
“Beberapa orang sedang terpikirkan olehku sekarang. Orang yang selama ini menjadi pihak oposisi kerajaan secara sembunyi-sembunyi, adalah orang yang akan paling tidak suka dengan kabar pernikahan duke Evan dan Alaya. Dan aku yakin, saat ini mereka sengaja melakukan hal itu, menggiring opini publik agar mempertanyakan rencana pernikahan duke Evan dan putri Alaya untuk membuat recana pernikahan ini gagal.” Alvero berkata sambil menghembuskan nafasnya dengan sedikit keras.
(Oposisi adalah pihak, tokoh, partai, atau koalisi partai yang berada di luar pemerintahan dan bertentangan secara ideologi atau kebijakan dengan pemerintahan.
Oposisi dapat menjadi partai pemerintah, dengan bergabung pada koalisi pemerintah atau memenangkan pemilihan umum sehingga menggantikan partai pemerintah. Begitu pula partai pemerintah dapat menjadi oposisi ketika kalah pemilihan umum.
Di Indonesia, sistem politik dengan oposisi sangat kuat pada masa Demokrasi Liberal (1950-1959). Partai besar masa iu seperti PNI, Masyumi, NU, Persis, dan PSI bergantian menjadi partai pemerintah dan oposisi.
Oposisi dan partai pemerintah biasanya bersifat berkebalikan dalam ideologi atau kebijakan. Misalnya, berfaham sekuler dengan religius, berfaham konservatif dengan liberal, berfaham intervensionis dengan isolasionis, dan sebaliknya.
Pada negara dengan sistem dua-partai, seperti di Amerika Serikat, oposisi hanya terdiri dari satu partai. Namun dalam sistem multipartai, dengan pemilihan yang bersifat proporsinal, maka oposisi biasanya terdiri dari banyak partai.
Pada negara dengan sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris, pemimpin partai atau koalisi partai oposisi terkadang disebut “perdana menteri bayangan” (“Shadow prime minister”).
__ADS_1
Pada pemerintahan yang bersifat totaliter, atau dipimpin oleh diktator, maka tidak terdapat oposisi. Hal ini karena semua pihak yang menentang pemerintahan akan diberangus dengan tokohnya dipenjara atau diasingkan).
Di Gracetian yang merupakan negara dengan sistem monarki absolut, membuat pihak oposisi tidak berani terang-terangan menyatakan siapa mereka sebenarnya, dan hanya berani menentang pemerintah dengan cara-cara yang tidak mencolok, tidak menyerang secara langsung agar mereka tidak benar-benar dikejar dan dipenjarakan oleh pihak kerajaan karena dicap sebagai pengkhianat.
Karena mereka bersikap pengecut, salah satu cara mereka untuk menunjukkan bahwa mereka menentang pemerintahan di Gracetian, yaitu dengan menyebarkan berita yang bisa membuat hati rakyat bergejolak, dan jika saja mungkin membuat rakyat tidak lagi percaya dengan kemampuan pemerintah yang ada sekarang untuk menjalankan peran serta fungsinya sebagai pemimpin, dengan harapan mereka bisa menggantikan posisi pemimpin yang sah saat ini setelah berhasil membuat rakyat memberontak terhadap pemerintahan yang ada saat ini.
“Sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah besar kalau saja Alaya dalam kondisi sehat, dan benar-benar bisa melakukan konferensi pers bersama dengan duke Evan, untuk menentang semua tuduhan tidak beralasan mereka. Kemunculan Alaya akan membungkam semua mulut nyiyir dari para anggota kelompok oposisi itiu. Tapi sayangnya, seperti yang kita tahu, kondisi kesehatan putri Alaya tidak memungkinkan untuk dia bersama duke Ecan bisa melakukan klarifikasi di depan umum untuk saat ini.” Perkataan Alvero membuat Erich terdiam, dan ikut bingung memikirkan jalan keluar dari masalah Evan dan Alaya yang tiba-tiba saja merebak kemana-mana seperti ini.
“Aku yakin, jika duke Evan mendengar tentang hal ini, dia dan orang-orang kepercayaannya juga tidak akan tinggal diam, jadi aku yakin kita bisa segera menuntaskan masalah ini karena kemampuan duke Evan, kita tidak perlu meragukannya lagi. Dan kamu bsia hubungi pangeran Enzo. Dia tidak pernah mau terlibat dengan masalah politik dan kerajaan, tapi bukan berarti dia tidak tahu apa-apa. Pergaulan luasnya membuat dia memiliki banyak informan. Dan aku yakin informan yang dia miliki mungkin akan membantu mempercepat tugasmu.” Alvero kembali melanjutkan bicaranya kepada Erich yang di seberang sana langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat, meskipun tidak berhadapan langsung dengan Alvero sebagai tuannya.
“Baik Yang Mulia.” Dengan suara terdengar tegas Erich langsung menjawab Alvero.
“Aku akan segera memikirkan jalan keluar terbaik untuk masalah ini. Aku dan duke Evan akan membicarakan tindakan tepat bagaimana untuk membuat opini publik kembali mendukung rencana pernikahan keluarga Adalvino dan Carsten.” Alvero berkata sambil menahan nafasnya sebentar, memutar otaknya dengan cepat, memikirkan cara terbaik untuk mengatasi masalah yang timbul sekarang.
__ADS_1
“Kalau begitu segera laksanakan perintahku, karena sekarang aku harus segera membicarakan hal ini dengan duke Evan, yang mungkin sedang sibuk memikirkan kondisi putri Alaya, sehingga belum mendapatkan info ini.” Setelah mengatakan itu, Alvero segera mengkahiri panggilan teleponnya dengan Erich.
Begitu menyelesaikan panggilan teleponnya, Alvero berjalan dengan langkah-langkah lebar ke arah pintu untuk menemui Evan kembali.
“Yang Mulia….” Baik Deanda maupun Danella segera menyapa Alvero begitu terlihat sosok Alvero menyembul keluar dari pintu ruang kerja pribadi Evan.
Sedang Evan sendiri, tampak sedang sibuk menerima panggilan telepon dari Sam, yang ternyata juga seperti Erich, memberitahukan kepada Evan apa yang sedang terjadi di luar sana.
Untuk beberapa detik Alvero berdiri di tempatnya menunggu Evan yang segera mengakhiri panggilan teleponnya dengan Sam begitu melihat sosok Alvero.
“Yang Mulia Alvero….” Evan menyebutkan nama Alvero dengan sikap sopan dan hormat, yang langsung dibalas dengan sebuah anggukan kepala oleh Alvero.
“Sepertinya kamu juga sudah mendengar kabar tentang apa yang sedang terjadi tentang hubunganmu dengan Alaya.” Alvero berkata sambil kembali melangkah masuk ke ruang kerja pribadi miik Evan itu, diikuti oleh Deanda, Danella dan juga Evan yang langsung menutup kembali pintu ruangan itu begitu mereka berempat sudah masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1