
“Kalau begitu, kita sepakat kalau bulan depan pesta pertunangan antara duke Evan dan putri Alaya kan dilaksanakan di istana. Dan besok kita akan umumkan secara resmi kepada publik tentang rencana pertunangan mereka berdua.” Kata-kata Alvero, membuat Alaya yang sedari tadi lebih banyak diam, semakin terdiam, sibuk dengan rencananya untuk membuat Evan membatalkan rencana pertunangan mereka.
Dan kalau saja memungkinkan, Alaya ingin semua itu terjadi sebelum pengumuman resmi dari situs milik istana Gracetian benar-benar mengupload berita tentang waktu pertunangan dan pernikahannya di dunia maya.
Larena yang mendengar pengumuman dari Alvero, menggerakkan tubuhnya, berniat untuk menyampaikan protesnya kepada Alvero.
Akan tetapi, dengan sigap tangan Vincent langsung menahan pergerakan tubuh dari Larena dengan menggenggam erat tangan istrinya itu.
Melihat tindakan Vincent, dengan wajah bertanya-tanya, Larena langsung memandang ke arah Vincent yang langsung memberikan kode melalui gelengan kepalanya.
__ADS_1
“Alvero pasti sudah mempertimbangkannya dengan baik.” Vincent langsung berbisik pelan untuk menenangkan Larena, yang sudah begitu hafal dengan karakter Alaya yang pasti akan mencari gara-gara untuk membuat rencana perjodohannya dengan Evan dibatalkan.
“Tapi Alaya tidak akan menyerah begitu saja…. Aku takut dia akan mempermalukan keluarga Adalvino di depan keluarga Carsten. Bagaimanapun, keluarga Carsten tidak bisa dianggap remeh. Tidak baik kalau keluarga Adalvino menyinggung keluarga Carsten. Dampaknya akan buruk bagi kerajaan Gracetian.” Larena membalas bisikan dari Vincent dengan tidak kalah pelannya, membuat Vincent menahan nafasnya untuk beberapa saat.
“Kamu tidak perlu khawatir, sejak duke Evan menyatakan setuju untuk menikahi Alaya, aku yakin duke Evan sudah melakukan penyelidikan tentang sifat dan kebiasaan Alaya. Dia pasti siap dan bisa menghadapi anak gadis kita yang memang sedikit ceroboh dan suka terburu-buru itu.” Vincent berkata sambil menepuk-nepuk lembut punggung tangan Laarena yang saling bertaut dengan tangannya yang lain, saling menggengggam dengan erat, menunjukkan rasa khawatirnya.
“Bukan sedikit, tapi dia benar-benar ceroboh dan suka terburu-buru dalam bertindak, tidak mau berpikir panjang dan jauh ke depan, dia juga masih begitu muda dan labil, mudah sekali terpancing emosinya.” Larena berbisik pelan kembali.
“Kita tidak perlu saling menyalahkan. Benar katamu, Alvero maupun duke Evan pasti sudah mempersiapkan dan memikirkan dengan baik apa yang akan terjadi ke depannya. Mereka adalah para pemimpin yang cerdas dan hebat. Semoga semuanya baik-baik saja sesuai dengan harapan kita.” Larena mengakhiri kata-katanya dengan wajah berharap apa yang dikatakannnya barusan benar-benar terjadi.
__ADS_1
“Jadi… semuanya sudah ditetapkan hari ini, aku ingin kedua keluarga besar kita bisa bekerjasama dengan baik untuk menyiapkan pertunangan dan juga acara pernikahan dari duke Evan dan putri Alaya. Seperti kita semua yang hadir di sini tahu, pernikahan emreka akan menjadi tonggak sejarah yang baru bagi kerajaan Gracetian, karena pernikahan mereka menyatukan keluarga Carsten dan keluarga Adalvino. Dengan bersatunya dua keluarga kita, aku yakin kita bersama-sama akan semakin kuat dalam membangun dan mengembangkan kerajaan Gracetian.” Kata-kata Alvero ditanggapi dengan sebuah senyuman dan anggukan kepala oleh semua yang hadir, tentu saja kecuali Alaya yang sedang merencanakan sesuatu dalam hatinya untuk membatalkan perjodohannya dengan Evan.
Ini benar-benar gawat! Di acara penyuguhan teh untuk duke Evan, aku harus benar-benar membuat duke Evan merasakan pembalasanku, dan berpikir ulang untuk menjadikanku pengantinnya. Aku akan menunjukkan padanya melalui teh itu bahwa aku sudah menolaknya mentah-mentah. Aku harap dia mengerti dengan sikap yang aku ambil melalui the itu, sehingga sebelum acara pertemuan kedua keluarga besar ini berakhir, duke Evan mengumumkan pada semuanya kalau dia ingin membatalkan rencana pernikahan kami.
Alaya berkata dalam hati sambil berharap Evan akan kecewa padanya, dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.
“Karena semuanya sudah diputuskan, setelah ini kita akan menikmati makan siang bersama. Tapi sebelum itu, kita akan memberikan kesempatan kepada putri Alaya untuk menyeduh dan menuangkan teh untuk duke Evan.” Perkataan Alvero yang tidak ditanggapi oleh Alaya yang sedang melamun, langsung membuat Enzo yang duduk di samping Alaya, menggerakkan kakinya yang ada di bawah meja ke kaki Alaya, agar Alaya tersadar dari melamunnya.
“Teh…” Begitu Alaya memandang ke arah Enzo yang barusan menendangnya, Enzo langsung menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara untuk memberitahukan kepada Alaya kalau sudah waktunya untuk dia menuangkan dan menyuguhkan teh untuk Evan.
__ADS_1
Ooo, ternyata sudah waktunya untuk menyuguhkan teh dan memberikan pelajaran buat duke Evan. Sekarang kesempatanku untuk membalas tindakannya yang dengan seenaknya tiba-tiba mempercepat rencana waktu pertunangan dan pernikahan kami, padahal jelas-jelas aku tidak mau menikah dengannya. Aku akan membuatnya jera dan menyesal sudah menerima rencana perjodohan ini.
Alaya berkata dalam hati sambil tersenyum sinis di dalam hati, tanpa berani menunjukkan di wajahnya, karena saat ini, semua mata sedang tertuju padanya, termasuk Evan yang sedang memandanginya dengan senyum manis di wajahnya.