Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BERSIAP KEMBALI KE ISTANA


__ADS_3

“Mmmmm….” Evan baru saja meletakkan kembali telepon hotel di atas nakas ketika dilihatnya Alaya menggeliatkan tubuhnya, sehingga sebagian selimut yang dikenakannya melorot ke bawah dan membuat sebagian dari aset pribadinya yang memiliki bentuk indah itu terlihat.


Apalagi bagi Evan, kedua benda itu bukan saja terlihat indah, tapi membuat jiwa laki-lakinya langsung bangkit, dan otot tubuhnya menegang, termasuk bagian tubuhnya di bagian sana yang secara perlahan tapi pasti langsung tegak berdiri menantang langit.


“Mmmm, Evan… kamu tetap ada di sini? Ternyata aku tidak sedang bermimpi ya?” Alaya yang sudah membuka matanya langsung memiringkan tubuhnya ke arah Evan dengan santainya berkata sambil tersenyum lebar, tanpa sadar Evan sudah kembali dalam kondisi on, dimana detak jantungnya sudah menggebu-gebu, apalagi gerakan Alaya membuat selimut yang dikenakannya semakin bergeser ke bawah, membuka bagian atas tubuh Alaya yang masih polos dengan sempurna.


“Tentu saja bukan mimpi. Apa kamu berharap ini hanya mimpi?” Evan berkata dengan suara yang terdengar sedikit serak karena menahan hasratnya yang sudah naik sampai ke ubun-ubun.


Jika sudah merasakan yang pertama kalinya, sepertinya untuk kedua kalinya, tidak bisa untuk ditahan terlalu lama, atau aku akan stress karena itu. Hah... duchess Carsten kamu benar-benar membuatku tergila-gila padamu, dan rela melakukan apapun untukmu.


Evan berkata dalam hati dengan mata yang menatap Alaya tanpa berkedip.


“Tentu saja aku tidak mau ini hanya sebuah mimpi, karena aku begitu mencintaimu Evan…. Jika ini mimpi, aku tidak mau bangun lagi dari tidurku…” Alaya berkata dengan suara manja sambil kedua lengannya tiba-tiba terulur ke arah Evan, dan langsung melingkar dengan sikap manja kepada Evan yang langsung tersenyum, dan tanpa menanggapi perkataan Alaya langsung membalas kata-kata Alaya dengan sebuah ciuman di bibir.


“Aku pastikan ini bukan sekedar mimpi. Dan aku tidak akan rela jika kamu berencana untuk terus tidur tanpa mau bangun lagi.” Evan menghentikan ciumannya, dan berbisik pelan sebelum akhirnya kembali mencium bibir Alaya dengan penuh gairah, dan tangannya bergerak kembali menelusuri tubuh Alaya, dan berhenti di dua bukit kembar milik Alaya yang mulai hari ini Evan sadar akan menjadi kesenangannya yang akan membuatnya candu.

__ADS_1


“Kali ini, kita akan melakukannya lagi sesuai dengan kesepakatan kita tadi, sebelum kamu tertidur.” Suara Evan yang terucap dan menunjukkan betapa dia begitu bergairah padanya, membuat Alaya, yang tanpa aba-aba tiba-tiba saja langsung memeluk erat tubuh Evan dan melingkarkan kakinya di pinggang Evan yang sedikit tersentak, tapi sedetik kemudian langsung menggerakkan tubuhnya, mengungkung tubuh Alaya dengan kedua telapak tangannya yang menumpu pada tempat tidur, sedang Alaya membiarkan kedua kakinya bergelayut manja di pinggang Evan untuk bersiap melanjutkan kegiatan panas mereka, untuk yang kedua kalinya dengan penuh cinta dan gairah yang bergelora.


# # # # # # #


“Apa kita harus keluar dari hotel malam ini?” Dengan wajah tidak relanya, Alaya bertanya kepada Evan sambil membantu Evan mengancingkan pakaiannya di bagian dadanya, sedang Evan mengancingkan kancing yang ada di bagian pergelangan tangannya.


“Kamu masih ingin di sini?” Evan bertanya sambil tersenyum menatap Alaya yang mengangguk pelan dengan wajah malu-malu.


