
“Mama harus terus sehat sampai cucu-cucumu nanti lahir, bahkan aku yakin mereka akan tumbuh dewasa dengan baik, karena memiliki nenek yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang sepertimu.” Danella hanya bisa menyunggingkan senyumnya begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Evan padanya.
“Aku tidak sabar menantikan hari-hari itu tiba, dimana di rumah ini akan terdengar lagi suara canda tawa anak kecil.” Danella berkata dengan wajah dan mata yang terlihat berbinar bahagia.
"Sepertinya lama sekali para dokter itu memeriksa Alaya... apa penyakitnya benar-benar serius?" Danella bergumam pelan dengan mata sibuk mencari celah agar bisa melihat apa yang terjadi pada Alaya di dalam kamar Evan, meskipun hasilnya masih sama dengan tadi.
“Ma, sebaiknya kita tunggu mereka sambil duduk….”
“Selamat sore Duke Evan, Duchess Danella, maaf menyela….” Seorang penjaga tempat kediamanan Evan tiba-tiba saja datang dengan sikap terburu-buru dan langsung berkata dengan suara yang sedikit terbata-bata karena dengan buru-buru dia berkata begitu sampai di hadapan Evan sambil mengatur nafasnya.
“Apa yang terjadi? Apa ada masalah?” Dengan sikap tetap tenang Evan bertanya kepada penjaga rumahnya itu.
“Maaf Duke Evan, yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda, datang kemari.” Evan dan Danella langsung saling berpandangan begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh penjaga itu.
“Kembalilah ke depan, dan minta semua penjaga dan pelayan berkumpul untuk menyambut kedatangan yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda. Aku dan mama akan segera menyusul ke sana.” Evan segera mengeluarkan perintahnya, sedang Danella sedikit menahan nafasnya begitu mendengar berita tentang kedatangan Alvero dan Deanda yang tidak disangka-sangka itu.
“Baik Duke Evan.” Penjaga itu segera menjawab perintah dari Evan dan kembali meninggalkan Evan untuk bisa segera melaksanakan perintah Evan barusan.
__ADS_1
“Evan….”
“Tenang saja Ma. Mungkin yang mulia mengkhawatirkan kondisi Alaya, karena tadi Tuan Alexis memang menghubungi permaisuri untuk menceritakan tentang kondisi Alaya, agar mereka tidak bertanya-tanya dan mencari keberadaan Alaya di acara afternoon tea.” Evan yang masih memeluk bahu Danella langsung berkata untuk menenangkan Danella.
“Sebaiknya Mama segera berganti pakaian yang lebih pantas untuk menemui mereka.” Perkataan Evan langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Danella yang sebenarnya berpakaian cukup rapi.
Akan tetapi mengingat yang datang saat ini adalah seorang raja Gracetian bersama dengan permaisurinya, Danella tahu kalau pakaian yang sednag dikenakannya sekarang terlihat terlalu santai, sehingga seperti kata Evan, dia harus segera menggantinya.
Evan sendiri, karena baru datang dari luar rumah, masih mengenakan pakaian yang cukup pantas untuk menyambut kedatangan Alvero dan Deanda, meskipun bukan pakaian resmi seperti biasanya.
“Kalau begitu, aku akan menemui mereka terlebih dahulu. Mama bisa langsung menyusulku setelah berganti pakaian.” Evan berkata sambil melepaskan lengannya dari bahu Danella, lalu berjalan ke arah ruang tamu untuk menyambut Alvero dan Deanda, yang pastinya datang ke tempat kediamannya untuk melihat kondisi Alaya.
“Selamat sore Duke Evan. Bagaimana keadaan Alaya? Aku sudah mendengarnya dari Tuan Alexis kalau Alaya jatuh sakit karena alerginya tehadap udara dingin dan air.” Alvero langsung bertanya kepada Evan.
Dari wajah dan suaranya, Alvero terlihat jelas kalau dia sedang begitu mengkhawatirkan Alaya.
Meskipun Alvero tidak dibesarkan bersama dengan Alaya, sehingga tidak mengerti tentang kehidupan Alaya sebelumnya di luar negeri waktu itu, termasuk sejarah kesehatannya, namun penjelasan dan cerita detail dari Alexis padanya tentang Alaya, membuatnya tahu seberapa berbahayanya kondisi Alaya sekarang akibat alerginya yang kambuh.
__ADS_1
Karena bagaimanapun, selain mereka memiliki hubungan darah yagn membuar perasaan mereka menjadi dekat, Alvero juga memiliki alergi saat bersentuhan dengan wanita yang selama ini juga seringkali membahayakan kehidupannya jika tidak segera ditangani dengan baik.
Beruntung dengan keberadaan Deanda di sampingnya, membuat efek dari alergi Alvero sekarang tidaklah separah dulu, sehingga sejak mengenal Deanda, boleh dikata, Alvero tidak pernah lagi mengalami alergi yang akibatnya bisa fatal dan membahayakan nyawanya.
Hal itu menjadi salah satu alasan yang membuat Alvero semakin hari semakin mencintai Deanda dan begitu sulit untuk membiarkan Deanda jauh darinya meskipun hanya sebentar saja.
Apalagi pada dasarnya, Alvero memang memiliki sifat pencemburu akut dan super possesif.
“Tim dokter masih memeriksa kondisinya Yang Mulia. Semoga dokter keluarga kami bisa segera menemukan penanganan terbaik dan paling tepat untuknya.” Evan berkata sambil sedikit melirik ke arah dalam rumahnya.
“Silahkan duduk sambil menunggu hasil dari dokter Yang Mulia.” Evan berkata sambil mempersilahkan Alvero untuk masuk ke dalam kediamannya yang terlihat megah dan mewah itu.
Mendengar perkataan Evan, Alvero mengikuti langkah Evan untuk duduk di ruang tamu dengan desain interior bernuanda klasik itu.
“Aku sudah mendengar detail tentang apa yang terjadi pada Alaya dari tuan Alexis. Beruntung Duke Evan dan tuan Alexis ada di sana saat kejadian tadi, sehingga Alaya bisa segera ditangani oleh dokter professional.” Alvero berkata kepada Evan, yang sebenarnya tidak menyangka kalau Alvero akan datang secepat ini ke rumahnya.
Padahal sebenarnya, awalnya Evan ingin bertemu dengan Alvero sendiri dengan datang ke istana, begitu dokter sudah memberinya kabar tentang kondisi Alaya, dan ingin memberitahukannya kepada Alvero semua perkembangan tentang Alaya setelah ditangani oleh tim dokter.
__ADS_1
Tapi ternyata Alvero bahkan lebih dahulu menyusul Alaya ke tempat kediaman Evan, membuat Evan sebenarnya jadi merasa tidak enak hati karena sungkan, sudah membuat Alvero sebagai raja datang ke kediamannya seperti itu.