Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PENGUMUMAN DARI ALVERO


__ADS_3

“Kak Enzo, sebaiknya kita segera kembali masuk ke ruang makan. Kak Alvero dan duke Evan sudah kembali.” Dengan gerakan buru-buru, Alaya segera menarik kembali tangan Enzo agar segera masuk ke ruang makan istana, sebelum Alvero dan Evan yang sedang berjalan beriringan sambil mengobrol itu melihat dia dan Enzo sedang berbicara diluar ruang makan istana.


“Eh…” Mendengar perkataan Alaya, Enzo hanya bisa bergumam pelan dan mengikuti langkah-langkah lebar Alaya untuk masuk kembali ke ruang makan istana, dimana yang lain tampak sedang berbincang santai satu sama lain sambil menunggu kehadiran kembali Alvero dan Evan ke ruang makan istana.


Seperti biasanya, sesuai dengan aturan baku dari istana… sebelum raja mengeluarkan perkataan yang menyatakan bahwa acara makan sudah selesai, tidak ada satupun yang diijinkan untuk meninggalkan tempat duduk mereka.


Deanda maupun Larena yang melihat kedatangan Enzo dan Alaya kembali ke dalam ruang makan istana dengan sikap terburu-buru sedikit mengernyitkan dahinya.


Tapi setelah beberapa saat kemudian terdengar suara Alvero yang sedang berbicara dengan Evan semakin mendekat, mereka berdua langsung tersenyum.


“Alaya, kamu ini jangan bersikap seperti dulu lagi. Sekarang kamu adalah seorang putri Gracetian, jaga sikapmu. Mana boleh seorang putri berlarian seperti kamu tadi? Apalagi kamu sengaja mengajak Enzo melakukan hal seperti itu juga.” Suara Larena yang menegurnya dengan suara lembut hanya disambut dengan sebuah senyuman tipis oleh Alaya.


“Jangan terlalu keras padanya, kamu tahu setiap hari dia sudah berlajar dengan keras untuk bisa mengerti tentang tata cara hidup sebagai putri Gracetian.” Vincent yang sejak mengetahui keberadaan Alaya sebagai putri kandungnya begitu menyayangi Alaya, langsung membela Alaya.


“Sepertinya aku harus meminta nyonya Rose untuk mengajar Alaya, karena guru yang sekarang, sepertinya kurang bisa menangani Alaya. Aku lebih percaya dengan kemampuan dan kedisiplinan nyonya Rose dalam memberikan pelatihan untuk Alaya.” Perkataan Larena membuat Vincent menepuk paha Larena dengan lembut.


“Nanti bisa kita bicarakan baik-baik dengan Alvero, karena bagaimanapun, nyonya Rose adalah pengasuh Alvero, dan sampai sekarang dia yang melayani Deanda sebagai permaisuri Alvero. Kita harus meminta ijinnya jika kita ingin meminta bantuan nyonya Rose untuk mendidik Alaya agar bisa menjadi seorang putri Gracetian yang baik.” Vincent berusaha menangkan Larena yang merasa tidak cocok dengan guru yang mengajarkan tatacara dan tata krama putri Gracetian kepada Alaya.

__ADS_1


“Yang mulia Alvero dan duke Evan sudah kembali.” Suara bisikan dari salah satu putri yang ada di meja makan itu membuat yang lain langsung menghentikan bicaranya, dan bersikap tenang, menunggu Alvero kembali ke tempat duduknya.


“Apa kamu terlalu lama menunggu kami selesai?” Sambil mengambil posisi duduk, dengan lembut Alvero berbisik kepada Deanda yang langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku harap semuanya berjalan dengan baik.” Deanda berkata dengan suara pelan, dengan mata mengamati wajah Alvero yang terlihat tenang, sehingga Deanda bisa menebak kalau semuanya berjalan sesuai dengan keinginan Alvero.


“Untuk semuanya yang ada disini. Aku senang sekali karena malam ini boleh dikata, hampir semua putri dan pangeran, juga ibu suri dan yang mulia Vincent bisa hadir di acara makan malam hari ini. Belum lagi kehadiran duke Evan dan juga duchess Danella, menambah kegembiraan kita malam ini.” Begitu Alvero mengeluarkan suaranya, semua orang fokus memandang ke arah Alvero, tanpa ada yang berani untuk saling berbicara lagi.


Dengan sikap tidak tenang, Alaya melirik ke arah Evan sekejap, dengan wajah harap-harap cemas, karena hingga saat ini dia belum tahu apakah Evan benar-benar menolak rencana perjodohan itu seperti yang diinginkannya.


Sikap Evan, bukannya membuat Alaya menjadi tenang, justru membuatnya semakin gelisah.


“Di malam yang membahagiakan ini, aku juga akan mengumumkan satu berita bahagia untuk kita semua yang ada di tempat ini. Dalam beberapa waktu ke depan, dalam waktu dekat, kita akan mengadakan acara pertunangan antara duke Evan Carsten, dan putri Alaya Adalvino. Berikan ucapan selamat untuk mereka berdua. Semoga hubungan mereka bisa langgeng dan membawa kerajaan Gracetian semakin berjaya.” Kata-kata Alvero membuat banyak orang di tempat itu tersentak kaget, termasuk duchess Danella, Vincent maupun Larena yang tidak menyangka akan ada pemberitahuan seperti itu secara mendadak dari Alvero.


Dan bukan banya mendadak, tapi pengumuman itu berisi info tentang sebuah peristiwa besar.


Beberapa putri yang masih lajang bahkan tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena ternyata Evan sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya, sehingga harapan mereka untuk menarik perhatian Evan, dan berharap bisa menjadi seorang duchess Carsten langsung sirna saat ini juga.

__ADS_1


“Evan….” Duchess Danella langsung menyebutkan nama putra tunggalnya itu dengan tatapan tidak percayanya memandang ke arah Evan.


“Ya Ma, apa yang dikatakan oleh yang Mulia Alvero memang benar. Aku akan bertunangan dan menikah dengan putri Alaya Adalvino.” Kata-kata bisikan pelan dari Evan membuat Danella yang sudah begitu lama menunggu Evan untuk bisa segera menikah hampir saja tidak bisa menahan tangis bahagianya.


Apa dia benar-benar menuruti keinginanku untuk menolak perjodohan kami? Akh…. Benar-benar membuat aku frustasi. Semua gara-gara putra mahkota Christopher. Kenapa sih dia sampai melamarku segala? Benar-benar putra mahkota pembawa siaa…all!


Alaya mengomel dalam hati dan mulai tidak fokus pada apa yang terjadi di sekitarnya, sehingga kata-kata pengumuman dari Alvero barusan tidak didengarnya lagi.


“Selamat ya Alaya.”


“Selamat Duke Evan.”


Ucapan selamat dari orang-orang yang hadir di acara makan malam itu, membuat Alaya sadar dari melamunnya, dan tatapan matanya langsung mengarah ke Evan yang dengan sikap tenang dan berwibanya, mengucapkan terimakasih atas ucapan selamat itu dengan senyum di wajahnya sambil menganggukkan kepalanya kepada setiap orang yang mengucapkan selamat padanya.


Apa-apaan ini? Duke Evan! Bisa-bisanya kamu menerima rencana perjodohan ini!


Alaya berteriak dalam hati dan langsung bangkit dari duduknya secara tiba-tiba, dan tanpa berpikir panjang langsung berjalan ke arah Evan.

__ADS_1


__ADS_2