
Apalagi seperti kata Evan, mereka pasti akan mengerti karena kami baru saja menikah. Jangankan kami, kak Alvero dan kak Deanda, mereka berdua masih saja lengket seperti perangko. Belum lagi nantinya akan ada kak Ornado yang selalu pamer kemesraan dan over protektif terhadap kak Cladia. Aku rasa semua orang nanti akan sibuk dengan pasangannya masing-masing.
Alaya berkata dalam hati sambil membiarkan tubuhnya memberikan reaksi atas tindakan Evan, menunjukkan bahwa dia juga cukup menikmatinya.
Kalaupun James dan yang lain menggodaku nanti, ada Evan yang pasti membuat mereka tidak akan berani terlalu menggodaku. Apapun itu, aku akan siap menghadapi semuanya asal ada Evan di sisiku. Untuk saat ini, aku ingin menikmati waktu berhargaku bersama dengan Evan tanpa memperdulikan apapun yang terjadi di sekitarku.
Alaya berkata dalam hati sambil menarik lengannya yang sudah melingkar di leher Evan, membuat wajah Evan mendekat ke arah wajahnya dan langsung menyergap bibir Evan dengan penuh gairah, yang tentu saja membuat Evan tersenyum di tengah-tengah kegiatan ciuman panas mereka, merasa mendapat lampu hijau untuk berbuat lebih intim pada Alaya, untuk menunjukkan rasa cinta mereka yang semakin dalam satu sama lain.
Karena bagi Evan, dia yang mulai sekarang ingin menunjukkan bagaimana dia begtu mecintai Alaya, tidak akan perduli dengan hal yang lain.
Bagi Evan, Alaya yang menjadi pusat dunianya saat ini, sehingga dia tidak peduli dengan pendapat atau penilaian orang
# # # # # # #
"Hah! Benar-benar menyebalkan, bagaimana bisa aku selalu saja kalah langkah dari Alaya itu! Harusnya gadis itu tidak kembali ke Gracetian sebagai putri. Kalau saja waktu itu aku tahu lebih dahulu tentang siapa Alaya, aku akan berusaha menghalanginya untuk bisa masuk ke Gracetian." Kattie bergumam sambil berjalan mondar-mandir di dalam salah satu kamar rumah yang disewanya.
Kattie sengaja menyamar sebagai gadis biasa dari desa lain yang ingin menjalani kehidupan barunya di tempat lain, karena tidak adalagi pekerjaan yang bisa dia lakukan di tempat asalnya.
__ADS_1
Saat baru datang ke tempat itu Kattie dengan sengaja mencari-cari sebuah rumah yang membuatnya tidak dicurigai bahwa dia berasal dari kaum bangsawan.
Sebuah rumah sederhana, tidak mewah tapi terlihat rapi dan bersih, dan cukup nyaman untuk ditinggali oleh Kattie yang sedang berusaha melarikan diri karena takut tindak kejahatannya pada Evan waktu itu diketahui oleh Evan, dan membuat Evan marah dan memberikan hukuman berat padanya.
Melihat sepak terjang Evan yang terlihat ramah dan tenang namun juga tegas, Kattie bisa memastikan bahwa hukuman penjara adalah hukuman paling ringan yang mungkin akan diberikan Evan padanya.
Tapi jika Evan bisa mengingat semuanya tentang Alaya, Kattie yakin bukan hanya sekedar hukuman penjara yang akan diberikan Evan padanya.
Dan membayangkan kemarahan Evan karena dia berani dengan sengaja membuat Evan melupakan Alaya, membuat tubuh Kattie cukup bergidik ngeri.
Evan memang dikenal sebagai seorang duke dengan jabatan jenderal besar yang selalu memasang wajah ramah dan senyum malaikatnya.
Entah orang yang bersalah itu hanyalah seorang rakyat biasa atau seorang bangsawan kelas atas, Evan dikenal tidak akan pernah membedak-bedakan hukuman karena status sosila seseorang, meskipun beberapa orang pernah berusaha untuk menawarkan keuntungan besar bagi Evan jika dia mau bekerja sama dalam mengurangi hukuman atau memutuskan sesuatu.
