Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEDATANGAN ULAR AIR


__ADS_3

Kondisi Alaya yang sedang basah kuyub dengan tshirt yang dikenakannya berbahan dasar katun combed 40s, disempurnakan dengan warna bra yang kontras dengan warna tshirt yang dikenakannya, membuat lekukan tubuhnya yang indah semakin terlihat jelas oleh Evan saat Alaya semakin mendekat ke arahnya.


(Bahan katun combed dibuat dari 100% serat kapas murni yang lebih halus, lebih rata dan lebih rapi ketika dirajut, tidak berbulu, serta terasa nyaman dan adem. Bahkan kaos dengan kain ini tidak mudah kusut dan luntur ketika dicuci, serta memudahkan proses penyablonan. Berdasarkan ketebalan kain dari jenis benang yang digunakan dan setting gramasinya (gr/m2), katun combed memiliki tingkatan, katun combed 20s, 24s, 30s dan 40s. Semakin besar angkanya, maka akan semakin tipis bahannya, dan harganya akan semakin mahal.


Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lembut dan halus.


Sifatnya yang human friendly membuat Katun Combed menjadi juara unggulan. Hingga kini, belum ada bahan lain yang mampu menandingi penjualannya di sektor pakaian untuk segmen menengah ke atas. Serat kain Katun Combed diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal. Salah satu proses yang paling terkenal adalah carding, yaitu penyisihan kain dari benang kasar.


Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu seleksi dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing.


Secara umum, Katun Combed lebih mahal dibandingkan kain katun lainnya. Karena sifatnya yang sangat halus dan kuat).


Alaya yang benar-benar tidak sadar bahwa kondisinya sekarang sungguh membuat pria yang melihatnya harus menahan nafas dengan jantung yang semakin berdetak keras tetap berjalan semakin mendekat, yang bahkan tidak perlu membayangkan indahnya lekuk tubuh Alaya, karena saat ini lekukan itu terlihat begitu jelas bagi Evan, yang mau tidak mau harus mengalihkan pandangan matanya agar dia tidak menjadi khilaf karena godaan besar itu.


“Kenapa Anda kemari dengan tiba-tiba? Maaf, tapi jelas-jelas saya tidak mengundang Anda ke Goldie Tavisha.” Begitu berdiri tepat di depan Evan, tanpa menyadari sikap canggung Evan karena kondisi tubuh Alaya saat ini, Alaya langsung mengomel pada Evan karena rasa kesalnya, membuat Alaya sedikit melupakan sopan santunnya sebagai putri Gracetian kepada seorang duke seperti Evan.


Apalagi Alaya menganggap Goldie Tavisha yang selama ini memiliki aturan sendiri, membuatnya merasa lebih bebas bertindak dan bersikap daripada saat dia di istana.

__ADS_1


“Aku datang ke tempat ini untuk bertemu dengan tuan Alexis dan tuan Red. Tapi apa salahnya aku menemuimu sebelum bertemu dengan mereka?” Evan berkata sambil melepas jaket kulit yang sengaja dipakainya tadi karena memang ingin tampil santai saat melakukan pertemuan dengan Red dan Alexis.


Apa-apaan dengan duke Evan? Apa dia mau bersikap sok romantis padaku? Tidak akan aku biarkan dia melakukan itu padaku. Enak saja dia melakukan hal seperti itu tanpa merasa bersalah setelah pengkhianatan yang sudah dia lakukan padaku selama bertahun-tahun ini.


Tindakan Evan membuat Alaya langsung berkata dalam hati dengan sikap waspada.


Melihat gelagat Evan, Alaya langsung melangkah mundur dua langkah, menjauh dari sosok Evan.


Mengetahui apa yang dilakukan oleh Alaya, Evan hanya bisa tersenyum kecil, tapi senyum di wajah Evan langsung menghilang begitu melihat bagaimana tiba-tiba saja muncul seekor ular berukuran cukup besar, dengan tubuh sebesar pergelangan tangan wanita dewasa menjalar ke arah kaki Alaya.


