Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEKASIH MASA LALU ALAYA


__ADS_3

"Baik Nyonya Rose, serahkan semuanya padaku." Dengan sikap percaya diri, Alea berkata kepada nyonya Rose yang sedikit khawatir melihat bagaimana tidak tenangnya sikap Alaya ketika dirias tadi.


Seharusnya, jika Alaya bahagia dengan pertemuan kedua keluarga ini, dia akan bersikap rileks ketika para perias mempersiapkan dirinya untuk tampil cantik hari ini.


Tapi sepanjang dirias tadi, nyonya Rose bisa melihat gelisahnya Alaya, yang beberapa kali terus menggerak-gerakkan tubuhnya dengan sikap tidak nyaman, bahkan mengeluarkan gumaman kecil dari bibirnya, seperti orang yang sedang stress dan dalam masalah besar.


"Kalau begitu terus dampingi Putri dan pastikan semuanya berjalan dengan baik, karena pertanggungjawaban kita kepada yang mulia Alvero." Nyonya Rose berkata sambil menarik nafas panjang.


Semoga putri Alaya baik-baik saja dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Mungkin dia tidak bisa menerima perjodohan ini, tapi sayangnya, sebagai putri Gracetian, dia tidak memiliki pilihan lain saat jalan hidupnya sudah ditentukan oleh yang mulia Alvero, pemegang kekuasaan tertinggi di Gracetian. Apalagi orang yang dijodohkan dengan putri Alaya adalah duke Evan, laki-laki yang tidak bisa begitu saja disingkirkan oleh putri Alaya jika dia sudah memutuskan untuk memilih putri Alaya sebagai mempelainya.


Nyonya Rose berkata dalam hati dengan wajah terlihat bersimpati kepada Alaya, meski itu tidak akan banyak membantu Alaya, bahkan tidak sama sekali.


Wanita yang sudah menjadi pengasuh Alvero sejak bayi itu, bisa merasakan bagaimana tidak bahagianya wajah Alaya sekarang, meskipun dia terlihat begitu cantik hari ini.


Rasanya ingin sekali nyonya Rose membantu Alaya, akan tetapi, nyonya Rose tahu dia tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan para tuannya sampai sejauh itu.

__ADS_1


“Aku harus pergi mengurus yang lain, pastikan kamu mengantar putri Alaya dengan baik Alea.” Nyonya Rose memberikan peringatn kembali kepada Alea sebelum pergi, karena entah kenapa, dengan wajah yang ditunjukan Alaya, nyonya Rose bahkan berpikir kalau Alaya bisa saja mencari cara nekat untuk melarikan diri dari pertemuan hari ini dengan pergi menghilang dari istana.


Semoga itu hanya pikiran konyolku karena terlalu mengkhawatirkan putri Alaya. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Apalagi ada yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda yang pasti akan bisa mengendalikan situasi dengan baik.


Nyonya Rose berkata sambil  menahan nafasnya sebentar, dan berlalu pergi dari hadapan Alaya.


"Cantik sekali... aku tidak yakin duke Evan bisa mengalihkan pandangan matanya darimu Putri, kalau duke Evan melihat bagaimana cantiknya calon istrinya." Begitu nyonya Rose meninggalkan kamar Alaya, Alea langsung memberikan komentarnya.


Alea yang hari ini kembali mendapatkan tugas untuk mengikuti acara pertemuan kedua keluarga besar Adalvino dan Carsten sebagai pengawal Alaya, langsung berkata dengan nada penuh kekaguman saat melihat Alaya yang tampil begitu feminim dan cantik dengan gaun berwarna merah muda, yang dipadukan dengan warna kulitnya yang seputih susu, semakin membuat pesonanya kecantikannya semakin terpancar.


Meskipun riasan yang dikenakan Alaya hari ini tidak tebal, tapi kesan alami yang ditimbulkan dari hasil riasan sederhana itu justru menonjolkan sisi tulus dan lugu dari Alaya, yang membuat orang lain terpukau melihat sosok cantik putri Gracetian itu.


"Maksud Putri Alaya siapa? Duke Evan? Atau mantan kekasih Putri Alaya yang sebelumnya?" Alea bertanya dengan wajah penasarannya.


"Aku tidak memiliki mantan kekasih. Ayo kita pergi saja sekarang ke ruang tamu istana." Alaya buru-buru mengalihkan perhatian Alea dengan mengajaknya untuk pergi ke ruang tamu istana.

__ADS_1


Aku tidak punya mantan kekasih, karena hingga saat ini, dia tidak pernah mengatakan kalau hubungan kami berakhir. Bukan mantan, akan tetapai aku punya seorang kekasih yang tiba-tiba saja pergi menghilang dan melupakanku begitu saja. Aku tidak tahu, apakah aku yang terlalu percaya diri sudah menganggapnya sebagai seorang kekasih hanya karena dia pernah menyatakan cintanya padaku, sedangkan mungkin dia hanya menganggapku sebagai orang yang sambil lalu yang lewat di kehidupannya. Tidak benar-benar serius jatuh cinta padaku.


Alaya melanjutkan kata-katanya dalam hati sambil menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dadanya.


Mungkin salahku menganggap serius perkataan seorang pria asing yang baru aku kenal saat itu hanya karena sejak pertama aku melihatnya, aku sudah jatuh cinta padanya. Aku terlalu naif saat itu. Harusnya aku tidak begitu mudah jatuh cinta padanya dan memberikan hatiku seutuhnya, sehingga membuatku tidak bisa melupakan sakitnya pengkhianatan itu.


Alaya kembali berkata dalam hati sambil menahan airmatanya agar tidak turun, karena semakin hari rasa sakit itu semakin sering dirasakannya, dan rasanya semakin sakit beriringan dengan seringnya dia bertemu dengan Evan.


Aku sangat mencintaimu Alaya, tidak akan pernah ada gadis lain yang bisa membuatku jatuh cinta seperti orang gila seperti cintaku padamu. Selamanya… aku akan selalu mencintaimu, hanya kamu…. Tunggulah sampai aku menyelesaikan masalah keamanan di Gracetian, setelah itu aku akan kembali padamu, dan memperkenalkan diri secara resmi kepada mamamu sebagai laki-laki yang mencintaimu, dan membawamu ke negara kelahiranku Gracetian, dan memperkenalkanmu kepada mamaku.


Kata-kata terakhir sebelum mereka berpisah, selama bertahun-tahun ini selalu saja terngiang-ngiang di pikiran Alaya, membuat Alaya membulatkan tekad untuk pergi ke Gracetian setelah mengetahui kebenaran tentang siapa dirinya.


Bukan untuk meminta haknya sebagai putri Gracetian, tapi lebih kepada ingin menemukan kembali kekasihnya yang tiba-tiba menghilang dari hidupnya dan tidak pernah kembali padanya untuk memenuhi janjinya meski bertahun-tahun lamanya waktu telah berlalu.


Meskipun saat itu usia Alaya masih remaja, tapi rasa cintanya tidak pernah pudar pada satu-satunya laki-laki yang pernah membuatnya cinta mati itu.

__ADS_1


Karena itu, bagaimanapun caranya, aku harus bisa membuat duke Evan membatalkan perjodohan ini. Aku tidak akan sanggup hidup bersamanya dengan luka yang sudah dia berikan padaku. Luka yang seharusnya sudah kering, tapi kembali terbuka karena rencana perjodohan konyol ini.


Alaya berkata dalam hati sambil melangkah dengan sikap tegap, berusaha menyiapkan dirinya untuk menghadapi hari ini dengan baik, mempersiapkan diri untuk kembali menghadapi Evan.


__ADS_2