"Sejak pergi dari rumah aku benar-benar tidak menghubungi kak Hugo. Aku yakin dia akan marah besar jika tahu aku melarikan diri tanpa memberinya info sedikitpun." Kattie kembali bergumam sambil melirik ke arah handphone miliknya yang ada di atas meja, yang sengaja dibiarkannya mati sejak dia pergi dari rumah waktu itu.
Kattie sengaja mematikan handphonya agar tidak ada seorangpun yang bisa melacak kehadirannya termasuk Hugo kakaknya sendiri, yang pasti akan menyeretnya pulang, dan memaksanya menghadapi semua masalahnya dengan cara Hugo yang pasti kasar dan seringkali tidak perduli dengan orang lain.
__ADS_1
Selama ini Kattie merasa baik-baik saja dengan apa yang dilakukan oleh Hugo kepada siapapun, tapi jika Kattie mengingat bahwa sekarang yang akan dilawan Hugo adalah Evan yang merupakan seorang jenderal besar sekaligus duke Gracetian dan sekarang sudah sah menjadi adik ipar dari Raja Gracetian, mau tidak mau ada rasa takut dalam hati Kattie.
Kattie yang memang dasarnya memiliki sifat pengecut, nyalinya langsung menciut begitu melihat berita bahwa Evan dan Alaya sudah menikah, yang artinya, di belakang Evan, ada kekuatan besar dari Alvero yang pasti akan mendukungnya sebagai kakak ipar.
Bersatunya keluarga Adalvino dan keluarga Carsten selama ini memang menjadi hal yang paling tidak diinginkan oleh banyak orang yang memiliki kepentingan pribadi yang sebenarnya merugikan kerajaan, termasuk di dalamnya keluarga Brown dan keluarga bangsawan lain yang selama ini secara diam-diam hidup dengan memanfaatkan statusnya sebagai bangsawan.
"Apa sebaiknya aku nyalakan sebentar ya handphoneku? Toh ini sudah malam, mungkin orang-orang yang mencari keberadaanku sudah tidak melakukan tugasnya. Apalagi belum pasti juga duke Evan menugaskan orang untuk mencariku, selama duke Evan tidak tahu kalau aku sudah melakukan sesuatu pada ingatannya waktu itu." Kattie berkata kepada dirinya sendiri.
"Kalau aku hanya menyalakannya sebentar, mestinya tidak akan ada masalah kan?" Lagi-lagi Kattie berkata kepada dirinya sendiri, berusaha membujuk dan meyakinkan dirinya sendiri.
Setelah cukup lama terputus dengan dunia luar tanpa berani menyalakan handphonenya, apalagi melihat media sosialnya, bagi Kattie ada rasa penasaran begitu besar yang melandanya saat ini.
Akhirnya dengan begitu banyak pertimbangan, Kattie memberanikan diri untuk menyalakan kembali handphonenya.
Begitu handphonenya menyala kembali dan dia menghubungkannya dengan internet, mata Kattie langsung terbeliak melihat begitu banyaknya pesan masuk dari beberapa orang yang dia kenal, dan bukan hanya sekedar pesan, tapi ratusan panggilan telepon tidak terjawab terlihat notifikasinya di layar handphonenya.
(Notifikasi adalah pesan yang ditampilkan oleh Android di luar UI aplikasi Anda untuk memberikan pengingat, komunikasi dari orang lain, atau informasi tepat waktu lainnya dari aplikasi. Pengguna dapat mengetuk notifikasi untuk membuka aplikasi Anda atau melakukan tindakan langsung dari notifikasi. Notifikasi ditampilkan otomatis kepada pengguna di lokasi dan dalam format yang berbeda, seperti ikon di status bar, entri yang lebih mendetail di panel samping notifikasi, sebagai badge di ikon aplikasi, dan di perangkat wearable yang tersambung).
__ADS_1
Diantara begitu banyak pesan dan panggilan masuk tidak terjawab ada nama Hugo disana, membuat Kattie langsung menghela nafasnya.
Akan tetapi ada pesan masuk dan panggilan tidak terjawab yang lebih membuat fokus Kattie teralihkan, bahkan sedikit membeliakkan matanya karena kaget, tidak menyangka akan mendapatkan pesan masuk dan panggilan tidak terjawab dari orang yang awalnya tidak dia pikirkan akan mengiriminya pesan.