
“Apa yang dikatakan oleh Sam tentang mata-mata itu?” Alvero bertanya kepada Evan yang akhirnya menghentikan pemikirannya tentang penyebab sakitnya kepala yang seringkali dia alami, terutama akhir-akhir ini setelah mengenal Alaya, dan mulai merasakan adanya hubungan antara dia dan Alaya di masa lalu.
“Sam mengatakan kalau mata-mata itu adalah seorang pelayan yang sepertinya sudah keluar dari istana karena sudah melakukan sebuah kesalahan yang berhubungan dengan orang dalam istana.” Alvero sedikit mencebikkan bibirnya mendengar kata-kata Evan.
Sepertinya pekerjaan Sam lumayan juga sebagai asisten pribadi Evan.
Alvero berkata dalam hati sambil menarik nafas lega, karena itu artinya Alaya sebagai istri Evan, juga akan mendapatkan keuntungan dan keamanan yang cukup jika asisten Evan cukup mumpuni seperti Sam.
“Erich mengatakan hal yang sama dengan Sam. Seorang pelayan sengaja dimasukkan oleh duke Hugo ke dalam istana untuk menjadi mata-mata.” Evan langsung sedikit mengernyitkan dahinya mendengar nama Hugo disebutkan berkaitan dengan adanya mata-mata dalam istana waktu itu, padahal tindakan yang dilakukan Christopher jelas-jelas menunjukkan dia yang memiliki info dari mata-mata dalam istana itu.
“Sepertinya ada hubungan antara duke Hugo dan putra mahkota Christopher.” Evan berkata dengan wajah terlihat berpikir.
“Tentu saja dari awal aku sudah curiga ada yang tidak beres dengan mata-mata itu. Dia pasti bekerja untuk orang Gracetian, karena pelayan ini, merupakan orang yang sebenarnya cukup berpengalaman. Hanya saja, dia melakukan kesalahan dengan menggoda Ernest, yang secara tidak langsung akhirnya membuat Erich tidak terima dan melakukan penyelidikan secara detail tentang pelayan itu.” Alveo menghentikan bicaranya sebentar sambil sedikit mendengus begitu mengingat ada orang yang berani-beraninya menggoda Ernest sampai seperti itu, mencoba melakukan hal tidak senonoh dan memalukan di dalam istananya.
__ADS_1
Apalagi hal itu dilakukan kepada pengawal pribadi Alvero, yang hidupnya dikenal selalu lurus-lurus saja, dan tidak pernah terdengar bermasalah dengan wanita.
“Dari pelayan itu akhirnya Erich bisa mendapatkan banyak keterangan tentang hubungan antara duke Hugo dan putra mahkota Christopher. Sebenarnya, di awal Erich sedikit mengalami kesulitan mendapatkan siapa mata-mata di istana karena pelayan itu sudah lebih dahulu diusir dari istana, dan tidak meninggalkan barang bukti dan bekas apapun di dalam istana. Apalagi setelah diusir dari istana, pelayan itu hidup dengan cara nomaden, berpindah-pindah tempat.” Alvero kembali melanjutkan kata-katanya dengan Evan yang terlihat serius mendengarkannya.
“Karena Erich sebagai saudara kembar Ernest tidak terima begitu saja pelayan itu hanya diusir tanpa dia sempat melakukan interogasi, Erich yang sudah berusaha keras untuk menemukan pelayan itu berusaha mengusut tuntas kejadian itu, karena bagi Erich, seorang pelayan biasa tidak mungkin berani melakukan hal seperti itu pada Ernest. Dia begitu penasaran dengan siapa sebenarnta pelayan itu dan siapa yang sudah menyuruhnya. Dan akhirnya justru dia mendapatkan info penting tentang hubungan duke Hugo dan putra mahkota Christopher.” Penjelasan Alvero selanjutnya membuat Evan menarik nafas dalam-dalam.
Ketidaksukaan Hugo padanya, semakin hari semakin terasa jelas dengan adanya berbagai peristiwa itu, membuat Evan merasa harus semakin berhati-hati dengan keluarga duke Brown.
