
Evelyn lebih banyak menjadi pendengar yang baik tanpa banyak menunjukkan ekspresi wajahnya, meskipun dia beberapa kali sempat berbicara dalam hati karena merasa tindakan Katttie sungguh tidak pantas dilakukan oleh seorang gadis baik-baik apalagi Kattie adalah gadis dari keturunan bangsawan Gracetian, dimana Evelyn banyak mendengar bagaimana ketatnya tata cara hidup para bangsawan itu, yang dari semua tindakannya harus diatur sedemikian rupa.
Larena yang sebenarnya sudah lebih dahulu mengetahui tentnag kisah itu dari Alvero, masih saja dadanya terasa ikut sakit mendengar lagi bagaimana Alaya yang harus merasakan penantian panjang tak berujung pada laki-laki yang dicintainya yang ternyata sudah melupakannya karena tindakan egois orang lain yang ingin memisahkan mereka berdua.
Bagi Larena, dia tahu dengan jelas, bagaimana tersiksanya harus terpisah jauh dan waktu cukup lama dari orang yang begitu dicintainya.
Dan hal yang sama, meski dengan kasus yang berbeda juga pernah dialami oleh Ornado, Dave maupun James, sehingga wajah ketiga lelaki itu terlihat begitu serius menghayati cerita Alvero tentang Alaya dan Evan.
“Hih! Gadis seperti duchess Kattie, harus benar-benar diberi pelajaran.” Laurel berkata dengan tangan terkepal, menunjukkan kejengkelannya kepada Kattie, meskipun dia belum pernah bertemu dengan gadis itu.
“Rasanya aku ingin sekali bertemu dengan gadis itu.” Laurel melanjutkan kata-katanya dengan wajah terlihat kesal.
“Memang apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengannya?” Dave bertanya dengan suara lembut, disambut dengan sebuah dengusan pelan oleh Laurel.
__ADS_1
“Ingin sekali aku memakinya, dan mengomelinya, supaya dia tidak bertindak murahan seperti itu.” Jawaban Laurel langsung membuat Dave tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan Laurel itu.
“Aku harap kamu memiliki kesempatan untuk melakukan itu.” Ornado berkata sambil mengacungkan jempo tangan kanannya ke arah Laurel yang langsung meringis melihat godaan dari Ornado untuknya.
“Dave, sesekali sepertinya memang kamu harus mengajak istrimu bertemu langsung dengan para wanita aneh seperti Serafina atau duchess Kattie supaya dia bisa puas bisa melepaskan dua puluh ribu kata yang wajib dia ucapkan tiap harinya.” Perkataan Ornado membuat Laurel melotot ke arah pria tampan bermata biru yang langsung tersenyum dengan sikap menggoda.
(Wanita dikenal makhluk yang lebih cerewet dibanding pria. Dalam sehari saja wanita bisa berbicara 20 ribu kata, sedangkan pria hanya 7.000 kata.
Peneliti Universitas Maryland menguji sampel dari sepuluh anak laki-laki dan perempuan berusia antara tiga dan lima tahun. Hasilnya, anak-anak perempuan memiliki protein tersebut 30 persen lebih banyak dibandingkan FOXP2 pada anak laki-laki. Dan ini terletak di area otak yang menjadi kunci bahasa pada manusia.
Meskipun berdasarkan laporan James Pennebaker pada tahun 2007, yang melakukan rekaman terhadap percakapan harian 396 orang mahasiswa yang terdiri dari 210 perempuan dan 186 laki-laki di Texas Arizona dan Meksiko. Hasilnya menyatakan bahwa rata-rata perempuan dan laki-laki menggunakan jumlah kata yang sama setiap harinya).
“Tidak perlu Ad, biarkan dia mengucapkan dua puluh ribu katanya padaku. Aku akan mendengarkannya dengan baik, seperti seorang mahasiswa yang sedang mengikuti seminar panjang. Aku bersedia mendengarkan apapun yang dia katakan dalam nada dan sikap bagaimanapun.” Kata-kata Dave membuat dengan cepat Laurel melayangkan cubitannya di paha Dave yang hanya bisa meringis.
__ADS_1
Apa yang terjadi diantara Dave dan Laurel membuat yang lain tersenyum geli, sedang Cladia langsung menepuk pelan lengan Ornado, agar tidak melanjutkan godaannya pada Laurel.
Dan seperti biasanya, seperti kerbau dicocok hidungnya, Ornado langsung diam dan mengalihkan pandangan matanya dari Dave dan Laurel agar dia tidak tergoda kembali untuk mengerjai Laurel.
“Sepertinya orang-orang seperti duke Hugo dan duchess Kattie harus segera kamu bereskan agar tidak menjadi duri dalam daging untuk kerajaanmu Alvero. Jika kamu terus membiarkan tindakan kotor mereka, suatu ketika mereka akan bertindak lebih rendah daripada sebelumnya.” Ornado berkata sambil menatap lurus ke arah Alvero.
“Aku sangat setuju dengan pendapatmu Ad. Apalagi seperti yang pernah aku katakan padamu di telepon waktu itu. Keluarga Brown sejak lama dicurigai oleh papa Alexis terlibat sebagai pendukung dana kelompok pemberontak bersama Eliana.” Alvero mengungkapkan kata-kata dukungannya atas pendapat Ornado.
“Kalau butuh bantuanku, katakan saja, dengan senang hati aku akan membantumu menghabisi mereka dengan caraku jika kamu ragu untuk bertindak, karena belum ada bukti nayta tentang kecurigaaan itu. Kalau kamu memberiku ijin, dalam waktu tidak lebih dari 3 hari, aku akan mendapatkan semuanya dan menyerahkan padamu. Asal kamu menginjinkanku untuk mengobrak abrik daerah kekuasaanmu bersama dengan orang-orangku….”
“Al….” Suara Cladia dengan nada khawatirnya langsung terdengar begitu Ornado mulai membicarakan tentang hal yang berhubungan dengan tindakan yang bagi Cladia mengarah ke tindak kekerasan.
Sebelum menikah dengan Ornado, Cladia sudah sering mendengar tentang kehebatan laki-laki tampan itu, tapi tentu saja dalam hal bisnis, sehingga tidak menyangka bahwa sosok laki[laki hebat yang selalu menunjukkan sisi lembut dan romantis padanya itu memiliki sisi lain yang dulu sempat membuatnya kaget dan hampir tidak percaya.
__ADS_1