi yang menunjukkan keberadaan Kattie dengan sinyal handphone yang dianyalakannya selama menuliskan pesan pada dokter Jordan.
“Itu kota Dermio, salah satu kota terpencil dimana para penghuninya rata-rata adalah petani dan tidak banyak berhubungan dengan kota lain.” Alvero yang ikut melihat ke arah lokasi itu langsung mengatakan dimana Kattie berada.
“Apa kita perlu langsung menggerebek kesana? Aku yakin, Kattie diikuti oleh beberapa pengawal yang melindunginya. Pasti akan jadi kesempatan menarik jika kita pergi kesana sekarang.” James berkata dengan sikap bersemangat.
Entah kenapa sesuatu yang menyebabkan keributan, yang bahkan menyebabkan perkelahian secara fisik menjadi hal yang disukai James, apalagi jika itu melibatkan orang-orang dengan perilaku tidak menyenangkan dan buruk, dengan semangat level tinggi, James akan dengan senang hati terlibat di dalamnya.
Meskipun James orang yang telrihat santai, tapi saat menghadapi orang-orang dengan perilaku jahat dan licik, dia akan 100 persen berubah menjadi serius dan tidak kenal ampun.
“Tidak perlu James, dia pasti akan mengantarkan dirinya sendiri ke tempat yang kita inginkan, buat apa menyusulnya ke sana.” Ornado berkata sambil bangkit dari duduknya, untuk mengambil sebotol air mineral dan langsung meneguknya hingga tandas.
“Ah Ad… kenapa sih kamu tidak membiarkanku sedikit bersenang-senang?”
“Benar kata Ornado, James. Buat apa kita repot-repot ke sana kalau dia dengan senang hati datang kepada kita? Lagipula….” Alvero langsung memotong perkataan James dan menghentikan kata-katanya sejenak.
“Kenapa tadi kamu susah-susah menolak keinginan Laurel yang ingin tidur bersama para wanita lain kalau malam ini kamu berencana meningalkan istrimu sendiri?” Mata James sedikit terbeliak mendengar perkataan Alvero yang langsung membuatnya ingat tentang rencananya malam ini bersama Elenora.
__ADS_1