Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
HATI YANG MULAI TERBUKA


__ADS_3

“Alaya….” Suara lembut dari Larena membuat Alaya melepaskan drinya dari pelukan Alvero, dan sedikit menelan ludahnya sendiri, untuk menenangkan dirinya sendiri dari gejolak emosi yang sedang bergemuruh di dadanya.


“Maafkan kami karena membiarkanmu dalam situasi seperti ini… Mama juga tidak tahu kalau ternyata kamu dan Evan memiliki masa lalu seperti itu….” Larena berkata dengan nada begitu pelan.


Bagi Larena, setelah mendengar cerita dari Alaya tentang dirinya dan Evan, membuat ingatannya kembali pada bagaimana saat itu dia merasa dikhianati oleh Vincent yang sudah dijebak oleh Eliana.


Dan kesalahpahaman itu, meskipun pada akhirnya berakhir dengan damai, tapi sudah mengorbankan banyak hal diantara mereka berdua, termasuk Alvero yang akhirnya harus tumbuh tanpa adanya kasih sayang dari kedua orangtuanya.


“Aku tahu kalian memutuskan semuanya untuk kebaikan banyak orang, termasuk kedamaian kerajaan Gracetian….” Alaya menjawab perkataan Larena dengan suara pelan.


“Aku tahu bahwa aku harus melakukan yang terbaik sebagai seorang putri Gracetian, karena ada tugas dan kewajiban besar sejak aku menyandang status itu. Tapi aku butuh sedikit waktu untuk itu…” Alaya berkata lirih sambil memandang secara bergantian mereka yang ada disitu.


“Aku pasti akan menjalani apa yang harus aku jalani… aku tidak akan lari dari jalan hidup yang sudah ditetapkan untukku bersama Evan. Aku tidak akan pernah mempermalukan nama besar keluarga Adalvino, hanya saja… beri aku sedikit waktu untuk melakukan itu….” Perkataan Alaya membuat semuanya menghela nafas panjang.


Ada rasa lega yang terliaht dari wajah mereka mendengar perkataan bijak dari Alaya, tapi juga ada rasa bersalah karena membaut Alaya harus mengalami hal seperti ini karena tuntutan statusnya sebagai putri Gracetian, dan yang pasti statusnya sekarang yang sudah berubah menjadi seorang duchess Carsten.


# # # # # # # #

__ADS_1


"Sejak kecil kamu memang sudah terlihat begitu cantik dan menggemaskan. Pantas saja banyak pria yang menginginkanmu untuk menjadi istrinya, meskipun mereka memiliki berbagai motivasi yang berbeda padamu, bahkan ada yang hanya karena keegoisan mereka, bukan karena mereke mencintaimu. Entah bangsawan Gracetian ataupun bangsawan dari negara lain, banyak yang berusaha untuk memperebutkanmu." Evan yang sedang melihat-lihat foto Alaya bergumam pelan sambil menyungingkan senyum di wajahnya dengan tatapan bangga begitu mengingat bahwa gadis dalam foto itu akhirnya menjadi istrinya, meski dengan cara yang tidak biasa.


Selama dua hari ini Evan memang seringkali mengamati foto-foto Alaya dari semasa gadis itu amsih kecil, yang sudah diberikan Alvero padanya.


Tanpa bosannya, entah sudah berapa kali dalam sehari, Evan terus mengamati semua foto-foto itu, mencoba melepaskan rasa rindunya pada Alaya dengan memandangi foto-foto itu.


“Diantara banyak pria yang berusaha menarik perhatianmu, aku sungguh beruntung, menjadi pria yang akhirnya bisa menikah denganmu. Selamanya, aku akan selalu mencintaimu Alaya… duchess Carsten….” Tanpa bosan-bosannya, Evan terus memuji Alaya sambil mengamati foto-foto Alaya yang memang terlihat begitu cantik dan mempesona sejak dia masih kecil.


Mata Evan sedikit terpaku pada satu foto yang ada di sana, sebuah foto Alaya yang dalam beberapa kali setiap dia melihat foto itu, hatinya selalu berdesir dan merasa berdebar-debar.


