Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SUASANA TEGANG DI RUANG MAKAN


__ADS_3

“Selamat malam Yang Mulia Alvero.” Dengan sikap hormat, Christopher menyapa Alvero yang langsung membalas sapaan dari Christopher dengan sikap elegan dan berwibawanya.


Setelah mereka saling menyapa dan memberikan penghormatan, mereka memulai acara makan malam dengan sikap tertib dan tenang, dan tidak banyak perkataan yang muncul di tengah-tengah acara makan malam itu.


Tidak seperti makan siang tadi siang yang suasanya lebih hangat dan santai, karena untuk pertama kalinya para putri dan pangeran melihat secara langsung putra mahkota Rodfeel yang boleh dibilang tampan dan ramah, sehingga mereka lebih fokus pada Christopher daripada suguhan menu makan siang mereka.


Akan tetapi, suasana makan malam hari ini, terasa lebih tegang dan kaku, karena Alvero sebagai tuan rumah dengan kedudukan tertinggi di kerajaan Gracetian, tampak tidak terlalu membuka pembicaraan di meja makan.


Alvero terlihat lebih banyak diam dan terlihat enggan menciptakan suasana hangat di meja makan seperti biasanya.


Raja muda Gracetian itu memang sengaja bersikap seperti itu, karena sedari awal dia ingin membawa suasana serius, untuk membuat kondisi menjadi terkesan resmi dan kaku.


Bagi Alvero itu akan membantunya saat nanti dia berbicara secara khusus dengan Christopher masalah lamarannya kepada Alaya.


Jika sedari awal suasana terkesan hangat, Alvero tahu akan tidak mudah baginya untuk memulai pembicaraan tentang penolakan itu.


Di samping itu, saat ini hadir Larena dan Vincent, yang sedari awal memang sangat mendukung keputusan Alvero tentang rencana penolakan Alvero terhadap rencana lamaran dari Christopher dan rencana perjodohan Alaya dan Evan, apalagi setelah Alvero menjelaskan dengan detail alasan dia memutuskan semuanya itu.

__ADS_1


Bagi Vincent dan Larena, dengan menyatukan keluarga Adalvino dan keluarga Carsten, akan membuat kondisi di dalma kerajaan Gracetian semakin kondusif, karena siapa yang berani menentang keberadaan dua keluarga terkuat di Gracetian itu.


Bahkan kadang Alvero sempat berpikir, jika saja saat itu posisinya bukanlah seorang putra mahkota Gracetian, Alvero yakin Evan tidak akan menyerah terhadap keinginannya terhadap Deanda.


Untuk itu, meski hanya dalam hati, Alvero sendiri mengacungkan kedua jempolnya untuk Evan yang dengan tulus terus mendukungnya meskipun hal itu pasti tidak mudah bagi Evan yang sebenarnya juga memiliki kekuatan besar dengan nama Carsten di belakangnya.


Bagi Alvero, loyalitas dan juga keteguhan hati Evan terhadap janji keluarga Carsten untuk selalu mendukung keluarga Adalvino sebagai raja Gracetian, tidak perlu diragukan lagi.


Itu merupakan salah satu alasan kuat bagi Alvero untuk merangkul Evan menjadi bagian dari keluarga Adalvino, mengikatnya agar mereka berdua saling terkait satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan.


Dan itu hanya bisa dilakukan dengan sebuah aliansi pernikahan antara keluarga Carsten dan keluarga Adalvino, dimana yang menjadi keluarga Carsten adalah pihak laki-laki, apalagi laki-laki seperti Evan, yang juga diakui sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di keluarga Carsten.


Alvero berkata dalam hati sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.


“Terimakasih untuk jamuan makan malam yang lezat ini Yang Mulia Alvero.” Ucapan terimakasih dari Christopher, membuat mau tidak mau Alvero mengalihkan pandangan matanya dari jam di pergelangan tangannya.


“Apa Yang Mulia sedang menunggu kehadiran seseorang malam ini?” Dengan senyum di bibirnya, Christopher bertanya kepada Alvero yang dilihatnya beberapa saat sebelumnya melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


Ternyata putra mahkota Christopher ini cukup awas juga. Sepertinya dia terus mengamati apa yang sedang aku lakukan.


Alvero berkata dalam hati sambil membalas senyuman Cghrsitopher dengan sebuah senyuman tipis.


“Aku harus memastikan kalau semuanya berjalan sesuai dengan waktu yagn telah ditetapkan, karena seperti yang Anda tahu, setelah ini masih ada jadwal pertemuan kita. Aku tidak mau Anda terlambat untuk beristirahat, apalagi Anda baru saja melakukan perjalanan yang cukup jauh hari ini, dan juga sepertinya jadwal Anda juga cukup ketat seharian ini.” Perkataan Alvero yang diucapkannya untuk menyindir Christopher yang tadi siang sibuk melakukan pertemuan dengan pwara wartawan membuat Christopher melebarkan senyumnya.


“Keindahan dan pesona negara Gracetian beserta dengan orang-orang di dalamnya, membuat aku tidak tahan untuk tidak memuji secara langsung Yang Mulia.” Dalih yang disebutkan oleh Christopher membuat Alvero yang sebenarnya masih merasa jengkel dengan tindakan Christopher tadi siang hanya bisa memandang tajam ke arah Christopher, meskipun dari bibirnya Alvero tetap menyunggingkan senyum tipis, sehingga tidak ada yang menyadari apa yang sedang bergejolak dalam hati Alvero.


Deanda, satu-satunya orang yang menyadari perubahan wajah dari Alvero, dengan lembut menepuk tangan Alvero yang ada di atas pahanya, membuat Alvero sedikit menahan nafasnya, merasa sedikit tenang karena dukungan dari Deanda untuknya, meskipun tidak diucapkan melalui kata-kata.


“Terimakasih untuk dukungan Anda terhadap negara Gracetian. Sepertinya sekarang sudah waktunya kita mengakhiri makan malam ini, dan melanjutkan rencana kita selanjutnya.” Alvero berkata sambil kedua tangannya meletakkan sendok dan garpu di piringnya dengan cara terbalik, menunjukkan kode etik istana Gracetian bahwa acara makan malam sudah ditutup oleh Alvero sebagai Raja Gracetian, sehingga yang lain diharapkan juga segera menghentikan kegiatan makan mereka.


“Baik Yang Mulia, aku juga sudah menantikan pembicaraan kita selanjutnya.” Dengan sikap santai, Christopher berkata kepada Alvero.


“Silahkan ikuti aku, untuk melanjutkan jadwal kita selanjutnya.” Alvero berkata sambil bangkit berdiri, dan mulai berjalan keluar dari ruang makan istana setelah memberikan kode kepada Alaya untuk ikut bersama Alvero.


# # # # # # #

__ADS_1


Pembicaraan yang dibuka oleh Alvero setelah mereka semua duduk berkumpul di ruang kerja Alvero, langsung ditanggapi oleh Christopher yang terlihat jelas ingin segera mendapatkan jawaban atas lamarannya terhadap Alaya.


“Jadi, bagaimana tanggapan dari pihak kerajaan Gracetian tentan lamaran yang aku ajukan pada putri Alaya Adalvino? Bisakah aku memboyong putri Alaya ke negara Rofeel untuk menjadi putri mahkota Rodfeel?” Tanpa basa-basi Christopher langsung menyampaikan tujuannya kepada Alvero, seolah-olah dia sedang dikejar oleh waktu.


__ADS_2