Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MELANJUTKAN PEMBICARAAN BERDUA (1)


__ADS_3

Wajah Alvero terlihat langsung memerah dan menunjukkan wajah tidak senang dan juga emosinya, begitu mendengar dari Evan apa yang sudah dilakukan oleh Chrsitopher terkait kemacetan parah yang terjadi di jalanan tadi.


Kemarahan Alvero bukan saja karena tindakan Christopher yang tidak pantas dilakukan oleh seorang putra mahkota kepada duke Evan yang di Gracetian kedudukannya tepat di bawah Alvero sebagai raja Gracetian, tapi juga karena kelancangan Christopher yang terlalu berani melakukan hal seperti itu di negara kekuasaannya yang membuat Alvero merasa naik pitam.


Sebuah hal yang tidak patut bagi seorang berkedudukan setinggi itu melakukan hal seenaknya di negara orang lain dengan disengaja, bahkan sudah direncanakan dengan begitu matang, meskipun pada akhirnya dia mengalami kegagalan dalam semua usahanya.


Hal itu membuat Alvero semakin yakin bahwa keputusannya sangat tepat untuk menolak lamaran dari Christopher dan menjodohkan Evan dengan Alaya.


“Benar-benar keterlaluan dan memalukan, tindakan rendahan yang sudah dilakukan oleh putra mahkota Rodfeel padamu!” Alvero yang baru saja melanjutkan pembicaraannya hanya dengan Evan, langsung berkata dengan nada cukup tinggi untuk menunjukkan rasa kekesalannya.


“Saya juga tidak menyangka dia akan bertindak sejauh dan selicik itu demi mencapai tujuannya menikah dengan putri Alaya.” Evan yang saat ini sedang melakukan pembicaraan pribadi dengan Alvero, hanya berdua saja berkata sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


Alvero sengaja membiarkan Deanda dan Alaya, termasuk Vincent dan Larena untuk beristirahat dan meninggalkannya berdua saja dengan Evan, karena Alvero sudah bisa menebak kalau pembicaraan ini akan memancing emosinya.


"Kita tidak bisa membiarkan dia bertindak seenaknya di negara kita Duke Evan." Alvero berkata sambil mengepalkan salah satu tangannya yang bertumpu di atas meja kerjanya.


"Untuk masalah itu, saya sudah memberikan peringatan keras padanya Yang Mulia. Saya kira, untuk sementara dia tidak akan berani berbuat macam-macam kalau tidak ingin orang-orang di bawahnya celaka. Apalagi jika dia tetap melakukan tindakan rendahan seperti itu, untuk kedua kalinya saya tidak akan berdiam diri." Evan berkata pada Alvero sambil menatap lurus ke arah Alvero.


"Jika dia berani melakukan hal seperti itu lagi, saya tidak akan dengan mudah melepaskan orang-orang suruhannya. Selain itu saya berencana untuk membuka masalah itu di depan publik. Seperti Yang Mulia tahu, putra mahkota Christopher paling perduli dengan nama baiknya di depan umum. Dia selalu ingin tampil baik dan suka dielu-elukan di depan banyak orang. Selain masalah bagaimana dia banyak berhubungan dengan para wanita, dia begitu menjaga imagenya sebagai seorang putra mahkota di depan orang lain..." Evan menghentikan bicaranya sebentar.


"Jika ingin memberinya peringatan keras, kita bisa menggunakan media. Tentu saja saya akan melakukan itu jika Yang Mulia mengijinkan, karena ini berkaitan dengan masalah dua kerajaan, bukan lagi masalah saya pribadi dengan putri Alaya saja. Jika diijinkan saya akan membiarkan media tahu tentang bagaimana perilaku putra mahkota Christopher di negara kita." Evan melanjutkan kata-katanya yang membuat Alvero termenung sejenak.


"Kalau sampai putra mahkota Christopher berani melakukan hal seperti itu lagi, apapun yang akan Duke Evan lakukan padanya, aku serahkan sepenuhnya padamu.” Alvero berkata dengan nada yakin, karena sepenuhnya dia percaya Evan akan melakukan yang terbaik untuk masalah itu.

__ADS_1


Dan Alvero yakin, apapun yang akan dilakukan Evan, laki-laki itu akan melakukannya dengan pertimbangan matang, dimana tindakannya pasti sudah dipikirkan untung ruginya, dan tidak akan membawa dampak buruk bagi kerajaan Gracetian, karena sebagai seorang duke, tindakan Evan pasti akan selalu dinilai oleh publik, seperti kata Christopher saat mencoba mengancam Evan tadi.


“Terimakasih untuk kepercayaan dari Yang Mulia pada saya.” Evan berkata sambil tersenyum.


Meskipun selama ini hubungan antara Evan dan Alvero tidak begitu dekat, akan tetapi kedua pria hebat dari Gracetian itu sebenarnya saling memendam rasa kagum antara satu dengan yang lain.


Alvero begitu mengagumi setiap strategi perang yang dimiliki oleh Evan, dan sikap tenang dan elegan yang selalu ditunjukkan Evan, sebagai bangsawan dari kalangan atas, meskipun sebenarnya, jika orang tahu siapa sebenarnya Evan, semua taktik perangnya selalu mematikan dan berhasil membuat musuh kalah dengan telak.


Sedangkan Evan sendiri, sejak Alvero masih menjadi putra mahkota, Evan begitu mengagumi kemampuan Alvero dalam mengembangkan kerajaan Gracetian, dimana secara perekomian dan pembangunan kota-kotanya menjadi sorotan bagi para pemimpin luar negeri yang lain.


Sejak Alvero beranjak dewasa, banyak hal yang sudah dilakukannya sehingga berhasil membuat kerajaan Gracetian semakin maju, meskipun tentu saja, hingga saat ini Alvero sadar belum 100 persen dia berhasil meratakan pembangunan dan taraf hidup para rakyatnya.

__ADS_1


Sampai saat ini, Alvero masih saja berjuang untuk membuat semua rakyatnya bisa hidup lebih layak dan makmur, meskipun bagi orang luar yang melihat usaha Alvero, mereka bisa melihat bahwa angka kemiskinan di kerajaan Gracetian sangatlah rendah dibanding negara lain.


“Tidak ada alasan untuk aku tidak mempercayaimu Duke Evan. Kalau tidak, mana mungkin aku rela menyerahkan adikku satu-satunya untuk menjadi istrimu. Jadi aku harap, meskipun sejak saat itu aku berjanji tidak akan ikut campur dengan urusanmu dan Alaya, kamu bisa memegang janjimu untuk menjadikan dia wanita yang bahagia di sisimu.” Kali ini Alvero berkata dengan tatapan mata penuh harap ke arah Evan yang bisa merasakan ketulusan Alvero yang saat mengatakan semuanya itu.


__ADS_2