
Tanpa diminta, dan tanpa suara karena mereka berempat sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, mereka berempat langsung mengambil posisi duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Evan duduk bersebelahan dengan Danella, sedang Alvero, duduk bersebelahan dengan Deanda, tepat berhadap-hadapan dengan Evan dan Danella.
“Yang Mulia….”
“Duke Evan….”
Baik Alvero dan Evan akhirnya sama-sama tersenyum karena secara bersamaan tanpa sengaja mereka saling memanggil nama, menunjukkan kalau mereka sedang memiliki pemikiran yang sama.
“Ah, sepertinya kita memiliki rencana yang sama. Apa Duke Evan memiiki rencana untuk menyelesaikan masalah yang timbul karena ada yang mecoba memprovokasi publik?” Alvero langsung mendahului untuk bertanya kepada Evan.
“Kalau saya pribadi, sebenarnya saya tidak terlalu perduli dengan opini publik, karena keluarga Carsten berlatar belakang militer, dan kami memang tidak pernah terlibat dalam urusan politik sedikitpun dalam negara ini. Tapi bagi keluarga Adalvino, dan Anda sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negara ini, kita memang harus segera menyelesaikannya sebelum semuanya merambah kemana-mana dan menimbulkan situasi tidak kondusif di negara ini.” Evan berkata dengan suara terdengar tetap tenang, meskipun di dalam dadanya, saat ini sedang bergejolak.
Kondisi kesehatan Alaya yang belum bisa dinyatakan melewati masa kritisnya seratus persen, dan ditambah dengan pemberitaan yang tidak enak didengar itu, membuat Evan merasa sedikit gusar.
Bagi Evan, seperti katanya tadi, dia tidak bermasalah dengan hal-hal seperti itu, tapi bagi Alaya, Evan sungguh takut itu akan mempengaruhi kesehatan Alaya jika saat dia terbangun dan langsung mendengar berita yang seolah-olah menyerangnya seperti itu.
__ADS_1
Karena dari beberapa pemberitaan, tidak semuanya mendukung Alaya. Para pendukung Evan justru merasa Alaya sudah memanfaatkan Evan.
Ada juga yang menyebutkan bahwa Alaya sengaja menggoda Evan sebagai duke karena takut kehidupan sosialnya tidak terjamin jika dia menikah dengan orang dengan status sosial lebih rendah darinya.
Dengan sifat Alaya yang sembrono, Evan yakin Alaya pasti tidak akan terima jika mendengar tentang itu, dan gadis itu bisa saja melakukan hal konyol tanpa berpikir panjang, yang akan membawa dampak besar bagi kelanjutan hubungan mereka berdua, dan bagi keluarga kerajaan terutama.
Dari sifat Alaya yang mulai dikenal sangat jelas oleh Evan, lali-laki itu tahu bahwa pada dasarnya Alaya adalah gadis yang tidak terlalu perduli dengan status sosial dan juga kekuasaan, justru menurut Evan, Alaya adalah gadis yang memliki banyak keinginan untuk bebas mengekspresikan dirinya dan melakukan apapun sesuai dengan hati nuraninya.
Hanya saja, untuk menghormati orangtua dan juga nama keluarga besar Adalvino, Alaya mau mengalah untuk menjalani kehidupannya yang sekarang, menjadi seorang putri dengan begitu banyak aturan yagn harus dia pelajari sekaligus dia taati.
Tapi Evan sungguh tidak yakin jika Alaya terus ditekan, tipe gadis dengan kepribadian kuat seperti dia akan tetap diam dan tidak memberontak, mengingat sifat keras kepala dari Alaya.
Alaya bukan tipe gadis yang akan diam saja saat dia tidak setuju dengan sesuatu di sekitarnya yang tidak sesuai dengan pemikirannya, sebuah sifat yang mirip dengan sifat Deanda, meskipun tidak sama persis.
Yang pasti, mereka berdua bukan orang yang akan berdiam diri saat terhadap apa yang sedamg terjadi di sekelilingnya.
