Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BALASAN UNTUK ENZO


__ADS_3

“Jadi kapan kamu akan menikah? Kenapa sampai sekarang berita undangan pernikahanmu sedikitpun belum kami terima? Bahkan hanya sekedar gosipnya saja tidak kedengaran di Gracetian.” James bertanya kepada Enzo seolah-olah ingin membalas dendam dengan godaan Enzo tadi, membuat Laurel dan yang lain tersenyum geli, termasuk Alvero yang kali ini bertekad membiarkan James membalas olok-olokan Enzo tadi.


“Haist… sepertinya beberapa menit saja sudah membuatmu berhasil memikirkan cara untuk membalasku.” Enzo berkata sambil mencebikkan bibirnya ke arah James.


“Sudah… jangan mengalihkan pembicaraan, kapan kalian akan menikah? Kamu bisanya cuma menggolok-olok orang lain, tapi kamu sendiri ternyata tidak memiliki kemampuan untuk segera mengikat gadismu.” James langsung membalas perkataan Enzo tanpa ampun.


"Bukannya aku tidak mau secepatnya menikah dengan Melva, sayangnya dia masih butuh waktu menyiapkan segala sesuatunya bersama kaluarganya." Enzo mencoba berkelit, meskipun yang dia katakan sebenarnya adalah kenyataan yang sedang terjadi sekarang.


"Aku kira itu hanya alasanmu saja. Sebagai seorang pangeran Adalvino, dengan kekuasaan dan kekayaanmu, kalau kamu minggu depanpun menikah pastilah bukan hal yang sulit untukmu." Perkataan James membuat Enzo sedikit membeliakkan matanya.


"Enak saja kamu bilang. Keluarga Melva memang ingin menyiapkannya dengan baik. Bagaimanapun Melva adalah anak tunggal di keluarganya, jadi maklum kalau mereka ingin pernikahan yang sempurna untuk Melva. Bukan pernikahan yagn sembarangan...."


"Haist... jangan-jangan itu hanya alasan keluarga Melva untuk menolakmu." Dengan santainya James berkata sambil melirik ke arah Elenora yang terlihat berkali-kali mengulumkan senyumnya melihat suaminya yang terus menerus menyerang Enzo.

__ADS_1


"Ah ya Enzo!" Tiba-tiba saja Laurel ikut angkat bicara.


"Bisa jadi apa yang dikatakan oleh James benar itu. Jangan-jangan diluar sepengetahuanmu, sekarang ini keluarga Melva sedang mempersiapkan calon suami lain buat Melva. Apalagi dari sejarahnya kisah cinta Melva sebelumnya. Sepertinya ayah Melva tidak keberatan jika Melva menikah dengan laki-laki dari kalangan rakyat biasa." Perkataan Laurel membuat yang lain cukup terkejut, tapi juga menahan tawanya karena godaan Laurel, meskipun Enzo tidak percaya, tapi wajahnya terlihat bingung.


"Eh...." Enzo bergumam pelan sambil memandang ke arah Deanda yang memiliki hubungan cukup dengan Melva, berharap Deanda membantunya mematahkan tuduhan Laurel terhadap keluarga Melva.


Tapi sayangnya sambil berusaha keras menahan senyum gelinya, Deanda langsung mengangkat kedua bahunya begitu Enzo melihat ke arahnya.


Enzo memang memiliki sifat ceria dan sedikit masa bodoh dengan apa kata orang. Akan tetapi jika itu sudah ada sangkut pautnya dengan Melva, Enzo akan menjadi sosok pria yang mudah gugup dan sedikit tidak percaya diri, padahal sebagai seorang pangeran Adalvino, selain Evan dan Hugo sebagai duke Gracetian, posisi Enzo memiliki status paling tinggi diantara yang lain, yang bahkan secara aturan baku kerajaan, saat ini Enzo adalah pewaris posisi putra mahkota jika kelak Alvero dan Deanda, Evan dan Alaya tidak memiliki putra kandung.


"Apalagi, ayah Melva tahu dulunya kamu adalah salah satu pangeran yang terkenal playboy. Mana ada orangtua yang rela anaknya menikah dengan playboy sepertimu." James kembali mengatakan sesuatu yang membuat telinga Enzo jadi sedikit panas, dengan dada yang berdetak sedikit lebih kencang karena ada rasa khawatir mulai menyerangnya.


