
“Kenapa dengan wajah cantikmu Alaya?” Enzo yang awalnya duduk cukup jauh dari Alaya, tiba-tiba saja mengambil posisi duduk di dekat Alaya dan langsung bertanya karena sejak dia datang, dia melihat Alaya tidak banyak bicara dan wajahnya terlihat tidak ceria.
Padahal biasanya Alaya adalah salah satu orang yang membuat suasana di meja makan menjadi ceria dengan setiap cerita atas pengalamannya selama hidup diluar istana.
Dan biasanya, Enzo adalah orang yang seringkali menimpali kata-kata Alaya, sehingga suasana terasa semakin hangat.
“Eh, Kak Enzo, memang kenapa dengan wajahku?” Alaya bertanya sambil memandang ke arah Enzo, mencoba untuk tersenyum.
“Ist, wajahmu benar-benar seperti induk ayam kehilangan anaknya. Kenapa? Ada masalah apa? Padahal aku baru 3 hari tidak ikut acara makan di istana karena sibuk dengan persiapan acara pernikahanku dengan Melva, kamu sudah berubah seperti ini.” Enzo berbisik pelan ke arah Alaya yang terlihat sedang memandang ke sekelilingnya.
“Lebih baik Kak Enzo ikut denganku keluar sebentar.” Alaya berkata sambil meraih tangan Enzo, dan menariknya keluar.
Tindakan Alaya sempat membuat beberapa orang termasuk Deanda memandang ke arah Alaya dengan wajah bertanya-tanya, tapi Alaya dengan sikap tidak perduli tetap mangajak Enzo untuk keluar dari ruang makan istana.
“Eh, memang benaran ada peristiwa besar yang sudah terjadi ketika aku di Renhill?” Enzo yang mengikuti langkah-langkah lebar dari Alaya untuk keluar dari ruang makan kembali bertanya kepada Alaya yang menoleh ke belakang, untuk memastikan pembicaraan mereka selanjutnya tidak bisa di dengar oleh orang lain yang sedang berada di dalam ruang makan tersebut, bahkan tidak bisa didengar oleh Erich dan Ernest yang tampak berjaga dengan sikap sigap di pintu masuk ruang makan tersebut.
“Hah… aku sedang dalam masalah besar Kak Enzo.”
__ADS_1
“Lho, ada masalah apa? Kenapa Alvero tidak mengatakan apa-apa kalau memang sedang ada masalah di istana?” Enzo bertanya dengan wajah terlihat kaget, karena biasanya, dia merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang akan mendengar langsung dari Alvero jika ada sesuatu yang terjadi di istana.
Seperti ketika Alvero memutuskan untuk menikah dengan Deanda, dia menjadi orang yang diinfo oleh Alvero sebelum yang lainnya.
Bahkan tentang kelainan Alvero yang tidak dapat bersentuhan dengan wanita kala itu, Enzo adalah satu-satunya pangeran yang tahu tentang hal itu, yang bahkan Vincent sebagai papa kandungnya pun tidak tahu menahu tentang masalah itu.
“Cepat ceritakan padaku Alaya, apa yang terjadi selama aku tidak ada di kota Tavisha?” Dengan tidak sabaran Enzo segera meminta Alaya menceritakan tentang apa yang sudah terjadi selama 3 hari ini dia tidak ada di kota Tavisha.
“Aku dilamar oleh putra mahkota Christopher dari kerajaan Rodfeel.”
“Maaf… aku hanya bercanda. Aku rasa Alvero tidak akan setuju, karena meskipun sistem di negara kita sama-sama kerajaan monarki absolut, tapi di kerajaan Rodfeel, kehidupan pernikahan memperbolehkan adanya selir, yang pasti tidak sesuai dengan sistem pernikahan di kerajaan Gracetian.” Enzo langsung berkata dengan senyum yang sengaja dibuat semanis mungkin di wajahnya, mencoba menghibur Alaya.
“Kak Alvero memang tidak setuju.” Alaya berkata pelan tanpa semangat di wajah cantiknya.
“Kalau begitu… semuanya aman terkendali kan? Lalu kenapa wajahmu terlihat tidak bahagia seperti itu?” Dengan santai Enzo langsung membalas kata-kata Alaya.
“Masalahnya, kalau ingin menolak lamaran itu, kak Alvero harus menyiapkan alasan yang terbaik, yang sebisa mungkin tidak menyinggung pihak kerajaan Rodfeel.”
__ADS_1
“Alvero yang cerdas, pasti sudah memiliki rencana terbaik untuk itu.”
“Tapi aku tidak suka dengan rencana kak Alvero.”
“Lho? Sudah ada rencana Alvero? Apa dia akan mengajukan putri lain sebagai gantimu dengan alasan kamu masih terlalu muda? Atau kamu belum terbiasa hidup sebagai putri? Belum mengerti tata krama istana, sehingga takut mempermalukan mereka?”
“Memangnya bisa lamaran dialihkan kepada orang lain?” Alaya langsung bertanya kepada Enzo.
“Bisa saja sih… selama mereka bersedia menerima penawaran itu. Tapi setahuku, Alvero tidak pernah tertarik memiliki hubungan khusus dengan kerajaan Rodfeel. Dan untuk membuat hubungan itu menjadi istimewa, pihak kerjaan Rodfeel memang harus meminta putri keturunan Adalvino. Dan untuk saat ini, kamu adalah satu-satunya putri keturunan Adalvino yang paling memungkinkan.” Enzo menghentikan perkataannya sebentar.
“Karena kamu adalah keturunan Adalvino sekaligus adik kandung dari Alvero sebagai raja Gracetian. Jadi posisimu sekarang benar-benar istimewa bagi kerajaan Rodfeel.” Enzo melanjutkan bicaranya sambil menghela nafas panjang, mencoba membantu memikirkan apakah ada jalan lain untuk menolak lamaran dari kerajaan Rodfeel tanpa membuat keributan.
“Kak Alvero sudah punya rencana lain. Dia berniat mengatakan pada pihak mereka bahwa aku sudah memiliki hubungan serius dengan salah satu pria bangsawan dari Gracetian.” Mata Enzo langsung berbinar mendengar perkataan Alaya.
“Wah…. Alvero benar-benar cerdik. Jadi siapa orang yang ditetapkan oleh Alvero untuk berpura-pura menjadi pasanganmu?”
“Masalahnya ini bukan sekedar pura-pura, tapi kak Alvero serius, ingin menjodohkanku dengannya. Sungguh menyebalkan, aku tidak mau hidupku diatur-atur seperti itu, Aku mau menemukan sendiri pria yang aku cintai dan menikah dengannya, bukan karena dipaksa dengan perjodohan semacam ini.” Alaya berkata dengan nada suara terdengar kesal.
__ADS_1