Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA MENGHADAPI CHRISTOPHER


__ADS_3

"Hah! Masalah itu ya?" Alaya berkata dengan acuh tak acuh.


"Memang apa yang bisa aku lakukan? Bukankah yang menerima pemberitahuan lamaran itu adalah kak Alvero? Jadi sekarang aku percayakan pada kak Alvero untuk menyelesaikan semuanya dengan baik." Alaya kembali berkata sambil meringis.


"Lho, ini kan tentang kamu, bukan tentang aku. Jadi kamu juga harus ikut memikirkan apa yang harus kita lakukan saat putra mahkota Christopher datang kemari 3-4 hari kemudian." Alvero langsung membalas perkataan Alaya yang terlihat tidak perduli dengan kabar kedatangan Christopher ke Gracetian, padahal itu pasti berkaitan erat dengan keinginannya untuk mendapatkan jawaban atas lamarannya.


"Yang Mulia Alvero, bukankah Yang Mulia sudah mengaturkan semuanya dengan baik? Yang Mulia dengan bijaksananya sudah menunjuk duke Evan sebagai pemeran pengganti dalam pertunjukan kali ini. Jadi, saya lebih baik permisi terlebih dahulu, agar Yang Mulia memiliki kesempatan untuk mengatur dengan baik jalannya drama yang akan ditayangkan." Dengan santainya Alaya berkata dengan sikap memberikan tanda pernghormatan pada Alvero yang terlihat sedikit mengatupkan gerahamnya karena gemas dengan tingkah dan kata-kata Alaya.


“Kedatangan putra mahkota Christopher bertepatan dengan perginya duke Evan ke perbatasan.” Perkataan Alvero membuat Alaya meringis.


“Lalu apa hubungan antara putra mahkota Christopher dan kepergian duke Evan?” Alaya langsung bertanya pada Alvero.


“Tentu saja berhubungan sekali. Karena kalau benar putra mahkota Christopher ingin menanyakan jawaban tentang lamarannya denganmu, aku harus memberitahukannya tentang rencana pertunanganmu dengan Evan. Dan kabar buruknya, pertunangan itu sepertinya harus dipercepat jika kita ingin membuat putra mahkota Christopher mengerti dan menyerah dengan keinginannya yang tidak mungkin kita penuhi.” Mata Alaya langsung melotot mendengar rencana Alvero.


Dalam waktu 10 hari lagi (yang bagi Alaya sudah waktu yang sangat singkat dan membuatnya frustasi), kedua keluarga Adalvino dan Carsten akan membahas rencana hari dan waktu pertunangan antara dia dan Evan saja sudah membuat Alaya begitu stress, dan sekarang dia harus menerima kenyataan kalau kedatangan Christopher bisa saja membuat rencana pertunangan itu dipercepat.


Benar-benar gila! Kenapa sih dengan si Krisis itu? Aku benar-benar ingin bertemu dengannya untuk bisa menghajarnya.

__ADS_1


Alaya berkata dalam hati dengan begitu kesal, sampai dia menyebutkan nama panggilan Chrsitopher dengan sebutan krisis. Akan tetapi dahi Alaya langsung mengernyit begitu dia menyadari sesuatu.


Hadeh… kalau keinginanku untuk segera bertemu si Krisis situ benar-benar tercapai, berarti akan semakin cepat juga rencana pertunanganku dengan Duke Evan? Padahal aku ingin segera bertemu dengan si Krisis kenapa dia harus melamarku, padahal aku dan dia tidak saling mengenal. Aku benar-benar ingin segera tahu apa alasannya memilihku. Akh…. Benar-benar seperti buah simalakama buatku.


Alaya berteriak dalam hati begitu sadar apapun yang terjadi, pilihannya sungguh tidak enak baginya.


“Sebaiknya kamu bersiap untuk itu. Aku tahu kamu masih tidak terima dengan keputusan tentang perjodohanmu dengan duke Evan. Tapi itu adalah pilihan terbaik untuk saat ini.” Alvero yang tahu pasti dengan respon yang ditunjukkan Alaya selama beberapa waktu ini menunjukkan bagaimana penolakan Alaya terhadap Evan, berusaha untuk menenangkan hati adiknya itu.


Alvero tahu keputusannya untuk menjodohkan Alaya dengan Evan, selain untuk menolak secara halus lamaran putra mahkota Christopher dan menghindari pertikaian antara dua negara besar, dengan pernikahan Evan dan Alaya, posisinya sebagai Raja Gracetian akan semakin kokoh.


