Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENYIAPKAN PERTEMUAN


__ADS_3

“Kenapa bibirmu selalu saja mengeluarkan kata-kata manis yang membuat hatiku meleleh?” Alaya berkata sambil menggigit bagian bawah bibirnya dengan senyum bahagia sekaligus malu-malu, karena setiap kata-kata Evan, selalu saja membuatnya merasa tersanjung dan menjadi perempuan yang sangat istimewa.


“Karena kamu sudah membuat hidupku terasa begitu manis.” Lagi-lagi Alaya harus mengulum senyum malu-di wajahnya mendengar pujian dari suaminya sendiri itu.


Sikap dan kata-kata manis Evan, sungguh membuat hati Alaya melambung tinggi, dan dengan sadar dia mengakui bahwa Evan sudah membuatnya seperti anak remaja yang baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta.


Hati yang berbunga-bunga, dan merasa bahagia mendengar kata-kata gombal dari laki-laki yang disukainya, itulah yang sedang dialami Alaya sekarang.


“Ah, sudah… jangan diteruskan atau aku benar-benar akan terkena penyakit diabetes karena kata-kata manismu yang levelnya sudah sangat tinggi itu.” Kata-kata Alaya membuat Evan tertawa tergelak.


“Manis yang aku berikan padamu, aku jamin tidak akan membuatmu diabetes, tapi justru tubuhmu akan semakin sehat dan bergairah.” Kata-kata terakhir dari Evan yang diucapkannya sambil menahan nafasnya karena terbayang dengan kegiatan panas mereka tadi sore, membuat Alaya di seberang sana ikut menahan nafasnya tanpa sadar, karena diapun langsung terbayang kembali apa yang sudah terjadi padanya dan Evan tadi sore.


“My princess… sepertinya, aku tidak akan bisa menahannya, kita harus mencari cara agar malam ini kita bisa bertemu tanpa ada orang yang tahu.” Evan berkata sambil menahan nafasnya kembali, merasa tidak puas karena dia yang sudah menikah dengan Alaya, bahkan harus bertemu dengan cara sembunyi-sembunyi demi membuat Hugo dan Kattie terjebak dan berhasil mereka tangkap setelah semua bukti terkumpul.


“Aku juga sangat ingin bersamamu Evan. Jika tidak mengingat tentang rencana yang sudah kamu jelaskan tadi, rasanya aku sungguh tidak ingin berpisah darimu.” Alaya berkata dengan nada seriusnya, karena saat ini, dia benar-benar menginginkan kebersamaannya dengan Evan, setelah beberapa waktu ini dia hidup dalam kesedihan dan rasa kecewanya karena berpikir bahwa Evan pernah hampir mengkhianatinya dan melupakannya begitu saja.


“My princess, maaf, aku harus memutuskan hubungan telepon kita terlebih dahulu, karena Sam sedang menghubungiku. Jika Sam menghubungiku diluar jam dinasku, pasti ada suatu hal penting yang sudah terjadi, atau ada info penting yang ingin dia sampaikan.” Evan berkata kepada Alaya begitu melihat di layar hanpdhonenya menunjukkan adanya panggilan masuk dari Sam.


“Oh….” Sebuah sahutan pendek terdengar dari bibir Alaya yang sedikit tidak rela mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Evan, tapi begitu menyadari Sam memang memndapatkan banyak tugas dari Evan berkaitan dengan masalah mereka berdua, membuat Alaya menahan dirinya untuk tidak bersikpa egois dengan melarang Evan menerima panggilan telepon dari Sam, yang artinya harus memutus hubungan telepon mereka berdua saat ini.

__ADS_1


“Beri aku waktu sebentar, setelah sampai di rumah, aku akan menghubungimu kembali dan mencari solusi agar malam ini kita bisa kembali bertemu.” Evan berkata sambil memikirkan rencana yang sudah dia susun.


“Oh… kalau selesaikan dulu urusanmu dengan Sam, setelah itu kita bisa bahas apa rencana kita malam ini. Aku akan menunggu sampai kamu menyelesaikan urusanmu dengan Sam. Sampai nanti Evan. I will always miss you.” Alaya berkata sambil memutus panggilan telepon dari Evan, agar Evan bisa menerima panggilan telepon dari Sam.