(Jenis ular air adalah ular tidak beracun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di air. Seperti semua reptil, mereka menghirup udara. Namun, ular air mampu bertahan di bawah air untuk jangka waktu yang lama. Ular air biasanya memakan ikan, amfibi, dan makhluk lain yang hidup di dalam atau di dekat air.


Ular air sering disalahartikan dengan ular moccasin air atau cottonmouths yang berbisa. Hal ini telah menyebabkan banyak kematian ular air yang tidak berbahaya).


“Alaya… please diam di tempat, jangan bergerak sedikitpun.” Dengan tetap berusaha tenang agar tidak memancing kepanikan dari Alaya, Evan berkata pelan kepada Alaya yang meskipun sedang merasa begitu jengkel pada Evan, dia melihat ada sesuatu yang serius melihat bagaimana wajah Evan yang terlihat tegang, meskipun laki-laki tampan itu berusaha bersikap tenang.


Bagi Evan sendiri, jika itu dia, dia tidak perlu khawatir. Dengan cepat dia akan bisa langsung menyingkirkan ular itu.

__ADS_1


Akan tetapi Evan tidak mau mengambil resiko dengan Alaya yang dia tidak tahu apakah gadis itu akan bisa mengendalikan dirinya dengan cukup bagus untuk bisa menyingkirkan ular itu sebelum ular itu sempat bersikap agresif dan menyerangnya karena merasa terancam dengan gerakan tubuh Alaya.


“A… ada apa Duke Evan? A… apa ada ular di dekat kakiku?” Dengan suara gugup, Alaya langsung bertanya kepada Evan yang dengan gerakan pelan tapi pasti langsung mengangguk-anggukkan kepalanya, membenarkan pertanyaan Alaya.


Sebenarnya Alaya hanya asal bertanya tadi, karena baginya, binatang yang paling  membuatnya geli, jijik sekaligus paling membuatnya takut adalah ular.


Ular jenis apapun, akan bisa membuat seorang Alaya yang  biasanya selalu bersikap berani, menjadi tidak berkutik sama sekali, dan bahkan bisa membuat Alaya menjeri-jerit ketakutan dan histeris saat melihat sosok binatang yang satu itu.


“Ssttt, jangan berteriak Alaya. Please… jangan bergerak atau berteriak…” Melihat wajah pucat Alaya dan bibirnya yang menunjukkan tanda-tanda berniat untuk berteriak, dengan cepat, Evan segera menenangkan Alaya.


“Ta… tapi… aku….” Dengan wajah yang semakin pucat, Alaya yang berusaha keras menahan gerakan tubuhnya sekaligus teriakan ketakutannya, berkata dengan terbata-bata/


“Tenanglah…. Beri aku waktu sebentar, aku akan segera menyingkirkan ular itu dari kakimu. Aku janji tidak butuh waktu lama, tapi kamu harus tetap diam dan tenang.” Evan berkata pelan sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya, memberi tanda kepada Alaya untuk tetap tenang.


Alaya yang mendengar janji dari Evan, hanya berani menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil memejamkan matanya, karena kakinya mulai merasakan adanya suatu benda kenyal yang sedang berjalan merayap, dan menyentuh salah satu kulit kakinya yang masih dipaksakannya untuk tetap diam terpaku di tempatnya.


Bagi Alaya, meskipun sebelumnya dia begitu merasa jengkel dan kesal dengan beberpa hal yang pernah dilakukan Evan padanya, termasuk datang secara tiba-tiba dan muncul saat Alaya sedang ingin melupakan keberadaannya, akan tetapi bagi Alaya, binatang ular yang selalu berhasil membuat otaknya tumpul saat ini membuatnya lupa dengan segala sakit hati dan kekesalannya pada Evan untuk beberapa waktu sementara ini.

__ADS_1


__ADS_2