Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTIMBANGAN ALVERO


__ADS_3

Bulan depan duke Evan ingin menikah dengan Alaya? Bahkan itu waktu yang sangat singkat, lebih singkat dari ketika aku meminta Deanda menikah denganku. Bagaimana dengan Alaya? Apa dia bisa menerima keputusan seperti ini nantinya?


Alvero mulai menimbang-nimbang dalam hati, permintaan dari Evan tentang Alaya.


"Sebenarnya apa yang tiba-tiba membuat Duke Evan memajukan acara pernikahan secara tiba-tiba, padahal di pertemuan kita sebelumnya, kedua keluarga besar kita sudah sepakat untuk itu." Pertanyaan Alvero membuat Evan tersenyum tipis.


"Yang Mulia tahu bagaimana karakter putri Alaya kan? Kemarin berpura-pura sakit, dan hari ini menyuguhkan teh jenis earl grey yang saya tidak suka. Tidak masalah untuk itu, saya anggap dia tidak tahu saya tidak suka teh jenis itu. Tapi dengan menambahkan garam di dalam teh itu, sepertinya itu bukan sebuah ketidaksengajaan." Penjelasan Evan membuat mata Alvero melotot.


"Apa maksudnya itu? Kenapa Alaya bersikap sekurangajar itu padamu DUke Evan? Aku akan segera memanggilnya dan memarahinya." Wajah Alvero langsung terlihat tegang, merasa marah sekaligus malu karena tindakan sembrono dari Alaya.


Meskipun Alaya adalah adik kandungnya, tapi Alvero yang dikenal tegas dan disiplin, tentu saja Alaya tidak akan lepas dari kemarahan Alvero jika dia memang bersalah.


"Mohon maaf Yang Mulia, mohon untuk tidak menegur putri Alaya, karena sekarang dia berada dalam tanggungjawab saya. Saya memberitahukan ini bukan meminta pembelaan dari Yang Mulia. Saya hanya ingin Yang Mulia tahu kalau putri Alaya memiliki banyak cara untuk membuat batalnya pernikahan kami. Dan jujur saja, itu adalah hal yang tidak saya inginkan." Evan menghentikan kata-katanya sejenak, cukup lega melihat wajah Alvero yang tampak kembali tenang setelah mendengar penjelasan Evan.


"Karena itu, saya meminta ijin untuk bisa secepat mungkin menikah dengan putri Alaya, sebelum dia memikirkan cara aneh lainnya untuk berpisah dari saya. Maaf Yang Mulia, saya berharap Yang Mulia mengerti, bahwa sejak awal ketika Yang Mulia mengajukan rencana perjodohan antara saya dan putri Alaya, saya menganggap itu sebagai suatu hal yang serius dan akan tetap memegang janji saya, untuk menjaga putri Alaya dengan baik di sisi saya." Evan menghentikan kata-katanya sesaat.

__ADS_1


Dan segera menemukan apa sebenarnya yang sudah terjadi antara aku dan Alaya yang tidak aku ketahui selama ini. Apa mungkin semua ini ada kaitannya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu? Apa perlu aku bertanya pada Duchess Kattie? Waktu itu dia mengatakan dia yang sudah menolongku.


Evan langsung melanjutkan kata-katanya dalam hati, dan mulai menerka-nerka apa yang sudah terjadi padanya di masa lalu.


"Saya meminta ini bukan karena saya ingin menyakiti ataupun menghukum putri Alaya, justru saya ingin melindunginya, apalagi seperti Yang Mulia Alvero tahu, sebentar lagi akan datang putra mahkota Hector ke Gracetian dengan alasan berlibur. Tapi saya yakin, kedatangan putra mahkota Hector ada kaitannya dengan putri Alaya...."


"Kamu benar Duke Evan, orang-orang mulai santer membicarakan bagaimana jika putra mahkota Hector menikah dengan putri Alaya. Sepertinya ada beberapa orang yang sengaja dibayar oleh pihak kerajaan Crownhill untuk menyebarkan isu tentang cocoknya putra mahkota Hector dan putri Alaya sebagai pasangan yang serasi. Pihak kerajaan Crownhill mencoba membangun opini masyarakat bahwa putra mahkota Hector merupakan pasangan yang paling cocok untuk putri Alaya." Alvero membenarkan kata-kata Evan.


