Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BERSIAP UNTUK PENYERGAPAN


__ADS_3

“Mmm…. Ada Evan yang ikut denganku. Itu lebih baik daripada kamu sendiri yang harus turun tangan Alvero.” Ornado berkata sambil menatap ke arah Alvero, menunggu tanggapan dari Alvero tentang idenya.


“Benar kata Ornado, kamu sebagai raja Gracetian, tidak perlu turun tangan lansung terhadap masalah duke Hugo. Aku sebagai duke, memang ada kepentingan dalam hal ini. Meskipun bukan orang-orang dekatku yang menjadi korban kekejamannya, tapi aku sebagai duke yang bertanggung jawab terhadap keamanan Gracetian, memiliki tugas dan tanggung jawab untuk ikut menangani kasus ini.” Evan memberikan penjelasan yang memperkuat ide Ornado.


“Tapi kamu dan Alaya masih dalam suasana bulan madu, apa perlu kamu ikut kesana juga?” Pertanyaan dari James membuat Ornado tersenyum tipis.


“Justru itu, rakyat akan semakin bersimpati dan mendukung pihak kerajaan karena melihat bagaimana Evan yang selalu siap menangani masalah yang ada dalam kerajaan. Apalagi beberapa dari mereka masih meragukan pernikahan Evan dan Alaya, termasuk duke Hugo. Jadi kita akan memberikan kejutan yang manis untuk kado kepada duke Hugo, sebelum dia benar-benar harus menebus setiap kesalahannya.” Ornado berkata dengan sikap tenang.


“Setelah semuanya selesai, kita akan biarkan Evan dan Alaya tampil di depan umum dan memebrikan pernyataan resminya tentang pernikahan mereka. Aku yakin, itu akan menjadi pukulan keras bagi mereka yang berharap bahwa pernikahan kalian berdua hanyalah sebuah settingan belaka. Ditambah dengan pemberitaan ditangkapnya duke Hugo dengan segala bukti kejahatannya. Aku yakin pihak-pihak lain yang pernah melakukan kejahatan sejenis dengan duke Hugo, akan berpikir puluhan kali untuk terus melanjutkan kejahatan mereka.” Ornado kembali berkata sambil berjalan menuju pintu keluar.


Akan tetapi baru tiga langkah, Ornado langsung menoleh dan melihat ke arah Evan dan yang lain, yang tetap berdiri diam di tempatnya.


“Heiii… Evan…. Apalagi yang kamu pikirkan? Ayo kita babat habis duke Hugo dan para pengikutnya.” Ornado berkata sambil menggerakkan kepalanya ke samping, memberi tanda kepada Evan agar segera menyusulnya.

__ADS_1


“Ad!” Panggilan Alvero membuat Ornado menghentikan niatnya untuk kembali berjalan keluar dari ruangan itu.


“Aku akan meminta Erich dan Ernest ikut denganmu. Kali ini jangan menolak rencanaku untuk kedua pengawalku itu menemani kalian menyerbu kediaman duke Hugo.” Alvero berkata sambil menahan nafasnya sejenak.


“Oke, jika itu membuatmu merasa lebih baik. Aku pergi sekarang.” Ornado berkata sambil tersenyum kecil.


“James, tolong jaga Cladia untukku, dan jangan biarkan dia khawatir dengan kepergianku. Aku akan baik-baik saja dan segera kembali padanya dengan membawa keberhasilan.” Ornado berkata sambil mengacungkan jempol tangan kanannya ke arah James yang meskipun begitu ingin ikut bersama Ornado, tapi pada akhirnya memutuskan untuk tidak ikut karena alasan ada rencana penting lain malam ini bersama Elenora yang sudah dia impi-impikan beberapa waktu ini, karena adanya tamu tak diundang.


“Oke Ad.” James menjawab pendek sambil memandang ke arah Elenora yang masih fokus pada layar komputer di depannya.


“Belum. Beri aku waktu sebentar untuk menembus sistem keamanan data milik duke Hugo ini.” Elenora berkata sambil kedua tangannya masih sibuk bergerak di atas keyboard.


Selain mencoba mencari sesuatu yang bisa menjadi bukti kejahatan Hugo, orang-orang Ornado tadi sengaja menempelkan sebuah alat di bagian bawah layar komputer dan manyalakan tombol on sebelum mereka pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Begitu komputer menyala, Elenora bisa dengan cepat mendapatkan akses untuk memasuki data komputer milik Hugo, seperti komputernya sendiri, meskipun dia harus memecahkan terlebih dahulu kode yang merupakan password untuk bisa mengakses komputer itu.


Tentu saja bagi Elenora yang merupakan hacker dengan kemampuannya yang bahkan dianggap sebagai master hacker terbaik, hal seperti itu bukanlah sesuatu yang akan menyulitkannya.


Tidak butuh waktu lebih dari satu menit untuk Elenora langsung bisa membobol sistem keamanan data milik Hugo, membuat James langsung tersenyum lebar dengan wajah bangga menatap ke arah layar komputer.


Ti amore memang yang terbaik untuk masalah ini. Tidak perlu diragukan lagi. Istriku memang hebat. Sosok secantik dia, siapa menyangka memiliki kemampuan sebagai hacker kelas dunia.


James berkata dalam hati dengan sikap percaya diri.


# # # # # # # #


“Selamat malam Tuan Ornado, kami diperintahkan oleh yang mulia Alvero untuk mengikuti Anda melakukan penyergapan ke tempat kediaman duke Hugo.” Ernest yang sudah mendapatkan perintah langsung dari Alvero segera memberikan salamnya begitu melihat sosok Ornado yang baru saja keluar dari ruangan kerja Alvero dan berjalan beberapa langkah menuju pintu keluar penthouse milik Alvero itu.

__ADS_1


“Ah, Ernest ya? Baiklah, kita akan bersama-sama berangkat kesana sekarang juga sebelum terlambat.” Ornado langsung menanggapi sapaan Ernest dengan mata birunya menatap sekompi pria dengan pakaian khas pengawal kerajaan berjajar rapi di belakang Ernest yang tepat di sampingnya berdiri Erich dengan sikap diam namun penuh hormat kepada Evan dan Ornado.


“Ck ck ck… kakak iparmu ini benar-benar Evan…. Apa dia tidak merasa terlalu berlebihan membawa sebegitu banyak orang hanya untuk menangkap duke Hugo? Apa dia tidak percaya dengan kemampuan kita berdua?” Ornado berbisik pelan kepada Evan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menahan senyum gelinya, karena bagi Ornado, seorang Hugo bukanlah sosok yang perlu ditakuti dan dikhawatirkan kemampuannya untuk bisa melawannya, apalagi melarikan diri darinya.


__ADS_2