Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEMBALI BERKUMPUL


__ADS_3

Dengan Evan yang sedang menggendong tubuh Alaya dan memeluknya dengan erat, sebenarnya Kattie tahu dia tidak akan algi bisa berbuat apa-apa pada Alaya untuk saat ini, tapi dengan berteriak dan memaki-maki Alaya, Kattie merasa sedikit lega karena bisa meluapkan emosinya.


Teriakan Kattie membuat Evan yang sudah melangkah menuju pintu keluar sambil memeluk Alaya dalam gendongannya, menghentikan gerakan kakinya, lalu membalikkan tubuhnya, dan menatap tajam ke arah Kattie yang sedikit tersentak dan langsung terdiam begitu melihat bagaimana tajamnya pandangan mata Evan padanya saat ini.


Tidak banyak orang pernah melihat sosok Evan yang sedang serius ataupun marah, dan saat ini, Kattie bisa melihat bahwa dengan tatapannya yang tajam, Evan menunjukkan bagaimana dia memiliki kemampuan besar untuk menghancurkan orang lain saat marah.


"Duchess Kattie panggil nama istriku dengan benar dan penuh hormat! Duchess Alaya! Nama panggilan istriku adalah Duchess Alaya Carsten! Ingat itu dengan baik di otakmu! Dan jika kamu berani memanggilnya dengan tidak hormat seperti tadi, aku tidak akan segan-segan meminta orang untuk membuatmu tidak bisa bicara lagi." Kata-kata Evan yang mengandung ancaman serius itu, membuat tubuh Kattie sedikit menggigil dan menelan air ludahnya dengan perasaan takut.


Bagaimanapun, baru kali ini Kattie melihat sisi lain dari Evan yang mendominasi dan cukup mengerikan bagi Kattie, setelah sebelum-sebelumnya, Evan selalu tampil dengan senyum bak malaikatnya di depan umum.


"Nikmati saja statusmu sebagai duchess sampai malam ini, karena begitu kamu keluar dari ruangan ini, status duchess yang kamu miliki akan segera dicabut. Gracetian, tidak membutuhkan bangsawan dengan karakter jahat sepertimu dan juga kakakmu duke Hugo." Evan kembali melanjutkan kata-katanya sebelum akhirnya kembali berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Kattie yang hanya bisa menangis menyesali nasib dan masa depannya yang pasti suram setelah malam ini berlalu.


Apalagi dari kata-kata Evan barusan, Kattie bisa menangkap dengan jelas bahwa saat ini dia tidak akan bisa mengharapkan Hugo lagi untuk menolongnya.


# # # # # # #

__ADS_1


"Evan, dramanya sudah selesai, bisakah kamu menurunkan aku?" Alaya yang masih berada dalam gendongan Evan, langsung bertanya karena sejak keluar dari ruangan dokter Jordan, Evan terlihat tidak ada niat untuk menurunkan Alaya dari gendongannya.


"Kenapa? Bukannya kamu ingin memamerkan kemesraan kita di depan duchess Kattie sebagai kenang-kenangan yang akan selalu dia ingat untuk menghabiskan waktu hidupnya di penjara?" Alaya langsung memberengut setelah mendangar komentar Evan.


"Kan sudah selesai. Rencana kita berjalan dengan sukses dan...."


"Tapi urusanku denganmu belum selesai my princess...." Evan langsung memotong perkataan Alaya, sambil melangkah lebar ke arah mobilnya.


"Eh, ada urusan apalagi memangnya?" Dengan sikap polos Alaya bertanya kepada Evan yang meletakkannya di bangku mobil yang akan dikendarainya.


“Kenapa? Apa kamu tidak melihat kalau duchess Kattie tidak bisa melukaiku sama sekali dengan kemampuannya? Apa kamu tidak percaya pada kemampuanku?” Alaya berkata dengan senyum lebar tersungging di bibirnya, karena sampai saat ini dia merasa begitu puas mengingat bagaimana Kattie yang sudah dibuatnya tidak berdaya.


“Tenang saja Evan, aku tidak akan rela membiarkanmu menjadi duda dan dimiliki oleh perempuan lain.” Alaya melanjutkan kata-katanya sambil tertawa geli, namun tiba-tiba saja Evan langsung bangkit berdiri sambil membungkukkan tubuhnya dan meraih tubuh Alaya dalam pelukannya, memeluk tubuh istrinya itu dengan begitu erat dan sibuk menciumi bahu Alaya dengan penuh perasaan cinta.


“Aku mohon… jangan membuatku khawatir lagi seperti itu my princess. Cukup sekali ini. Berjanjilah padaku.” Alaya yang awalnya tersentak kaget, begitu mendengar kata-kata Evan, langsung membalas pelukan Evan sambil menarik nafas panjang.

__ADS_1


“Maaf… sudah membuatmu khawatir… aku akan berusaha untuk tidak lagi membuatmu khawatir seperti itu lagi.” Alaya berkata lembut sambil mengelus-elus punggung Evan.


“Lepaskan! Awas kamu Alaya! Tunggu pembalasanku!” Suara teriakan Kattie yang terdengar tidak membuat Evan dan Alaya perduli dan tetap berpelukan, yang akhirnya membuat hati Kattie semakin panas karena lagi-lagi, dia harus melihat bagaimana kegagalan besar yang harus dihadapinya.


Pemandangan manis dan mesra antara Evan dan Alaya yang tampak di depannya, membuat Kattie tiba-tiba bungkam seribu bahasa.


Bertahun-tahun Kattie berusaha untuk membuat Evan melupakan Alaya dan berusaha untuk menggantikan posisi Alaya, namun pada akhirnya, benang merah yang mengikat mereka berdua tetap membuat takdir mempertemukan mereka kembali.


Dan saat ini Kattie sadar, ke depannya tidak akan adalagi kesempatan untuk dia bisa memisahkan Evan dan Alaya seperti waktu itu.


# # # # # # #


"Wah... semua sudah berkumpul ya...." Laurel yang baru saja masuk ke area taman di penthouse untuk menikmati sarapannya bersama yang lain berkata dengan senyum lebar di wajahnya.


"Tumben kamu lambat sekali datangnya bu dokter?" Alaya yang baru saja datang bersama Evan sambil menguap langsung bertanya kepada Lauel.

__ADS_1


"Ah, kamu juga baru datang kan? Bahkan masih terlihat mengantuk? Apa kalian melakukan kegiatan pengantin baru semalaman sampai kurang tidur seperti itu?" Laurel langsung menggoda Alaya yang tidak perduli dengan olok-olok Laurel, justru menyandarkan kepalanya ke bahu Evan sampai memejamkan matanya begitu mereka berdua sudah dalam posisi duduk, membuat yang lain langsung tersenyum melihat perilaku Alaya pada Evan, yang tampak tenang dan terlihat santai meskipun semua mata yang ada disana menatap ke arah mereka berdua saat ini.


__ADS_2