Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENINGGALKAN ISTANA GRACETIAN


__ADS_3

"Silahkan Anda mengikuti kami untuk kita bisa menikmati makan siang kita hari ini." Alvero berkata sambil mempersilahkan Christopher untuk berjalan ke arah ruang makan istana, dimana semua hidangan mewah dan beberapa diantaranya merupakan makanan khas dari Gracetian disajikan lengkap di atas meja dengan berbagai garnis dan penataan makanan yang terlihat begitu menggugah selera.


Wah… benar-benar table setting yang indah dan menarik. Setelah kak Deanda masuk dalam istana sebagai pasangan kak Alvero aku dengar memang menu makanan di istana jadi lebih bervariasi dan table settingnya jadi berubah total. Membuat orang yang datang di acara makan istana jadi lebih bersemangat.


Alaya langsung memberikan penilaiannya dalam hati begitu dia mulai memasuki pintu ruang makan istana dan melihat bagaimana makanan disajikan dengan begitu menarik dan terlihat begitu menggugah selera makan.


(Table setting adalah serangkaian kegiatan dalam mengatur dan melengkapi meja makan dengan peralatan makanan yang sesyai dengan jenis hidangan yang akan disajikan untuk meningkatkan efisiensi pelayan dan kenyamanan tamu. Seringpula disebut dengan table setup.


Table setting sering digunakan ketika ada acara makan yang bersifat formal atau spesial. Tidak seperti pada persiapan meja pada umumnya, dalam table setting harus dipersiapkan banyak perlengkapan dengan standar tertentu seperti linen, cutleries (peralatan makan), chinawares (Chinaware adalah bagian yanga terdiri dari peralatan makan yang terbuat dari bahan keramik, porselen, atau tembikar. Peralatan yang terbuat dari bahan dasar keramik umumnya memiliki dinding yang tebal dan permukaannya terasa sedikit kasar), dan lain-lain. Table setting harus dilakukan dengan sebaik dan serapi mungkin).


Selama acara makan siang di istana Gracetian, memang Christopher tidak mengungkit sedikitpun tentang masalah lamarannya kepada Alaya, akan tetapi beberapa kali, bahkan puluhan kali tanpa sungkan dan tidak berusaha menutup-nutupi, Christopher tampak melirik ke arah Alaya.


Dan saat Alaya sengaja menatapnya untuk membuatnya menghentikan tindakannya Christopher justru tampak melemparkan senyum menggodanya pada Alaya.


Akhirnya Alaya memilih untuk pura-pura tidak tahu dan tidak melihat dengan apa yang dilakukan Christopher setelah rasa jengkelnya semakin besar melihat tindakan Chrsitopher yang membuatnya ingin marah, bahkan mencekik laki-laki tampan berambut emas seperti Evan itu.


Waktu yang mereka habiskan di ruang istana merupakan waktu yang sungguh menyiksa bagi Alaya, meskipun tidak sekalipun namanya disebutkan di tengah pembicaraan santai antara Alvero dan Christopher.


Dan begitu Alvero menyatakan waktu makan siang sudah selesai, Alaya langsung menarik nafas lega, dan berharap kalau Christopher segera pergi meninggalkan istana ke salah satu hotel mewah yang sengaja dikosongkan oleh Alvero, untuk ditinggali sementara oleh Christopher dan rombongan yang dibawanya dari kerajaan Rodfeel.

__ADS_1


“Kalau begitu, kami akan beristirahat sebelum melanjutkan acara makan malam nanti. Dan aku sungguh berharap nanti malam Yang Mulia Alvero bisa menyediakan waktu untuk kita berbicara secara serius tentang tujuan utamaku datang ke Gracetian, yang pastinya sudah diketahui oleh Yang Mulia Alvero.” Christopher berkata sambil menatap ke arah Alvero.


Hah! Akhirnya keluar juga pernyataan itu dari bibir si Krisis. Benar-benar orang yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Pintar sekali mencari kesempatan.


Alaya langsung mengomel dalam hati begitu mendengar kata-kata Christopher yang mencoba mengingatkan secara halus kepada Alvero tentang niat yang sebenarnya atas kedatangan dia ke Gracetian.