Apalagi Larena juga menyatakan kalau selama ini Alaya belum memiliki seorang laki-laki yang dekat dengannya, yang membuatnya tertarik sebagaimana wanita tertarik pada pria, sehingga Larena yang juga cukup mengenal keluarga Carsten juga tidak merasa keberatan jika Alaya mencoba menjalin hubungan dengan Evan.


Selain itu, Alexis yang juga mengenal baik kedua orangtua Evan, termasuk almarhum papa Evan, ikut merasa senang setelah mendengar rencana perjodohan antara Evan dan Alaya, sehingga untuk saat ini Alaya benar-benar merasa tidak ada seorangpun yang mendukungnya untuk terang-terangan menolak Evan.


“Kalau begitu, apa itu artinya… kalau putra mahkota Christopher sudah menyerah tentang aku dan dia sudah menetapkan pilihan pada gadis lain, suatu ketika, di masa depan, aku bisa memutuskan hubunganku dengan duke Evan?” Meskipun dengan sikap ragu, akhirnya Alaya menanyakan hal yang membuat hatinya terasa mengganjal itu.


Alaya berharap jika perjodohannya dengan Evan hanyalah sekedar untuk membuat Christopher menyerah, dia tidak keberatan jika sementara harus pura-pura menjalin hubungan dengan Evan.

__ADS_1


“Alaya, kamu tahu pertunanganmu dengan duke Evan adalah hal serius, karena melibatkan dua keluarga bangsawan paling berpengaruh di Gracetian, keluarga Adalvino, dan keluarga Carsten. Dua keluarga besar dengan pengaruh dan memiliki kekuatan yang juga sangat besar. Pertunanganmu dengan duke Evan, adalah sesuatu yang sangat serius. Begitu pengumuman tentang pertunanganmu dan duke Evan diumumkan ke rakyat Gracetian, itu artinya, kalian berdua akan langsung menjadi sorotan masyarakat.” Alvero langsung menyanggah perkataan Alaya, tanpa berani mengungkapkan tentang janjinya pada Evan, yang membuat Evan berhak penuh dalam memutuskan hubungan mereka, dan hanya Evan yang bisa membatalkan hubungan itu.


“Hah, ternyata sungguh merepotkan menjalin hubungan dengan orang yang berpengaruh besar seperti duke Evan.” Alaya berkata dengan sikap kesal.


Kalau begitu, biar aku sendiri yang memikirkan cara supaya duke Evan akhirnya menolakku, tentunya aku juga harus memikirkan cara untuk menolak si Krisis juga. Dari kehidupan rakyat biasa menjadi seorang putri, ternyata sungguh merepotkan. Apa Cinderella juga mengalami hal seperti ini ya?


Alaya berkata dalam hati tanpa menyadari kalau Alvero sedang memandanginya, mencoba menyelidiki apa yang sedang dipikirkan Alaya, karena Alvero yang mulai mengenal baik Alaya meskipun mereka belum lama dipertemukan, Alvero bisa menebak kalau adik kandungnya itu pasti sedang merencanakan sesuatu di otaknya.


“Alaya, lebih baik kamu beritahukan kepada duke Evan untuk rencana kedatangan putra mahkota Christopher.” Perkataan Deanda membuat Alaya menarik nafas panjang.


“Tidak Kak Deanda, biar kak Alvero saja. Aku tidak mau terlalu banyak berkomunikasi dengan duke Evan.” Alaya langsung menolak ide Deanda.


“Alaya, kata kakakmu Deanda itu benar, mulai sekarang kamu harus belajar menjalin komunikasi dengan duke Evan yang akan segera menjadi suamimu. Apalagi kedatangan putra mahkota Rodfeel, seperti yang aku aktakan tadi bisa-bisa membuat rencana pertunangan atau bahkan pernikahan kamu dan duke Evan dipercepat. Evan harus tahu tentang itu, sehingga dia juga harus bersiap untuk itu.” Alvero langsung mendukung dan memperjelas perkataan Deanda.


Apa maksudnya itu? Aku tidak mau menikah dengan duke Evan! Aku tidak mau terjebak hidup bersama dengannya! Tidak akan pernah mau! Lebih baik aku tidak menikah daripada menikah dengannya! Bagaimanapun caranya, aku harus membuat duke Evan menjauhiku!


Alaya langsung berteriak keras dalam hati begitu mendengar perkataan Alvero.

__ADS_1


__ADS_2