Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEGAGALAN RENCANA HUGO


__ADS_3

Akhirnya dengan gerakan sepelan mungkin, Kattie berusaha untuk menyingkir dari tempat itu, tanpa diketahui oleh Hugo dan asisten pribadinya.


“Teganya kakak berpikir sesadis itu tentang seseorang. Membuat orang lain menyerah tidak ada salahnya, tapi menyingkirkan orang? Itu benar-benar mengerikan.” Kattie bergumam pelan sambil berlarian pergi ke arah lantai dasar apartemen, untuk bisa kembali ke hotelnya.


Kattie memang gadis yang tidak sabaran dan kadang begitu egois, menghalalkan banyak cara untuk mencapai tujuannya, sampai mencelakai orang lain, tapi dia tidak akan pernah melakukan hal yang bisa menghilangkan nyawa orang lain.


Begitu Kattie keluar dari gedung apartemen itu, dia segera mencegat sebuah taxi untuk membawanya kembali ke kamar hotelnya.


"Benar-benar celaka jika kak Hugo melaksanakan apa yang sedang direncanakannya tadi kepada duke Evan. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Kattie berkata sambil menggigit kuku jari-jarinya tangan kanannya dengan berjalan mondar-mandir di kamar hotelnya, dan wajahnya terlihat begitu gusar.


“Aku harus melakukan sesuatu untuk bisa menyelamatkan duke Evan…. Tapi bagaimana caranya? Sedangkan waktu dan apa yang direncakan oleh kak Hugo aku tidak tahu dengan detail. Akh…. Seharusnya aku tadi menunggu sampai kakak menceritakan rencananya pada asisten pribadinya.” Kattie berkata sambil menghela nafas panjang.


“Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang. Cepat Kattie…. Cepat berpikir dengan cerdas, sebelum semuanya terlambat….” Kattie bergumam dengan wajah terlihat begitu tegang.


Semakin lama, Kattie semakin terlihat tidak tenang dengan wajah penuh kekhawatiran, karena bagaimanapun, Evan adalah sosok laki-laki yang begitu diinginkannya, meskipun untuk itu dia seringkali berselisih pendapat dengan Hugo, karena bagi Hugo, Evan adalah penghalang baginya untuk mencapai posisi puncak sebagai seorang duke di Gracetian.

__ADS_1


Bagi Kattie, keberadaan seorang Evan sangat berharga karena hanya Evan yang bisa membuatnya mempertahankan status duchessnya, itupun jika dengan syarat dia berhasil menikah dengan Evan.


“Kecelakaan… apa yang bisa aku lakukan untuk mencegah kecelakaan itu terjadi? Padahal aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh kakakku untuk membuat kecelakaan itu terjadi.” Kattie kembali berkata-kata sendiri seolah dia sedang mengajak bicara dirinya sendiri.


“Kecelakaan…. Eh… kenapa tidak terpikir olehku? Kecelakaan, meskipun mungkin aku tidak bisa mencegahnya, tapi paling tidak, aku bisa mengurangi resikonya….” Kattie berkata dengan wajah mulai terlihat cerah, karena merasa menemukan sedikit titik terang.


“Aku akan menyiapkan ambulance dan orang-orang yang bisa meminimalkan terjadinya kecelakaan di sepanjang jalan antara bandara ke kota Tavisha. Betul… sepertinya untuk saat ini, itu adalah ide yang terbaik. Aku harus mempersiapkannya dengan baik mulai sekarang, karena aku tidak tahu kapan duke Evan kembali ke Gracetian. Pasti itu adalah saat dimana kak Hugo merencakan kecelakaan itu, karena itu adalah satu-satunya kesempatan paling besar keberhasilannya jika kak Hugo benar-benar ingin melaksanak rencananya.” Sambil terus bergumam, Kattie berjalan ke arah tempat tidur, duduk di pinggiran tempat tidur, dan mulai sibuk menghubungi orang-orang yang bisa membantunya untuk mencoba menyelamatkan Evan.


