Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PEMBICARAAN YANG MENYENANGKAN BAGI EVAN


__ADS_3

Bagi Evan, sikap Alaya saat ini sungguh terlihat begitu manis dan menggemaskan untuknya, menjadikan itu sebuah hiburan setelah sebelumnya dia harus berhadapan dengan earl Jerkin dengan kata-kata dan sikapnya yang membosankan dan menyebalkan barusan.


Dan entah kenapa, sosok Alaya membuat Evan tiba-tiba teringat dengan sosok Deanda, yang pada pertemuan pertama mereka sudah mencuri hatinya karena sikap berani yang ditunjukkan oleh Deanda saat menolong duchess Danella ibunya dari penjambret di depan mall waktu itu.


Sama-sama cantik, sama-sama berani, dan Evan juga sudah mendengar kalau kedua gadis itu sama-sama ahli dalam hal beladiri.


Yang satu merupakan keturunan langsung dari Alexis Federer, seorang knight dengan kemampuan beladiri yang belum ada tandingannya hingga saat ini, dan yang satu, sejak lahir berada di bawah asuhan Alexis Federer dan mendapatkan pelatihan beladiri khusus dari Alexis.


Gadis ini sungguh berani mengatakan hal seperti itu di depanku. Bagaimanapun, meski dia tinggal lama di luar negeri tanpa tahu siapa jati dirinya yang sebenarnya, tanpa sadar dia tetap menunjukkan ciri-ciri sebagai keturunan Adalvino yang selama ratusan tahun sudah menduduki tahta kerajaan Gracetian.


Evan berkata dalam hati dengan wajah terlihat tenang dan tatapan matanya fokus kepada Alaya yang masih saya belum menghentikan bicaranya, mencoba mengucapkan setiap alasan yang dikatakannya untuk membuat Evan setuju dengan pendapatnya, menolak rencana perjodohan dari Alvero.


"Dengan semua kondisi yang saya ceritakan, tentunya Duke Evan mengerti kenapa rencana perjodohan dari yang mulia Alvero tidak bisa begitu saja Duke Evan setujui...." Akhirnya Alaya menghentikan kata-katanya yang tadinya terus melaju tanpa henti.


Semua kata-kata Alaya itu, bukannya membuat Evan menjadi bosan, justru laki-laki tampan dengan mata hijaunya itu memandang terus ke arah Alaya dengan sikap fokus dan menjadi seorang pendengar yang baik.


Bukan hanya itu saja, dengan kata-kata Alaya yang panjang lebar, tampak sesekali Evan mengungingkan senyumnya karena sebenarnya dia merasa lucu melihat seorang gadis yang sebelumnya tidak memiliki hubungan apapun dengannya, tiba-tiba muncul di hadapannya dengan sikap berani, meminta sesuatu yang sebenarnya adalah hal yang mutlak menjadi hak Evan untuk menolak atau menerimanya.

__ADS_1


"Putri Alaya... apa kamu sudah memiiki seorang kekasih?" Pertanyaan Evan membuat Alaya sedikit tersentak kaget, karena tidak menyangka kalau tiba-tiba Evan akan menanyakan hal seperti itu padanya.


"Ti... tidak Duke Evan. Maksud saya belum...." Alaya menjawab pertanyaan Evan dengan suara ragu.


"Apa saat ini ada seseorang yang sedang disukai oleh Putri Alaya?" Lagi-lagi, pertanyaan Evan dengan sikap tenangnya membuat Alaya salah tingkah.


"Ti... tidak Duke Evan." Alaya menjawab dengan cepat meskipun suaranya masih menunjukkan sikap tidak tenangnya.


"Mmmm..." Setelah mendengar jawaban dari Alaya, Evan bergumam pelan sambil menatap dalam-dalam ke arah wajah Alaya.


Meski Evan bisa melihat bagaimana canggungnya Alaya saat ini, tapi Evan bisa memastikan kalau Alaya jujur saat menjawab kedua pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya.


Karena bagaimanapun alasan Alvero berencana menjodohkan Evan dengan Alaya ada kaitannya dengan kerajaan tetangga, sehingga kasus ini boleh dibilang tidak sederhana.


"Apa saya harus menyampaikan alasannya pada Duke Evan? Kalau Duke Evan tahu alasan sebenarnya, apa Duke Evan mau membantuku untuk tetap menolak rencana perjodohan itu?" Apa yang ditanyakan oleh Alaya membuat Evan tersenyum tipis.


Evan tahu dengan pasti kalau sebenarnya Alaya merasa enggan dan ragu untuk menyampaikan alasan itu.

__ADS_1


"Kalau aku tidak tahu alasannya, bagaimana aku bisa membantu Putri Alaya?" Alaya langsung terdiam begitu Evan menanyakan kembali alasan kenapa tiba-tiba ada rencana perjodohan itu sambil tersenyum.


Hah! Benar-benar senyum yang mematikan.


Alaya melenguh dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya dari sosok Evan yang sedang menunggu jawabannya sambil tersenyum.


"Putra mahkota Christopher dari Rodfeel melamarku, dan yang mulia Alvero tidak setuju jika kerajaan Gracetian memiliki hubungan khusus dengan negara Rodfeel. Sehingga yang mulia Alvero mencari cara untuk menolak secara halus lamaran tersebut, dengan menyatakan kalau aku akan segera bertunangan dengan laki-laki lain." Akhirnya Alaya mengatakan alasannya kenapa Alvero tiba-tiba ingin menjodohkan mereka berdua.


Putra mahkota Rodfeel? Christopher Hill? Pantas saja yang mulia Alvero tidak setuju. Orang-orang dari kerajaan Rodfeel sudah beberapa kali berusaha menembus perbatasan Gracetian tanpa ijin untuk mencuri hasil laut dan pertambangan lepas pantai milik Gracetian. Lagipula, siapa yang rela membiarkan adik kandungnya menikah dengan seorang laki-laki yang dikabarkan memiliki banyak kekasih dan anak hasil hubungan gelap dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya. Meskipun dia seorang putra mahkota, yang mulia Alvero pasti tidak akan mengijinkan pernikahan itu terjadi.


Evan berkata dalam hati dengan mata masih tetap fokus pada Alaya yang sedikit menahan nafasnya setelah mengungkapkan alasan kenapa Alvero ingin menjodohkannya dengan Evan.


Jadi sebenarnya, yang mulia ingin menjadikanku tameng agar bisa menolak lamaran dari putra mahkota Christopher? Dan jika aku menolak, aku berani menjamin pangeran John atau pangeran Javer, akan menjadi tujuan yang mulia Alvero berikutnya. Karena dari semua laki-laki bangsawan, hanya kami bertiga yang menjadi pilihan terbaik untuk menikah dengan putri Alaya Adalvino.


Evan kembali berkata dalam hati, mulai menganalisa apa yang sedang dipikirkan oleh Alvero dengan semua rencananya untuk Alaya.


"Putri Alaya ingin agar aku menolak perjodohan kita, yang akan disampaikan oleh yang mulia Alvero. Apa itu artinya Putri ingin menikah dengan putra mahkota Christopher? Putri Alaya berencana menerima lamaran beliau?" Mata Alaya langsung terbeliak kaget mendengar pertanyaan dari Evan padanya, yang lagi-lagi sengaja ingin menggoda Alaya kembali.

__ADS_1


Sikap Alaya yang responsif dan sedikit ceroboh, semakin membuat Evan ingin kembali menggoda gadis itu.


__ADS_2