“Dari dulu, keluarga Brown selalu menantang apapun yang dilakukan oleh keluarga Carsten. Mulai sekarang kamu harus lebih berhat-hati, dan bersikap lebih sigap untuk menghadapi mereka, apalagi sekarang ada Alaya di sisimu. Jangan sampai dia menjadi sasaran keluarga Brown untuk menjatuhkanmu.” Ucapan yang berisi nasehat dan peringatan dari Alvero langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Evan.
“My Al, kalau boleh aku memberikan saran….”
“Tentu saja boleh. Memang apa yang tidak boleh untukmu sweety?” Alvero langsung memotong perkataan Deanda yang membuat Evan tersenyum geli, apalagi melihat wajah memerah Deanda karena ucapan Alvero yang diucapkannya dengan suara mesra sambil mengerlingkan matanya.
__ADS_1
“Waktu yang terbaik mungkin… setelah duke Hugo dan putra mahkota Hector bertemu denganmu, agar mereka tidak menyangka dengan hal itu, dan bertemu denganmu dengan persiapan matang. Biarkan mereka berpikir bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Alaya. Apalagi jika mereka tidak tahu tentang pernikahan Evan dan Alaya, saat pertemuan besok, mereka pasti akan membicarakan hal-hal yang bisa membuatmu semakin mengerti tentang apa rencana tersembunyinya.” Deanda langsung segera membicarakan idenya, agar Alvero tidak lagi menggodanya seperti tadi.
“Sepertinya ide itu cukup bagus Yang Mu… mmm… Alvero.” Dengan sikap canggung Evan karena memanggil Alvero dengan namanya langsung, Evan menanggapi kata-kata Deanda.
“Tentu saja ide dari permaisuriku selalu menjadi ide yang bagus. Sebagai suaminya, aku sudah mengajarkan banyak hal termasuk tentang strategi padanya. Benar kan sweety?” Dengan sikap percaya dirinya, Alvero langsung menanggapi pujian Evan pada Deanda, yang kembali membuat Deanda merasa malu karena sipak narsis suaminya itu.
“Mmmmm… kalau begitu, untuk menenangkan publik, aku akan memberikan pengumuman melalui akun resmi istana, bahwa 3 hari lagi kita akan memberikan klarifikasi tentang pernikahan Alaya dan Evan, dan itu tidak sekarang.” Alvero segera mengatakan tentang keputusannya kapan akan dilakukan pengumuman resmi tentang pernikahan Alaya dan Evan.
“Kalau begitu, sebaiknya kita pamit dulu sweety, karena sebentar lagi acara afternoon tea akan segera diadakan.” Alvero berkata sambil memandang ke arah Deanda yang terlihat sedang memikirkan perkataan Alvero barusan, berharap semuanya bisa berjalan lancar sesuai dengan rencana mereka.
“Alvero… bisakah aku meminta sedikit bantuan darimu?” Evan segera berkata sebelum Alvero dan Deanda benar-benar pergi.
“Apa yang kamu butuhkan Evan?”
__ADS_1
“Aku ingin… mendapatkan info tentang bagaimana penampilan Alaya ketika dia masih remaja dulu. Aku ingin mendapatkan fotonya.” Perkataan Evan membaut Alvero tersenyum, karena berpikir bahwa permintaan Evan itu membuat Alvero berpikir bahwa Evan ingin melakukan suatu hal yang romantis dengan foto itu, seperti memberikan kejutan pada Alaya dengan memasang foto-foto terbaik Alaya sejak muda di kediaman mereka.
Evan sendiri, sebanarnya sedang memikirkan suatu hal yang sedang menggelitik hatinya, berharap bisa sedikit mengingat tentang apa yang terjadi padanya dan Alaya setelah melihat foto Alaya ketika dia masih remaja, karena dia mulai mengingat bagaimana beberapa tahun yang lalu dia sempat pergi dan melakukan penyamaran di negara tempat Alaya tinggal sebelum Alaya mutuskan untuk kembali ke Gracetian.