# # # # # # #


Pada akhirnya, Hugo yang marah besar setelah mengetahui Kattie berusaha menyelamatkan Evan, marah besar kepada Kattie tanpa bisa berbuat apa-apa, karena waktu itu, tim penyelamat segera bertindak, mesikpun pada akhirnya, kecelakaan itu merenggut nyawa asisten pribadi Evan, sehingga setelah kejadian itu dan sehat kembali Evan memilih Sam sebagai asisten pribadinya yang baru.


Karena Hugo menolak dengan keras rencana Kattie untuk membawa dan merawat Evan di tempat kediaman Brown, akhirnya Kattie terpaksa membawa Evan ke rumah sakit.


# # # # # #

__ADS_1


“Evan!” Danella yang mengetahui berita kecelakaan Evan langsung meneriakkan nama putra kesayangannya itu dengan wajah penuh dengan airmata, dan berusaha menerobos masuk ke dalam kamar tempat Evan dirawat, setelah mendapatkan perawatan di ruang ER (Emergency Room).


(Emergency room atau sering disebut dengan UGD di rumah sakit yang ada di Indonesia, merupakan layanan kesehatan garda depan yang memprioritaskan keselamatan pasien dalam setiap tindakan kesehatan. Dilengkapi dengan peralatan medis yang berkualitas sesuai standart emergency room, tenaga medis yang profesional & berkompeten, serta fasilitas ruangan yang bersih dan nyaman. Emergency Room berperan dalam memberikan pelayanan medis pada pasien dengan kasus gawat darurat yang cepat, tepat dan cermat sesuai denagn standart operasional prosedur (SOP). Emergency Room juga memberikan pelayanan pada pasien dengan kasus yang tidak gawat dan tidak darurat selama 24 jam penuh).


“Apa yang terjadi padamu Nak? Kenapa bisa begini? kamu harus bangun Evan... jangan tinggalkan mamamu sendiri.” Sayup-sayup Kattie yang berada di luar pintu kamar tempat Evan dirawat bisa mendengar bagaimana suara Danella yang terdengar begitu menyedihkan berkata kepada Evan yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


“Bagaimana kondisi duke Evan Dokter?” Dengan wajah khawatir, Kattie bertanya kepada salah satu anggota tim dokter yang menangani Evan, dan baru saja keluar dari ruangan tempat Evan dirawat.


“Ini adalah sebuah keajaiban, karena dengan kecelakaan maut itu, nyawa duke Evan masih bisa diselamatkan, dan tidak banyak luka secara fisik yang dia alami. Sepertinya, sopir yang mengendarai mobil duke Evan, sengaja mengorbankan dirinya agar kecelakaan itu tidak berakibat fatal pada duke Evan, meskipun untuk itu, membuat orang yang mengendarai mobil itu terluka begitu parah, sehingga kami tidak berhasil menyelamatkannya.” Penjelasan dokter itu membuat bulu kuduk Kattie sedikit merinding.


Akhirnya, kamu tetap menjadi seorang pembunuh, meskipun itu bukan duke Evan sebagai korbannya.


Kattie berkata dalam hati dengan wajah terlihat menyesal, karena pada akhirnya kakaknya membuat seseorang terbunuh dengan rencana kecelakaan yang dia buat untuk Evan itu.


“Akan tetapi untuk beberapa waktu ini, kondisi duke Evan yang mengalami benturan di kepalanya, masih tidak sadarkan diri meskipun kondisi tubuhnya yang lain sudah dinyatakan tidak bermasalah dan aman. Dan kemungkinan besar, karena benturan yang dialaminya, duke Evan mungkin akan kehilangan memorinya, entah sedikit atau banyak, meskipun ada kemungkinan ingatan itu bisa kembali di kemudian hari.” Kattie sedikit mengeryitkan dahinya mendengar perkataan dari dokter itu.

__ADS_1


__ADS_2