“Baik, aku akan meluangkan waktu untuk kita bahas masalah itu. Aku juga tidak ingin menjadi orang yang membiarkan pikiran orang terkatung-katung karena menantikan jawaban yang belum pasti.” Alvero langsung menanggapi perkataan Christopher yang langsung melebarkan senyum di wajahya mendengar apa yang baru saja dijanjikan oleh Alvero padanya.


“Senang mendengar itu dari Yang Mulia Alvero. Jika demikian, kami akan segera pergi ke hotel untuk beristirahat agar nanti malam kondisiku dan rombongan yang aku bawa bisa dalam keadaan prima.”


“Silahkan beristirahat Putra Mahkota Christopher. Selamat beristirahat….” Alvero berkata sambil menggerakkan tangannya, mempersilhkan Christopher untuk meninggalkan istana.


“Putra Mahkota Christopher benar-benar ingin secepatnya mengetahui jawaban  atas lamarannya kepadamu Alaya.” Alvero berkata sambil membalikkan tubuhnya, berjalan kembali untuk memasuki istana.


Bagi Alvero yang tidak pandai berpura-pura, menghadapi Chrsitopher yang bermulut manis dan terlihat sedikit licik merupakan hal yang cukup melelahkan baginya.


“Pergilah kembali ke kamarmu Alaya. Aku akan mencari cara bagaimana mengatakan tentang statusmu sebagi calon istri duke Evan dengan cara yang sesopan mungkin dan tidak menyakiti hatinya.” Alvero berkata kepada Alaya yang wajahnya terlihat sedikit murung.


Tanpa menjawab perkataan Alvero, Alaya langsung berjalan menjauh, menuju kamarnya sendiri.

__ADS_1


Hal yang paling ingin dilakukan oleh Alaya saat ini adalah mengguyur kepalanya dengan air dingin, lalu berendam di air dingin, lalu berendam di air panas untuk mendinginkan kepalanya yang serasa mau meledak.


# # # # # # #


Baru saja beberapa waktu Alvero terlihat duduk santai bersama Deanda setelah Christopher pergi, suara ketukan pintu dari arah ruang kerja pirbadinya membuat Alvero langsung menoleh.


Begitu Alvero mempersilahkan masuk, tampak sosok Ernest yang langsung masuk dan berjalan dengan sikap tergesa-gesa ke arah Alvero dengan wajah sedikit tegang.


“Yang Mulia… sepertinya putra mahkota Christopher membuat masalah lagi.. .” Ernest langsung berkata setelah memberikan salam penghormatannya kepada Alvero.


“Apa maksudmu Ernest?” Mendengar pertanyaan dari Aaron, Ernest langsung meraih remote televisi dan menyerahkannya kepada Alvero dengan sikap hormat.


Tanpa bertanya lagi kepada Ernest, seolah-olah bisa membaca pikiran Ernest dengan jelas, Alvero langsung menyalakan televisi di depannya.


“Putra Mahkota Christopher yang sengaja berkunjung ke Gracetian, sengaja mengundang para wartawan dari media lokal kerajaan Gracetian dengan alasan ingin lebih mengenal adat istiadat di Gracetian karena menurut beliau orang-orang di Gracetian terlihat begitu menarik.” Salah seorang wartawan terlihat sedang memberitakan kedatangan Christopher yang memang sengaja mengundang para wartawan untuk datang di depan hotel tempatnya tinggal beberapa waktu ke depan sebelum dia memasuki hotel itu.


Melihat itu mata Alvero langsung melotot, tidak menyangka kalau Christopher akan bertindak seperti.di negara yang dikuasainya.


“Apa maunya putra mahkota Christopher ini? Kenapa tiba-tiba mengundang banyak wartawan di depan hotel yang sudah kita siapkan dengan baik untuknya itu? Apa maunya dia? ” Alvero langsung berkata dengan nada suaranya yang naik beberapa oktaf karena merasa tidak suka dengan apa yang sudah dilakukan oleh Christopher.

__ADS_1


NB: Untuk para pembaca setia, mohon maaf, untuk hari ini hanya bisa up 1 eps karena sedang sibuk menyelesaikan tugas di tempat kerja. Terimakasih untuk pengertiannya, Selamat menikmati.


__ADS_2