Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BERITA TENTANG PUTRA MAHKOTA KERAJAAN CROWNHILL


__ADS_3

Di dalam rekaman video itu tampak seorang pria tampan, bertubuh tinggi atletis, dengan rambutnya yang berwarna hitam legam, sedang dikerumuni oleh beberapa orang yang membawa dan menyodorkan mic ke arahnya.


Beberapa orang itu merupakan para wartawan yang sejak pagi tadi sudah menunggu kehadiran Hector karena berita kedatangannya ke Gracetian, disinyalir berhubungan dengan Alaya yang berita kehadirannya sebagai seorang putri, cukup membuat heboh dunia.


"Apa benar Yang Mulia Putra Mahkota Hector akan berkunjung ke Gracetian?"


"Memang ada rencana seperti itu." Hector langsung menanggapi pertanyaan para wartawan yang sengaja melakukan wawancara padanya di tengah acara pesta pembukaan museum milik kerajaan Crownhill yang baru di renovasi.


"Banyak yang mengatakan kalau selain berlibur ke pantai Tavisha, Yang Mulia memang sengaja berkunjung ke Gracetian untuk bertemu dengan putri Alaya, putri Gracetian yang baru saja diketemukan dan muncul setelah dibasminya kelompok pemberontak yang pernah berusaha menumbangkan kekuasaan keluarga Adalvino...:." Mendengar pertanyaan dari salah seorang wartawan itu, Hector tampak tersenyum, sedang Alaya yang sedang menonton rekaman itu langsung mengernyitkan dahinya.


Kenapa kedatangan putra mahkota Hector dihubung-hubungkan denganku? Sungguh tidak masuk akal.


Alaya berkata dalam hati dengan sikap antipatinya.


"Sepertinya memang telinga kalian sangat tajam ya." Hector berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak ada salahnya kan kalau kami berdua bertemu? Sebagai tetangga dekat, sudah memang seharusnya kami saling mengenal satu sama lain, seperti aku juga mengenal Raja Alvero. Di Gracetian selain pantainya yang dikenal sangat indah, para gadis dari Gracetian dikenal dengan kecantikannya. Bukankah begitu? Dan bukannya kalian warga Crownhill selalu bertanya-tanya kapan aku akan menikah? Mungkin saja jodohku adalah salah satu gadis cantik dari kerajaan Gracetian." Dengan sikap santai, Hector berkata dengan senyum masih terus menghias wajah tampan dengan mata coklatnya itu.


"Apa artinya itu Yang Mulia memiliki rasa tertarik terhadap para gadis dari kerajaan Gracetian? Mungkin lebih tepatnya Putri Alaya Adalvino?" Pertanyaan dari salah satu wartawan yang lain itu membuat Hector tertawa.


"Kenapa kalian penasaran seakli dengan itu. Yang pasti, saat acara pernikahanku, kalian akan tahu siapa gadis yang akan menjadi putri mahkota, dan ke depannya akan menjadi seorang permaisuri kerajaan Crownhill selanjutnya." Meski tidak menyatakan dengan jelas apa maksud dari perkataannya, tapi akta-kata Hector berhasil membuat rakyat Crownhill heboh dan menebak-nebak kalau Hector benar-benar tertarik dengan Alaya yang di pemberitaan media memang terlihat cantik, seperti Alvero, Raja Gracetian yang dianggap banyak orang sebagai raja yang paling tampan diantara negara lain yang masih menganut sistem pemerintahan berupa kerajaan.


"Ah, sepertinya aku harus pergi. Lain kali mungkin kita bisa menyambung kembali wawancara kita saat waktu dan tempatnya tepat." Dengan cepat Hector langsung berkelit, tidak ingin pertanyaan para wartawan semakin melebar, karena dia sendiri terus terang merasa begitu penasaran dengan sosok Alaya, tapi belum berani mengungkapkan apapun keinginannya terkait dengan hal itu.


Semua wartawan itu berusaha untuk mengejar Hector yang dengan langkah-langkah lebar meninggalkan mereka semua, akan tetapi beberapa pengawal langsung memasang badan mereka untuk menghalangi para wartawan untuk bisa mendekati Hector yang memang sudah tidak ingin melanjutkan wawancaranya.


"Aku tidak ingin kamu merasa besar kepala karena perkataan putra mahkota Hector. Tapi seperti yang kamu lihat, rakyat kerajaan merekapun curiga kalau putra mahkota Hector tertarik padamu." Alvero langsung mengunggkapkan pendapatnya.


"Jika kita menolak lamaran putra mahkota Christopher, hanya dengan sekedar menolaknya tanpa membuat rencana yang baik, bukan saja kemungkinan besar kerajaan Rodfeel akan kecewa danĀ  tersinggung, tapi akan ada masalah baru jika putra mahkota Hector yang dikenal selalu bersaing dalam segala hal dengan putra mahkota Chrsitopher ikut melamarmu juga...."


"Tapi Kak Alvero, kan belum tentu putra mahkota Hector..." Alaya langsung berusaha membela dirinya, meskipun dalam kasus ini dia tidak bersalah.

__ADS_1


Bukan salah Alaya jika para putra mahkota dari kerajaan tetangga secara tiba-tiba menyukainya.


Keberadaanya, dengan kisah dramatis dibalik kehidupannya sebelum mendapatkan haknya kembali sebagai putri Gracetian, dianggap banyak orang seperti cerita dongeng Cinderella.


Ditambah lagi dengan kecantikan dan pesona Alaya yang memang memukau, membuat cerita itu jadi semakin membuat orang lain penasaran dan tertarik dengan sosok Alaya.


Mereka ingin tahu, dan ingin lebih mengenal tentang siapa Alaya yang sebenarnya.


"Sebagai sesama pria, aku bisa menjamin kalau Hector juga kemungkinan besar memang tertarik padamu. Hanya saja dengan kedudukannya yang tinggi sebagai putra mahkota, dia memang tidak bisa bicara dengan sembarangan sebelum semuanya pasti, karena masih ada raja Crownhill yang akan berperan penting terhadap apa yang sedang direncanakan oleh putra mahkota Hector terkait dengan gadis pilihan hartinya. Jika melihat sifatnya yang tidak pernah mau kalah dengan putra mahkota Christopher, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, dia pasti akan memberitahukannya kepada publik kalau dia bener-benar tertarik padamu." Alvero terdiam sebentar.


"Dan jika itu terjadi, akan semakin sulit untuk kita terus menolak lamaran dari para orang-orang berpengaruh dan merupakan salah satu penguasa dengan posisi tinggi di negaranya." Kelanjutan kata-kata Alvero saat ini benar-bener membuat Alaya kehabisan kata-kata.


Gadis itu hanya bisa diam seribu bahasa dengan wajah bingung dan tatapan tidak percayanya, setelah mendengar apa yang baru disampaikan Alvero.


"Lalu Kak, bagaimana...." Kata-kata Alaya langsung terputus begitu mendengar adanya suara sebuah ketukan dari arah pintu masuk ruang kerja pribadi Alvero.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat, Ernest segera bergerak kembali ke arah pintu, setelah Alvero memberikan kode melalui matanya pada Ernest agar pengawal setianya itu membukakan pintu.


__ADS_2