Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BAGAIMANA CARA AGAR DIA MEMBENCIKU?


__ADS_3

“Selamat malam Putri Alaya….” Alea yang berpapasan dengan Alaya langsung memberikan salam pernghormatannya sekaligus menyapa Alaya.


Alea yang merupakan sahabat Deanda dan sementara ikut menjadi pelayan sekaligus pengawal Deanda hingga Ernest benar-benar pulih, memang memiliki hubungan yang cukup dekat juga dengan Alaya karena sejak masuk ke istana, Alaya merupakan ornag yang memiliki hubungan paling dekat dengan Deanda dibandingkan dengan putri yang lain.


“Selamat malam juga Alea.” Alaya menjawab sapaan Alea dan memaksakan senyum di bibirnya, karena sebenarnya hari ini moodnya beanr-benar buruk.


Harus menghadiri makan malam dan bertemu dengan Christopher yang sudah membuatnya begitu kesal, tentu saja membuat mood Alaya benar-benar buruk.


“Eh, sebentar Alea….” Alea yang sudah menggerakkan tubuhnya ke samping, berencana melanutkan pekerjaannya, langsung menghentikan gerakannya begitu mendengar panggilan dari Alaya.


“Iya Putri Alaya… apa ada yang bisa saya bantu?” Alea langsung menanggapi panggilan dari Alaya.


“Kesini sebentar….” Alaya berkata pelan sambil menarik pergelangan tangan Alea, mengajaknya sedikit menjauh dari nyonya Rose yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya begitu melihat tindakan Alaya.


Hah! Putri Alaya ini… padahal sudah aku ingatkan berkali-kali dilarang bertindak sembarangan di dalam istana, harus menjaga sopan santun dan tindakannya sebagai seorang putri.

__ADS_1


Nyonya Rose berkata dalam hati sambil melihat sekelilingnya.


Sebenarnya ingin sekali nyonya Rose sedikit menegur Alaya, tapi banyaknya pelayan dan pengawal yagn bersliweran saat ini karena mempersiapkan acara makan malam hari ini, membuat nyonya Rose membatalkan rencananya.


Padahal secara garis keturunan, putri Alaya benar-benar seorang putri, bukan seperti permaisuri Deanda yang dari golongan rakyat biasa, tapi adaptasinya dengan semua peraturan di istana sungguh tidak secepat permaisuri Deanda. Tapi apa mau dikata, semua orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Lagipula karakter putri Alaya benar-benar menunjukkan kalau dia adalah keturunan dari keluarga Adalvino. Sifat keras kepalanya, mirip sekali dengan yang mulia Alvero.


Nyonya Rose berkata sambil menyungingkan senyumnya. Pada akhirnya, nyonya Rose adalah salah satu orang yang sangat berbahagia dengan kembalinya Larena ke istana Gracetian, dimana tempat seharusnya wanita cantik itu berada.


“Alea… apa kamu punya ide bagaimana membuat orang membencimu?” Dengan suara lirih, Alaya berbisik kepada Alea.


“Hah?” Pertanyaan Alaya sungguh membuat Alea melongo keheranan.


“Untukku ini kasus khusus Alea, karena itu, kalau kamu ada ide, segera hubungi aku. Dengan pengalamanmu selama menjadi tim di Goldie Tavisha, aku yakin kamu memiliki banyak ide brillian tentang itu, apalagi Rock juga orang yang jenius dengan semua kesuksesannya dalam menyelesaikan misinya.”


“Eh… Tapi Tuan Putri, pekerjaan kami tidak ada hubungannya dengan hati manusia, tapi benda dan manusia itu secara fisik.” Alea langsung menanggapi perkataan Alaya dengan wajah penasarannya.

__ADS_1


“Ah, tapi kalian kan sudah bertemu dengan banyak orang dan berbagai macam orang. Aku yakin pertanyaanku akan menjadi hal yang mudah untuk kalian pecahkan. Besok kita bertemu di ruang belajar istana ya. Jam 6 sore….” Alaya mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan begitu pelan, agar tidak terdengar oleh nyonya Rose dan yang lain.


Alea yang mendengar bisikan Alaya hanya bisa terdiam, dengan kening mengernyit.


Memangnya ada apa dengan putri Alaya. Pertanyaannya sungguh aneh… bagaimana membuat orang lain gar membenci kita? Baru kali ini ada seseorang yang bertanya tentang hal seperti itu padaku. Jelas saja aku tidak punya pengalaman dalam menjawab hal aneh seperti itu. Kira-kira siapa yang diinginkan oleh putri Alaya agar orang itu membencinya? Jangan-jangan orang itu adalah…. Akh… tidak mungkin… masa putri Alaya ingin agar calon suaminya yang sehebat duke Evan membencinya? Itu hanya sebuah pikiran ngawur dari otakku.


Alea berkata dalam hati dengan posisi masih diam di tempatnya berdiri, sedang Alea sudah kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang makan istana, karena dilihatnya Alvero dan Deaanda juga sedang beriringan berjalan ke sana.


Semoga Alea bisa menemukan ide cemerlang untuk membuatku menemukan cara agar duke Evan membenciku. Kalau duke Evan membenciku, bukannya secara otomatis dia akan menolak rencana perjodohan kami? Wah… kenapa baru sekarang terpikirkan ide sebaik ini. Good job Alaya, sepertinya aku mulai menemukan cara bagaimana agar duke Evan menyerah terhadapku.


Alaya berkata dalam hati, memuji dirinya sendiri dengan pemikiran yang dia anggap sebagai pemikiran yang cerdas, tanpa mengetahui bagaimana Evan yang memang sudah bersiap dengan segala resiko atas sosok Alaya yang mulai mengusik pikirannya, sejak dia melihat bagaimana beraninya putri cantik itu menembus markas besar militer untuk menemuinya tanpa jani temu, dan meminta hal yang sempat membuat Evan cukup kaget.


Tidak lama setelah Alaya, Alvero dan Deanda bergabung di meja makan, tampak Ernest dan Erich mengantar Christopher untuk ikut bergabung bersama mereka.


Putri Alaya… memang cantik, dan sungguh pantas untuk menjadi putri mahkota Rodfeel. Mataku tidak pernah salah dalam menilai seorang gadis. Dia benar-benar akan menjadi putri mahkota yang menjadi kebanggaan Rodfeel.

__ADS_1


Christopher berkata dalam hati, dengan sikap membanggakan dirinya sendiri, begitu melihat melihat sosok Alaya yang memang tampil begitu cantik hari ini.


Begitu memasuki ruang makan istana, Christopher memang dengan sengaja langsung mencari sosok Alaya, yang kebetulan duduk tidak jauh dari posisi Alvero, sehingga dengan cepat, mata Christopher bisa langsung mendapati keberadaannya.


__ADS_2