Evan sendiri masih terus menyunggingkan senyum dengan bahagia untuk beberapa lama meskipun Alaya telah mengakhiri panggilannya, sebelum akhirnya dia menerima panggilan dari Sam.


“Hallo Sam.”


“Selamat malam Duke Evan, saya ingin memberitahukan bahwa saya sudah ada di kediaman Carsten setelah memastikan kalau apartemen Duke Evan sudah siap untuk ditempati malam ini, sesuai permintaan dari Duke Evan.” Sam melaporkan tentang tugasnya untuk mengaturkan orang agar membersihkan apartemen mewah milik Evan, yang biasanya tidak pernah digunakan kecuali ada tamu penting dari pihak keluarga Evan yang datang berkunjung ke kota Tavisha dan ingin menginap.


Selama ini, apartemen itu selalu terjaga kebersihannya, karena dua hari sekali akan ada beberapa pelayan dari kediaman Carsten yang akan membereskannya.


Selain itu, secara khusus, hari ini Evan meminta kulkas 4 pintu yang ada di apartemen itu diisi penuh dengan semua bahan makanan lengkap mulai dari bumbu masak, rempah-rempah, sayuran, daging, ikan air tawar, dan semua jenis seafood.


Evan berharap jika sewaktu-waktu nanti Alaya merasa lapar, apapun yang ingin dimakannya sudah siap sedia di dalam kulkas, karena bagi Evan semakin sering Alaya terlihat keluar masuk apartemen itu, maka akan semakin besar resiko orang-orang yang sedang mengawasinya dan Alaya menemukan bahwa mereka sekarang tinggal bersama dalam satu atap.


Memang banyak orang sedang menantikan klarifikasi dari pihak Evan dan Alaya yang menunjukkan bahwa mereka berdua memang menikah karena saling menyukai satu sama lain. Akan tetapi Evan juga tahu ada beberapa orang yang berharap pernikahannya dengan Alaya berada dalam masalah yang berujung pada perpisahan.


Oke, apartemen sudah beres, sekarang tinggal memikirkan cara bagaimana agar Alaya bisa keluar dari istana tanpa dicurigai oleh orang lain, termasuk para mata-mata Hugo yang saat ini pasti sedang mengawasi kondisi di sekitar istana dengan diam-diam.

__ADS_1


Evan berkata dalam hati sambil menghembuskan nafasnya melalui sela-sela bibirnya.


Aku juga harus memikirkan cara bagaimana agar Alaya diijinkan oleh Alvero untuk meninggalkan istana, karena aku yakin, jika sampai ada laporan Alaya keluar tanpa ijin dari istana, Alvero pasti akan bertindak karena Alaya saat ini sedang dalam pengawasan para musuh.


Evan kembali berkata dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam tempat kediamannya.


“Sam, segera bawa mobil milikku yang tidak menunjukkan tanda milik keluarga Carsten, ganti nopolnya dengan nopol lain. Aku akan menggunakan mobil itu keluar bersamamu. Tunggu aku dalam beberapa menit akan bersiap untuk pergi bersamamu.” Evan berkata sambil dengan langkah lebar berjalan ke arah kamarnya, sampai dia bertemu dengan sosok Danella, yang membuatnya terpaksa menghentikan langkahnya.


(Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau juga sering disebut pelat nomor atau nopol (singkatan dari nomor polisi) adalah pelat aluminium tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.


Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah keresidenan. Di luar Jawa, pembagian kode wilayah dilakukan baik menurut keresidenan, kewilayahan, maupun provinsi.


Pelat nomor mulai diperkenalkan pada tahun 1900, tetapi saat itu bentuknya masih sederhana; hanya mencantumkan kode daerah dan dan nomor registrasi kendaraan, tanpa adanya pembakuan resmi. Pelat juga tidak selalu dipasang di bagian depan dan belakang. Beberapa ada yang memasangnya di bagian samping kendaraan).


“Evan….” Dengan lembut Danella memanggil nama Evan yang sedang berdiri di hadapannya.


“Selamat malam Ma.” Evan langsung berkata sambil memeluk tubuh Danella.


Melihat bagaimana Evan yang tiba-tiba memeluknya dengan hangat begitu tiba di rumah dengan senyum lebar tersungging di wajahnya, Danella langsung mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2