Setelah sekian purnama dia kehilangan kekasihnya, dan setelah bertemu Evan justru melupakannya, pertemuan mereka hari ini dengan ingatan Evan yang sudah kembali, membuat Alaya merasa belum puas menghabiskan waktu bersama Evan berdua saja.


Karena bagi Alaya, setelah sekian lama, bertahun-tahun terpisah dari Evan tanpa bisa menghubungi dan tahu kondisi laki-laki tercintanya, dan begitu datang di Gracetian justru menemukan kenyataan Evan sudah melupakannya, bagi Alaya, kebersamaannya selama beberapa jam ini masihlah sangat singkat.


“Aku ingin melakukan seperti yang kamu katakan, menghabiskan waktu berdua bersamamu di tempat ini. Sayangnya, masih banyak hal yang harus aku kerjakan, termasuk menangkap duchess Kattie dan mencari bukti-bukti untuk menangkap duke Hugo.” Alaya yang memang belum mendapatkan penjelasan apapun dari Evan tentang bagaimana dia bisa kehilangan ingatan dan juga bagaimana ingatannya bisa kembali langsung mengernyitkan dahinya.


“Mereka berdua melakukan kesalahan apa padamu?” Alaya berkata sambil mendongakkan kepalanya, menatap wajah suaminya yang selalu terlihat tenang, tapi terlihat sangat serius.

__ADS_1


“Aku akan menceritakannya nanti sekalian ketika bertemu Alvero. Tolong, untuk sekarang, bisakah di depan orang lain, kamu bersikap dingin seperti biasanya padaku? Aku tidak ingin mereka tahu hubungan kita sudah tidak bermasalah.” Mata Alaya langsung membulat sempurna begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Evan padanya.


“Apa kamu… punya hubungan khusus dengan duchess Kattie?” Kali ini mata Evan yang membulat karena kaget dengan pertanyaan Alaya padanya, menatap ke arah Alaya yang sedikit menunduk, dan baru saja tangannya menyelesaikan kancing terakhir di pakaian Evan, dengan tangan masih terpaku di sana.


“My princess… apa kamu cemburu pada orang lain yang bahkan tidak pernah membuatku melirik padanya?” Evan berkata sambil mencium leher jenjang Alaya dengan gemas, membuat Alaya langsung menahan nafasnya karena tindakan Evan masih saja memnbuat dadanya bergetar hebat meskipun mereka sudah melakukan percintaan lebih dari sekali beberpa waktu sebelumnya.


“Bukan begitu, tapi….”


“Hanya kamu… tidak akan ada yang lain. Kali ini, aku tidak akan pernah membiarkan diriku sendiri melupakan janjiku ini padamu.” Evan mengkahiri kata-katanya dengan mencium mesra bibir Alaya yang awalnya sedikit terbuka dan memandang ke arahnya.


“Mereka sudah melakukan kesalahan besar padamu. Karena itu aku akan menghukum mereka untuk membayar kesalahan yang sudah mereka lakukan padamu my princess.” Meskipun Alaya masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Evan, Alaya memilih untuk diam dan percaya pada Evan.


“Aku akan melakukan sesuai permintaanmu.” Evan langsung tersenyum mendengar perkataan Alaya.


“Aku sengaja mengantarmu ke istana malam ini, setelah acara makan malam di istana selesai, agar tidak banyak orang di istana yang tahu kehadiran kita. Jika saja boleh memilih, aku ingin segera memboyongmu ke kediaman Carsten, sayangnya untuk kali ini kita harus bersandiwara untuk mengecoh beberapa orang.” Evan menghentikan kata-katanya sejenak.

__ADS_1


"Aku ingin mereka berpikir bahwa perbuatan jahat mereka belum terbongkar, supaya mereka lengah dan mudah untuk menangkap mereka. Tetap bertindak seperti biasanya, adalah umpan terbaik agar mereka tidak tahu bahwa kita sudah mengetahui kebusukan dan tindakan jahat mereka selama ini." Evan berkata sambil meraih tubuh Alaya, memeluknya dengan erat, sebelum akhirnya merangkul Alaya dan mengajaknya menuju pintu keluar kamar hotel.


Sekilas Evan mencium ujung kepala Alaya sebelum akhirnya dia melepaskan pelukan tangannya pada Alaya dan membuka pintu kamar hotel, mengajak Alaya pergi dengan menjaga jarak jalan mereka meskipun berdampingan.


__ADS_2