
"Kalian bertiga! Cek apa yang sudah terjadi di sana!" Pemimpin dari petugas jaga di depan kantor Hugo berkata sambil menunjuk ke arah samping kirinya, dan dengan sigap ketiga rekan yang ditunjuknya langsung berlari ke arah yang ditunjuk oleh kepala tim penjagaan mereka.
"Bug!" Suara tubuh terjatuh dari rekan-rekannya yang tiba-tiba dijegal oleh orang-orang suruhan Ornado membuat kepala pengawal itu segera menyusul ke arah teman-temannya sambil menarik pistol yang ada di pinggang mereka dan mengarahkannya ke depan, bersiap menembakkan timah panas kepada siapapun yang sudah berani menyerang tim mereka.
Tapi belum sempat mereka menarik pelatuk dari pistol yang dipegangnya, salah satu dari anak buah Ornado yang lain, yang sudah mengintai dari jendela bangunan lantai tempat dimana kantor Hugo berada dengan cepat melompat masuk dan menyerang ketiga orang, termasuk kepala tim penjagaan itu dari arah belakang.
Mereka yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan dari arah belakang tentu saja tidak siap dan tidak bisa melawan, sehingga dengan mudah para anak buah Ornado yang lain langsung ikut menyergap dan melumpuhkan mereka, bahkan berhasil menendang pistol mereka jauh-jauh sehingga mereka tidak bisa menjangkauanya lagi.
Meskipun merasakan sakit pada tubuhnya karena terjatuh, tiga orang yang sebelumnya terjegal itu berusaha untuk melawan tim Ornado.
Sayangnya, dengan keahlian tempur mereka yang berada jauh di bawah tim Ornado yang sudah benar-benar sudah terlatih, tanpa perlu menunggu lama mereka bertiga juga berhasil dilumpuhkan dengan mudah.
Dengan cepat mereka mengikat semua tangan penjaga perkantoran Hugo tersebut dengan kedua tangan di belakang dan diikat satu dengan yang lain sehingga sulit untuk saling melepaskan diri, apalagi kedua kali mereka juga diikat dan mulut mereka disekap.
"Waktu kalian hanya 15 menit untuk masuk ke dalam kantor duke Hugo dan mencari apa yang mungkin bisa menjadi petunjuk kejahatannya. Kalian harus cepat karena 15 menit lagi ada jadwal patroli dari bagian security kantor. Aku tidak mau kalian menghabiskan banyak waktu untuk meladeni mereka. Masih banyak yang harus kalian lakukan setelah ini." Ornado segera memberikan perintah selanjutnya begitu melihat para pengawal Hugo sudah berhasil dilumpuhkan oleh anggota timnya.
"Baik Tuan." Dengan gerakan cepat, melalui tangannya, pemimpin dari tim Ornado langsung bergerak cepat masuk ke dalam ruangan Hugo, setelah salah satu dari anggota tim yang lain, menggunakan sepotong kawat untuk membuka pintu kantor Hugo itu.
__ADS_1
Begitu masuk ke dalam, pemimpi tim yang melakukan penyusupan itu segera menggerakkan jari telunjuknya, menunjuk pada 3 arah yang berbeda untuk mereka mulai menyebar dan mencari-cari sesuatu yang bisa menunjukkan bukti kejahatan Hugo, sedang dia sendiri menuju arah lain.
Dengan gerakan cepat namun juga hati-hati untuk tidak menimbulkan suara, mereka sibuk mencari-cari, termasuk brankas Hugo yang juga berhasil mereka bobol dengan bantuan peralatan canggih yang mereka hubungkan pada bagian pintu brankas agar mereka bisa menebak kombinasi angka yang dibuat Hugo untuk mengunci brankas itu.
Saat pintu brankas terbuka, mereka hanya bisa menghela nafas panjang begitu melihat dalam brankas itu kosong, tidak ada apapun yang berhasil mereka tamukan.
"Kami tidak berhasil menemukan apapun di dalam brankas Tuan. Sepertinya di ruangan ini tidak ada satupun tanda-tanda adanya sesuatu yang bisa menunjukkan bukti kejahatan duke Hugo." Melihat itu pemimpin tim penyusup itu segera melaporkan penemuan emreka pada Ornado, yang dari wajahnya tetap terlihat tenang.
"Tidak masalah. Sekarang keluar saja dari ruangan itu dan selesaikan tugasmu selanjutnya."
"Baik Tuan."
"Kenapa Evan?" Ornado langsung bertanya sambil menatap lurus ke arah Evan yang terlihat sedang menyipitkan matanya.
"Tolong minta orangmu kembali ke meja kerja Hugo." Meskipun Ornado tidak mengerti kenapa Evan ingin mereka mendekati meja kerja Hugo yang terlihat tidak ada sesuatu yang mencurigakan di sana, Ornado tetap meminta mereka untuk melakukan keinginan Evan.
Evan sendiri sengaja meminta hal itu kepada Ornado karena dia melihat suatu benda yang tidak asing di atas meja Hugo, meskipun sebagian besar dari benda itu tertutup tumpukan kertas yang ada di atasnya.
__ADS_1
"Tim Eagle, tolong kembali dan fokus pada meja kerja duke Hugo." Ornado berkata dengan matanya yang kembali mengamati pergerakan yang terjadi di kantor Hugo melalui kamera.
"Suruh mereka berhenti di dekat tumpukan kertas yang ada di bagian atas meja kerja." Evan berkata dengan mata terus menatap layar komputer di depannya tanpa berkedip, membuat suasana tegang semakin bertambah.
"Tim Eagle, stop di ujung sebelah utara meja kerja duke Hugo." Ornado segera memberikan perintahnya kembali.
"Tuan Ornado, kami sudah memerikasa tumpukan kertas itu. Tidak ada yang bisa menunjukkan bukti kejahatan duke Hugo." Kepala tim penyusup itu langsung menjelaskan kepada Ornado.
"Apa yang kamu inginkan untuk mereka lakukan untukmu?" Ornado langsung bertanya kepada Evan.
"Minta mereka menyingkirkan tumpukan kertas itu ke sisi lain meja itu. Aku ingin melihat yang ada di bagian bawah tumpukan kertas itu." Evan langsung menjawab pertanyaan dari Ornado, yang meskipun merasa aneh dengan permintaan Evan tetap saja memberikan perintah pada anak buahnya, sesuai dengan permintaan Evan.
Begitu tumpukan kertas itu dipindahkan dari tempatnya, tampak sebuah pena yang terlihat begitu indah, terbuat dari emas dan ada hiasan berupa permata asli di bagian atas pena itu.
"Tolong minta mereka mengambil pena itu dan membawanya padaku." Evan berkata sambil menahan nafasnya, membuat Ornado kembali memerintahkan anak buahnya untuk melakukan permintaan Evan.
Meskipun aku belum yakin tentang pena yang sepertinya aku kenal itu.... Jika benar-benar pena itu adalah pena yang aku kenal, sepertinya aku tidak bisa membiarkan duke Hugo berkeliaran lagi di wilayah kerajaan Gracetian dengan bebas dan tetap menyandang gelar kebangsawanannya.
__ADS_1
Evan berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang, dengan tatapan mata yang terlihat sayu.