“Aku setuju sekali dengan pendapatmu Duke Evan. Karena itu, kita harus segera memikirkan cara tercepat untuk dapat menenangkan publik yang saat ini sedang mempertanyakan dan beberapa diantaranya sedang mencurigai hubungan kalian." Alvero menarik nafasnya sebentar sebelum meneruskan apa yang akan dikatakannya.
__ADS_1
"Di jaman semodern ini, banyak orang yang tetap menantikan cerita romansa romantis tentang bangsawan di negara kita, seperti cerita novel dan dongeng putri Disney. Sungguh menggelikan... karena bagiku, setiap orang akan punya cerita romantisnya sendiri dengan pasangan yang dicintainya, tanpa harus dijadikan konsumsi publik. Akan tetapi pada kenyataannya, itu yang sedang diharapkan oleh semua orang. Dan sayangnya, kita tidak bisa menghindar karena kebetulan kita dilahirkan sebagai bangsawan di negara ini, sehingga kehidupan kita menjadi sorotan orang banyak." Perkataan Alvero membuat Danella dan Deanda ikut menghela nafasnya.
"Termasuk cerita pribadi kita, seperti kisah cinta kita para bangsawan." Alvero berkata sambil menghembuskan nafasnya melalui sela-sela bibirnya.
Jangankan Evan, dulu sebelum menikah dengan Deanda, apapun yang dilakukan Alvero bersama dengan para gadis yang waktu itu hanya akan bertahan kurang dari sebulan selalu menjadi bahan gosip bagi banyak orang.
Tidak disangka, kisah cinta antara Evan dan Alaya, jadi serumit ini. Padahal awalnya mereka berdua hanya dua orang yang terlibat dalam kasus perjodohan karena Alvero ingin menghindari adanya hubungan dekat antarara kerajaan Rodfeel dan kerajaan Gracetian setelah putra mahkota Christopher dari kerajaan Rodfeel melamar Alaya waktu itu.
Deanda berkata dalam hati tanpa bisa memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini, karena dia memang belum memiliki banyak pengalaman hidup di istana sebagai kaum bangsawan.
Semoga yang mulia Alvero dan Evan bisa segera menemukan jalan terbaik untuk mengatasi masalah yang sudah ditimbulkan oleh kelompok orang yang ingin membuat hubungan keluarga Carsten dan Adalvino menjadi bermasalah kedepannya. Sepertinya ada orang-orang yang sengaja ingin hubungan keluarga Adalvino dan Carsten memburuk sehingga mereka bisa mendapatkan kesempatan dalam kesempitan.
Deanda kembali berkata dalam hati, berharap Alvero dan Evan bisa bersikap bijaksana dalam menanggapi kasus ini.
"Kita bisa saja menuruti permintaan mereka untuk duke Evan dan Alaya tampil di depan umum memberikan klarifikasi kepada mereka. Akan tetapi kondisi Alaya tidak memungkinkan untuk itu. Karena itu, hanya ada satu cara untuk membungkam mulut mereka agar tidak lagi berusaha menggagalkan rencana pernikahan duke Evan dan Alaya. Dan caraku adalah cara paling efektif yang tidak akan bisa mereka lawan." Alvero berkata dengan mata hazelnya memandang ke arah Evan yang sedikit menaikkan alisnya karena tidak bisa menebak apa yang sedang direncanakan oleh Alvero.
"Cara apa yang menurut Yang Mulia paling tepat dan efektif itu?" Evan langsung bertanya kepada Alvero dengan rasa penasaran yang besar dalam hatinya.
__ADS_1
"Mungkin kalian akan menentang caraku ini, tapi tidak ada cara yang lebih baik dari ini. Duke Evan harus menikah dengan Alaya secepat mungkin, bahkan mungkin hari ini juga kalian berdua harus menikah." Bukan saja Evan yang biasanya selalu bersikap tenang, Danella dan Deanda juga langsung melotot begitu mendengar ucapan dari Alvero yang mengatakan agar Evan dan Alaya menikah hari ini juga, sedangkan kondisi Alaya masih terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur.