
Alaya yang sedang bersandar di dada Evan sambil bersantai mendengarkan musik, sedang Evan sibuk saling berkirim pesan dengan Sam, memberikan beberapa tugas yang harus diselesaikannya terkait pengumpulan bukti-bukti untuk menjerat Hugo agar mendapatkan hukumannya, langsung tersenyum dengan wajah malu karena Evan yang mendengar suara nyaring dari perutnya.
Suara perut yang menandakan bahwa Alaya sedang lapar sekarang, meskipun sebenarnya sedari tadi Alaya memang merasa lapar tapi menahannya, karena ini memang belum waktunya makan siang.
Evan yang tahu tentang bagaimana istrinya itu adalah orang yang begitu suka makan, langsung tertawa geli melihat sikap Alaya yang terlihat malu-malu.
“Ayo kita makan siang. Kalaupun mereka belum siap, kita bisa memakan makanan yang ada. Kamu tidak keberatan kan?” Evan yang terbiasa tidak memilih-milih makanan karena gemblengan keras di dunia militer, memang tidak pernah mempermasalahkan dalam hal makanan.
“Kita akan makan siang dimana? Di ruang makan atau disini?” Sambil mendongakkan kepalanya agar bisa memandang wajah Evan, Alaya bertanya kepada Evan yang langsung tersenyum.
“Tidak masalah kan di meja makan. Apa kamu sudah begitu kehabisa tenaga sehingga tidak lagi mampu berjalan keluar dari kamar?” Perkataan Evan langsung membuat mata Alaya melotot dan langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Evan, dan duduk dengan sikap tegak.
“Ih,,, enak saja. Yang ada mungkin kalian para pria yang kehabisan tenaga. Para perempuan pasti lebih kuat menahannya dibanding kalian. Benar tidak?” Suara tawa Evan yang terdengar renyah langsung terdengar begitu mendengar kata-kata Alaya yang diucapkannya sambil mengangkat salah satu tangannya dan mencoba memperlihatkan otot bicep dengan di lengannya dengan menggenggam telapak tangannya, mencoba menunjukkan otot bicepnya yang memang cukup terlatih, sambil menepuk-nepuknya dengan tangannya yang lain.
__ADS_1
(Bicep adalah otot pada bagian depan lengan atas. Bicep terdiri dari “short head” dan “long head” yang bekerja sebagai otot tunggal. Bicep melekat pada tulang lengan melalui jaringan ikat tendon. Tendon yang menghubungkan otot bicep ke sendi bahu di dua tempat disebut dengan tendon bicep proksimal.
Fungsi dari otot bisep adalah untuk menggerakkan dan merentangkan siku. Sementara itu, otot trisep terletak di bagian atas lengan belakang dan samping. Otot trisep memiliki fungsi untuk membantu meluruskan lengan.
Selain itu, otot bisep dan otot trisep inilah yang menjaga supaya posisi bahu Anda tegap dan kokoh. Maka dari itu, banyak orang yang berduyun-duyun menguatkan atau mengencangkan otot bisep dan trisep).
“Kalau begitu kita makan di luar kamar saja sambil menikmati udara segar dari tamanu yang ada di dekat ruang makan penthouse ini.” Evan berkata dengan suara tenang dan sikap yang menunjukkan bahwa dia sudah cukup mengenal seluk beluk area dalam penthouse yang sangat luas ini.
Alaya yang mendengar ajakan Evan terlihat memandang ke arah Evan dengan tatapan yang terlihat ragu.
“Kenapa? Aku yakin meskipun belum bisa menyelesaikan semua menu makan siang kita, pasti sekarang ini di dapur ada beberapa makanan yang bisa kita santap.” Perkataan Evan membuat Alaya meringis sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, dengan sikap canggung.
“Kenapa denganmu? Apa kamu malu jika mereka melihat banyaknya tanda merah di lehermu?” Evan berkata sambil tersenyum melihat bagaimana banyaknya tanda merah yang terlihat di sekitar leher Alaya akibat perbuatannya yang sudah semapt dia ulang beberapa kali.
__ADS_1
“Mmmm…. Kalau itu sih, kaka Deanda sudah mengajarkan padaku bagaimana cara menutupinya dengan baik. Hanya saja… bukan aku saja yang memiliki tanda itu….” Alaya berkata sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah leher Evan yang dengan sigap langsung melompat turun dari tempat tidur dan berajalan ke arah kaca meja rias yang terletak di sisi lain ruangan kamar itu.
Tidak, banyak seperti yang sudah dia berikan pada Alaya, tapi Evan bisa melihat adanya dua tanda kissmark bewarna merah yang menghiasi lehernya yang berkuit putih, membuat Evan langsung menarik lehernya ke atas sambil mengelus-elus tanda cinta dari Alaya untuknya itu.
“Wah…. Ternyata sikap liarmu di tempat tidur tadi meninggalkan tanda yang begitu jelas di leherku. Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata ganas juga ya.” Evan berkata sambil melirik ke arah Alaya yang hanya bisa memasang wajah dengan senyum malu-malunya karena kata-kata Evan tentang apa yang tadi dia lakukan pada Evan di pergulatan terakhir mereka, dimana Alaya dibiarkan berekspresi sebebasnya oleh Evan dan memegang kendali penuh atas percintaan mereka tadi.
“Kalau begitu, aku akan meminta nyonya Rose untuk mengantarkan makanan ke kamar saja.” Alaya langsung berkata dengan senyum menyeringai karena melihat Evan yang terlihat menggaruk-garuk pelan tanda merah di lehernya, seolah berusaha menghilangkannya atau membuat warnanya pudar dengan melakukan itu.
“Bukannya kamu punya cara untuk menghilangkan jejak ini?” Evan bertanya sambil ujung jarinya masih menggaruk-garuk lehernya di bagian tanda kissmark yang diberikan Alaya padanya.
“Daripada repot-repot seperti itu, biarkan saja seperti itu, dan kita makan di dalam kamar saja. Karena beberapa hari ini, seperti kata kak Alvero, aku tidak ingin meninggalkan kamar ini.” Alaya menanggapi perkataan Evan dengan sikap santai, membuat Evan akhirnya hanya bisa tersenyum dan berjalan meninggalkan kaca, dan kembali duduk di atas temapt tidur.
“Kalau begitu, sesuai dengan keinginanmu my princess. Apapun itu, tugasku sebagai suami yang sangat mencintaimu, hanya wajib membuat apapun keinginanmu terpenuhi dengan sempurna.” Evan berkata sambil mengecup lembut pipi Alaya yang langsung tersenyum dengan wajah bahagia mendengar dan melihat bagaimana manisnya Evan berkata-kata dan juga bersikap padanya.
__ADS_1