Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
HATI YANG SEMAKIN BERGETAR KARENAMU


__ADS_3

"Tidak perlu berbicara formal padaku. Toh saat ini tidak ada orang lain di ruangan ini. Apalagi sebentar lagi kita akan menikah, jadi kita harus membiasakan diri untuk merasa nyaman satu dengan yang lain." Kata-kata Evan hampir saja membuat mata Alaya melotot ke arah calon suaminya itu, karena kata-kata Evan seperti menyiratkan dengan jelas bahwa sampai detik ini, Evan masih tetap ingin melanjutkan perjodohan mereka berdua.


"Dan tidak berbicara dengan formal diantara kita berdua, adalah cara paling mudah dan cepat untuk mejalin komunikasi yang baik diantara kita, dan membuat kita berdua bisa menjadi lebih dekat." Kata-kata lanjutan dari Evan membuat Alaya harus dengan susah payah menelan ludahnya yang rasanya begitu sulit untuk ditelannya, dan seperti tersangkut di tenggorakannya.


"Atau mungkin kamu punya cara lain agar kita bisa lebih dekat dengan cepat? Karena pernikahan kita sepertinya juga akan dipercepat oleh yang mulia Alvero." Kata-kata Evan membuat Alaya semakin tidak bisa berkata-kata.


Akh! Apa maksudnya itu? Dengan kata-kata duke Evan barusan, apa itu berarti, pertemuan antara kedua keluarga akan tetap diadakan besok? Dari kata-katanya, sepertinya duke Evan tidak ada niat untuk menunda apalagi membatalkan pertemuan besok. Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus berpura-pura penyakitku bertambah parah? Tapi bagaimana caranya ya?


Alaya berkata dalam hati dengan pikiran yang mulai mengelana untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri, sehingga Alaya tidak menyadari ketika Evan sedikit menarik selimut yang dikenakannya, yang awalnya menutupi seluruh tubuhnya sampai sebatas leher, jadi terbuka sampai sebatas bagian bawah perutnya.


Alaya langsung melotot dengan wajah protesnya melihat apa yang baru saja dilakukan Evan padanya, karena dianggapnya sebagai tindakan  yang kuransg sopan.


“Maaf, seharusnya kamu tahu kalau demam, tidak baik mengenakan selimut setebal ini. Lebih baik kamu buka selimutmu atau demammu akan membawa masalah lain.” Evan berkata sambil menatap ke arah Alaya yang tidak lagi bisa melotot karena perkatan Evan yang sangat masuk akal, dan dia tahu tentang hal seperti itu.

__ADS_1


(Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat demam, salah satunya adalah menutupi tubuh dengan selimut, apalagi selimut yang tebal dan berlapis-lapis. Menggunakan selimut berlapis-lapis justru dapat memerangkap panas sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan sulit turun lagi. Selain itu, penderita demam juga bisa mengalami dehidrasi dan merasakan ketidaknyamanan.


Jika begini, demam akan semakin parah dan proses penyembuhannya bisa semakin lama).


“Kamu mau membuka selimutmu sendiri atau masih perlu bantuanku? Mungkin karena sakitmu kamu terlalu lemas untuk melakukan itu.” Pertanyaan yang diucapkan Evan setelah melihat Alaya hanya terdiam tanpa bersuara membuat Alaya dengan gerakan super cepat, langsung membuka selimut yang dikenakannya tanpa menyadari kalau pakaian tidur yang dikenakan Alaya, berupa gaun tidur jenis chemise yang membuatnya terlihat feminim.


(Chemise merupakan baju tidur yang sudah dipakai sejak berabad-abad yang lalu di Yunani. Secara sederhana chemise digambarkan sebagai gaun panjang sebatas paha atau dibawah lutut yang memiliki potongan seperti babydoll dengan tali pudak yang tipis. Dengan karakteristik bahannya yang adem, baju tidur ini dapat memberikan kesan klasik bagi pemakaianya).


Evan sendiri langsung mengarahkan matanya ke samping begitu melihat sosok Alaya yang mau tidak mau membuatnya menelan ludah dengan susah payah secara diam-diam, dan juga jantungnya langsung berdetak dengan kencang karena pemandangan cantik yang ada di depannya saat ini.


(Peignoir temasuk ke dalam jenis baju tidur yang berbentuk jubah panjang dan bisa dipakai sebagai luara lingerie atau chemise. Sebuah peignoir umumnya banyak dibuat dari kain yang memiliki karakteristik cenderung tipis dan menerawang).


Dan bagi Evan, itu membuat Alaya bukan saja terlihat sekedar cantik, karena kalau berhubungan dengan gadis cantik… dliuar sana Evan sudah bertemu dengan puluhan atau mungkin ratusan gadis cantik, tapi yang membuatnya begitu berdebar seperti sekarang ini, hanya Alaya.

__ADS_1


Bahkan sosok Deanda, mampu menggetarkan hatinya, tapi Alaya… bahkan membuat seluruh bagian tubuhnya bergetar, hanya dengan penampilan manisnya dibalut gaun tidur dan penampilan acak-acakan yang dia perlihatkan di depan Evan.


Bagi Evan saat ini Alaya terlihat bukan hanya cantik, tapi juga menarik dan juga sekk…ssi.


“Begitu Alaya melepaskan selimutnya sampai sebatas lututnya, dia langsung membalikkan tubuhnya, membelakangi sosok Evan, untuk bisa menata hatinya yang kebat-kebit karena keberadaan Evan di dekatnya saat ini.


“Uhuk….” Dengan sengaja Alaya pura-pura terbatuk sambil membalikkan tubuhnya, agar Evan tidak merasa tersinggung denga napa yang dilakukannya.


Melihat bagaimana Alaya msih saja berakting, bermain drama dengannya, Evan hanya bisa tersenyum kecil, sambil menatap kembali ke arah gadis yang akan segera menjadi istrinya itu.


Mengingat tentang itu, membuat Evan semakin bersemangat untuk sengaja membairkan Alaya berpura-pura, sembari Evan memikirkan cara untuk membuat Alaya menghentikan aksi dramanya dengan sendirinya tanpa dia harus memaksa.


Setelah berpura-pura batuk, Alaya sedikit menoleh ke arah Evan kembali dengan rasa canggung, karena sekarang tubuhnya tidak lagi tertutup oleh selimut.

__ADS_1


“Maaf Duke Evan, sepertinya saya perlu beristirahat agar segera pulih. Mungkin Duke Evan bisa kembali beraktifitas. Uhuk….” Alaya berusaha membuat Evan meninggalkan kamarnya, sehingga dia bisa kembali sendiri dan menikmati kebebasannya, tanpa harus merasa canggung dan salah tingkah karena sosok Evan yang berada di dekatnya, dan yang lebih parah, karena mereka hanya berdua saja di kamar, yang merupakan ruangan yang bersifat pribadi bagi seseorang.


NOTE: Maaf hanya bisa up 1 episode hari ini. Setelah kesibukan di dunia nyata berakhir, author janji akan crazy up. Terimakasih semuanya. Happy reading.


__ADS_2