Benar... dan aku... Evan Carsten, tidak akan pernah membiarkan hal itu menjadi kenyataan. Bagaimanapun caranya, aku tidak akan membiarkan my princess menjadi milik laki-laki lain.


"Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata kemunculan Alaya memberikan dampak yang cukup besar untuk banyak orang di sekitar kita." Alvero kembali melanjutkan kata-katanya.


"Karena itu, jika diijinkan, saya mohon untuk dapat memerpcepat pernikahan saya dan Alaya, juga mengumumkannya langsung di hadapan publik, sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha menjodoh-jodohkan Alaya dengan laki-laki lain." Perkataan Evan, membuat Alvero tersenyum tipis.


Sepertinya kita memiliki satu kesamaan duke Evan. Tentang wanita yang kita cintai, kita akan berjuang mati-matian untuk segera mengikatnya di samping kita, dan tidak membiarkan seorang priapun mencuri kesempatan untuk mengambil wanita kita dari sisi kita. Karena persamaan prinsip kita, semoga kita benar-benar bisa cocok dan akur sebagai saudara ipar.

__ADS_1


Alvero berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar.


"Asal Duke Evan bisa memegang janji yang Duke Evan pegang, aku tidak memiliki alasan untuk tidak mengabulkan permintaan Duke Evan.... Kalau begitu, selagi kita masih berkumpul dan menikmati sajian makan siang, aku kan mengumumkan tentang keputusan yang baru saja kita buat ini." Bibir Evan langsung menyunggingkan senyum lega begitu mendengar kata-kata dari Alvero yang terlihat mendukungnya penuh.


"Terimakasih Yang Mulia." Evan berkata sambil sedikit menundukkan kepalanya, menunjukkan sikap hormatnya kepada raja muda Gracetian yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya itu, meskipun secara usia, Evan sedikit lebih tua dari Alvero.


"Kalau kamu benar-benar berterimakasih padaku, tunjukkan dengan kamu yang mencintai Alaya dengan segenap hidupmu." Alvero berkata sambil bangkit dari duduknya di kursi kebesarannya yang ada di bali meja kerja di ruang kerja pribadinya.


"Pasti, saya akan mencintai putri Alaya lebih dari apapun yang saya miliki." Evan berkata dengan sikap penuh percaya diri.


"Kalau begitu, kita harus segera kembali ke ruang perjamuan, dan memberitahukan kepada kedua keluarga besar kita tentang hal ini. Dan seperti yang kamu tahu tentang sifat adikku, dia pasti akan kesal dan marah besar dengan perubahan yang kita sepakati ini. Dan itu sudah menjadi tanggung jawab dan resikomu untuk membuatnya tenang dan tidak bertindak bodoh, sehingga mempermalukan keluarga Carsten dan Adalvino." Perkataan Alvero yang diucapkannya sambil menarik nafas panjang langsung ditanggapi dengan sebuah senyuman dari Evan.


Hah! Alaya! Apalagi yang akan kamu lakukan jika mengetahui hari pernikahanmu dipersingkat dengan paksa seperti ini. Tapi benar kata duke evan, justru pernikahan kalian harus dipercepat agar kamu tidak lagi bersikap seperti kuda liar begitu. Teh earl grey dengan campuran garam? Aku sungguh salut melihat wajah tenang duke Evan ketika mencicip teh buatanmu yang beracun itu tadi di ruang pertemuan. Untung saja itu adalah duke Evan, kalau itu adalah aku, bisa jadi kamu pasti sudah aku ikat di pohon semalaman untuk membuatmu menyesal.


Alvero berkata dalam hati sambil menatap lurus ke arah Evan, merasa kagum dengan sikap tenang, kesabaran dan juga besarnya perhatian Evan pada Alaya.

__ADS_1


Dan bagi Alvero, itu menunjukkan besarnya rasa cinta Evan pada Alaya, sehingga berhasil menahan diri dari sikap kurangajar Alaya padanya, padahal Evan adalah seorang jenderal besar.


__ADS_2