Kata-kata James bagi Enzo terdengar sangat masuk akal meskipun cukup membuat panas hati dan telinganya, karena seperti kata Enzo, julukan playboy memang sudah cukup lama tersemat pada Enzo, karena memang selain kedudukan dan status sosialnya yang tinggi dengan harta yang melimpah, tapi ketampanan dan mudahnya dia bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan membuatnya menjadi idola para gadis, sehingga seringkali kemanapun Enzo pergi akan dikerubuti oleh banyak gadis cantik, meski tidak semua dari mereka Enzo kenal dengan baik.

__ADS_1


Tapi sifat Enzo yang ringan tangan dan sulit untuk menolak keinginan orang lain, membuatnya seringkali terjebak bersama para gadis yang mengejar-ngejarnya dimanapun dia terlihat, sehingga membuat orang menilai bahwa pangeran Adalvino yang satu itu benar-benar playboy.


"Tidak mungkin keluarga Melva setega itu padaku. Mereka tahu aku benar-benar serius dengan Melva....” Enzo berkata dengan suara terdengar ragu.


“Tidak ada jaminan tentang itu. Kamu bisa berkata serius, tapi kalau mereka menilai kamu tidak serius bagaimana? Kalau aku jadi orangtua Melva, tentu saja nama baik anak gadisku sangat penting bagiku. Lebih baik anakku menikah dengan pria yang benar-benar mencintainya daripada seorang pangeran Adalvino yang belum tentu benar-benar bisa menjaga dan menghargai putriku.” Lagi-lagi dengan santainya James berkata sambil meraih tangan Elenora dalam genggaman tangannya, lalu menciumi punggung tangan Elenora dengan bibirnya, seolah sengaja melakukan itu untuk memebuat hati Enzo semakin panas.


"Aduh, jangan membuat pikiranku jadi kacau dong..." Enzo berkata dengan nada memohonnya, membuat yang lain akhirnya tertawa.


“Kenapa pikiranmu kacau? Apa kamu tidak yakin dengan perasaan Melva padamu?” Alvero berkata sambil menatap ke arah Enzo dengan wajah serius.


“Kalaupun kamu tidak yakin, kamu bisa meyakinkannya, setelah kamu menikahinya. Dan seperti kata James, kamu ini terlalu banyak berpikir. Kalau memang dia gadis yang kamu inginkan, segera ikat dia di sampingmu.” Kata-kata Alvero membuat Deanda yang awalnya sedang berbicara dengan Laurel langsung menoleh kaget ke arah Alvero yang langsung menaikkan salah satu sudut bibirnya melihat bagaimana tatapan Deanda yang seolah menegurnya, karena dia mengajarkan hal yang sama kepada Enzo, apa yang dulu pernah dia lakukan pada Deanda.


“Sudahlah, biarkan saja Enzo terus melajang selama yang dia mau, jika dia hanya ingin menjadi penonton seperti sekarang ini. Dia belum tahu enaknya menikah. Ya kan amore mio?” Ornado berkata sambil tersenyum mengejek, sebelum akhirnya dia menciumi wajah Cladia di depan Enzo yang hanya bisa menunjukkan wajah pasrah, yang justru membuat semua yang ada di ruangan itu jadi tertawa geli melihat sikap Enzo.

__ADS_1


Cladia sendiri buru-buru menjauhkan wajahnya dari Ornado sambil menepuk pelan paha suaminya itu, sebagai kode agar dia menghentikan sikap mesranya yang kadang memang kelewat batas meski sedang berada di depan umum, membuat Ornado menghentikan tindakannya, setelah sebelumnya sempat mencuri ciuman di bibir Cladia sekilas, membuat wajah Cladia memerah.


“Ngomong-ngomong, kemana perginya pasangan pengantin baru kita? Alaya dan duke Evan?” Seolah baru sadar kalau ada pasangan yang kurang di tempat itu, Laurel bertanya, karena salah satu tujuan utama kenapa dia mau menunda waktu kepulangannya ke Indonesia dan mampur ke Gracetian adalah untuk bertemu dengan Alaya dan Evan yang berita pernikahannya sempat mejadi trending topic sampai ke Italia, sehingga Ornado langsung mengajak mereka semua untuk datang ke Gracetian waktu itu.


__ADS_2