Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RASA BIMBANG DOKTER JORDAN


__ADS_3

“Aku mau memastikan kalau kamu benar-benar melakukan hipnoterapi pada duke Evan, dan membuat pikirannya hanya tertuju padaku, dan melupakan Alaya sepenuhnya.” Kata-kata Kattie membuat dokter Jordan hanya bisa menghela nafasnya.


“Sepertinya kamu mencurigaiku sekarang. Lalu apa maumu sekarang Kattie? Kalau kamu bersikap tidak percaya padaku seperti ini, lebih baik kita batalkan saja rencana kita. Aku akan mengatakan pada duke Evan kalau aku sedang tidak enak badan atau apalah….” Kata-kata dokter Jordan membuat Kattie langsung terhenyak kaget.


“Eh…. Bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin mengikuti proses hipnoterapi yang akan kamu lakukan pada duke Evan.” Kattie buru-buru berusaha menenangkan dokter Jordan.


“Hah….” Dokter Jordan menghela nafas panjang mendengar permintaan dari Kattie yang justru akan menyulitkannya, karena dengan Kattie yang mengawasinya.


“Ayolah Jordan. Kamu tahu bahwa aku sangat menyukai duke Evan. Dan ini adalah satu-satunya kesempatan emas untuk aku bisa mendapatkannya. Kesempatan seperti hari ini tidak akan mungkin datang untuk kedua kalinya.” Kattie berkata dengan nada merengek kepada dokter Jordan yang terlihat sedikit linglung karena sikap Kattie.


Hah! Ini adalah benar-benar pilihan yang sangat sulit untukku. Kalau aku memenuhi permintaan Kattie untuk membuat duke Evan jatuh cinta padanya, orang-orang duke Evan pasti akan mengejarku dan membuat hidupku dalam kesulitan. Tapi….


Dokter Jordan berkata dalam hati dengan sikap bimbang.


Jika aku memenuhi keinginan duke Evan, mau tidak mau aku dengan sengaja menyerahkan Kattie ke dalam tangan duke Evan, dan jika Hugo mengetahui apa yang aku lakukan, aku benar-benar bisa dibunuhnya, Bahkan anak istriku benar-benar akan dalam bahaya besar.

__ADS_1


Dokter Jordan kembali berkata-kata dalam hati, memikirkan apa yang harus dilakakukannya.


Mana yang harus aku pilih? Apakah jika aku memenuhi permintaan Kattie untuk membuat duke Evan mengingatnya sebagai kekasihnya, dia akan bisa menahan orang-orang duke Evan dan melindungiku dari mereka? Apa Hugo akan membelaku dan membantuku jika aku membantu Kattie?


Dokter Jordan yang tidak tahu bahwa Hugo sekarang sudah berada di bawah kuasa Evan, berkata dalam hati dan mencoba untuk memikirkan apa yang harus dilakukannya, yang paling baik untuknya dan keluarganya.


Dokter Jordan terus berkutat dengan pikirannya, sampai Kattie tiba-tiba bangun dari duduknya, berdiri di hadapannya.


"Jordan, dimana aku bisa bersembunyi sambil mengamati duke Evan?" Seperti seorang gadis remaja yang akan bertemu sosok idolanya, Kattie terlihat mengucapkan kata-katanya dengan tatapan mata berbinar, sedang dokter Jordan yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri tampak diam termenung di meja kerjanya, masih mencoba untuk mempertimbangkan apa yang bisa dilakukannya.


“Jordan, sebenarnya kamu melamunkan apa? Aku akan bersembunyi di kamar mandi yang ada di ruang praktekmu. Dari sana aku akan mengamati proses hipnoterapi yang kamu lakukan pada duke Evan. Apapun yang terjadi, cegah siapapun untuk pergi ke kamar mandi.” Kattie berkata sambil berlarian kecil ke arah kamar mandi yang ada di ruangan itu, tanpa menunggu jawaban dari dokter Jordan yang sedikit tersentak karena suara Kattie yang cukup keras dan suara pintu kamar mandi yang dibuka dengan terburu-buru oleh Kattie.


Dokter Jordan yang sedang menoleh ke arah pintu kamar mandi, kembali menggerakkan kepalanya begitu mendengar pintu ruang prakteknya terbuka.


Sosok Evan yang muncu di balik pintu bersama Sam, membuat Jordan langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Evan untuk pura-pura menyambut kedatangan pria itu, meskipun tadi dia sudah sempat bertemu dengan Evan sebelum Kattie datang.

__ADS_1


“Selamat malam duke Evan.” Dengan sikap hormat bukan sekedar pura-pura, dokter Jordan memberikan salam dan penghormatan kepada Evan yang segera memberinya tanda bahwa dia menerima salam itu.


“Selamat malam Dokter Jordan. Ini cukup larut, bagaimana dengan rencana kita sebelumnya?” Evan berkata sambil berjalan menuju kursi pasien dan duduk disana, sedang dokter Jordan duduk tepat di hadapannya.


“Seperti yang sudah aku katakan Duke Evan, sakit kepala itu bisa dihilangkan jika Duke Evan mau menjalani proses hipnoterapi. Setelah proses hipnoterapai, saya jamin, sakit kepala Duke Evan akan menghilang sepenuhnya.” Dokter Jordan berkata sambil melirik ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


Dalam hatinya dokter Jordan sungguh berharap agar Evan tidak mengetahui bahwa Kattie ada di dalam kamar mandi itu, karena jika sesuai dengan permintaan Evan, harusnya Kattie berada di luar ruangan agar dia dan Evan tidak perlu benar-benar melakukan proses hipnoterapi.


Evan sedikit mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dokter Jordan yang terlihat sedikit aneh, karena seharusnya pertemuan mereka hari ini hanyalah pura-pura, tapi dari sikapnya, dokter Jordan terlihat serius membahas hipnoterapi.


Duchess Kattie ada di ruangan ini.


Sebuah tulisan di atas kertas yang disodorkan oleh dokter Jordan ke arahnya, membuat Evan mengerti situasi apa yang sedang terjadi.


“Kalau begitu, malam ini juga kita harus segera melakukan proses hipnoterapi dokter Jordan. Jadi apa yang bisa kita lakukan malam ini?” Evan mencoba mengikuti permainan yang diinginkan oleh Kattie, mekipun sedikit melenceng dari rencana awalnya, yang seharusnya proses hipnoterapi hanyalah pura-pura, tidak benar-benar dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2