Foto yang sedang dilihat Evan saat ini dan menbuatnya terpaku, adalah foto yagn sama yang dulunya pernah dia simpan di dalam dompetnya, dan sudah diambil Kattie yang waktu itu diminta dokter Jordan untuk mencari foto gadis yang disukai Evan untuk menghapusnya dari ingatan Evan melalui hipnoterapi.


Setelah beberapa saat berkutat dengan dompetnya dan tidak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan foto Alaya yang baru dilihatnya, Evan kembali meletakkan dompetnya, sambil menghela nafas panjang.


“Kenapa aku tidak bisa mengingatmu sama sekali my princess? Apa yang sebenarnya terlah terjadi diantara kita? Apa sebelum aku kembali ke Gracetian, hubungan kita telah berakhir? Dan apa alasan yang membuat kita harus berakhir seperti itu?” Evan bergumam pelan sambil memandangi kembali foto-foto Alaya yang ada di atas meja kerjanya.


Sebuah ketukan dari arah pintu ruang kerjanya, membuat Evan mengangkat kepalanya, lalu menutup album foto yang berisikan foto-foto Alaya sejak dari kecil hingga dia dewasa sekarang ini.

__ADS_1


“Masuk!” Evan segera menjawab ketukan pintu itu.


“Selamat siang Duke Evan….” Dengan sikap hormat Sam menyapa Evan yang langsung menggerakkan tangannya, meminta Sam untuk mendekat ke arahnya.


“Selamat siang Sam, aku harap kamu membawa berita baik tentang kesuksesan hasil penyelidikanmu.” Evan berkata sambil menatap kea rah Sam yang wajahnya terliaht begitu serius.


Beberapa waktu ini Sam memang benar-benar fokus untuk mencari semua info tentang dokter Jordan, dan juga termasuk hubungan apa yang dimiliki dokter Jordan dan Kattie, sesuai dengan yang diperintahkan oleh Evan padanya.


"Katakanlah Sam... info apa yang sudah berhasil kamu dapatkan tentang dokter Jordan. Aku harap info itu bsia membantuku untuk mengingat masa laluku bersama putri Alaya yang terhilang begitu saja.” Evan berkata kepada Sam yang berdiri dengan sikap tegap, tepat di depan Evan, dipisahkan oleh sebuah meja kerja Evan.


“Dokter Jordan merupakan dokter spesialis bedah saraf. Tapi dia dikenal kemampuannya justru bukan karena keahliannya di bidang itu, tapi di bidang hipnoterapi. Dibandingkan dengan obat-obatan atau operasi, dokter Jordan justru lebih sering mengobati pasiennya dengan metode hipnoterapi yang sepertinya memang dia kuasai dengna begitu baik.” Sam langsung menjawab pertanyaan dari Evan.


Dengan cepat, Evan langsung mencari info detail tentang hipnoterapi dan semua efek yang bisa ditumbulkan oleh hipnoterapi.


“Hah!” Evan langsung menghembuskan nafasnya dengan begitu keras setelah selesai membaca tentang info hipnoterapi.


Apa karena hipnoterapi ini, duchess Kattie begitu bersikeras agar aku kembali bertemu dengan dokter Jordan dan berkonsultasi padanya? Apa sebelumnya mereka berdua memang dengan sengaja melakukan hipnoterapi padaku, untuk membuatku melupakan Alaya? Kalau ditilik dari bagaimana sifat licik duke Hugo, dan duchess Kattie yang tidak tahu malu, selalu mengejar-ngejarku, sepertinya hal memalukan seperti itu bisa mereka lakukan tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


Evan berkata dalam hati, sekaligus mulai timbul kecurigaan dalam hati Evan, kalau Hugo benar terlibat dengan kecelakaan yang waktu itu dia alami.


“Dan yang lebih mengejutkan Duke Evan, ternyata dokter Jordan memiliki hubungan cukup dekat dengan keluarga Brown. Dia merupakan salah satu saudara sepupu  dari duke Hugo dan duchess Kattie.” Setelah melihat Evan selesai mencari-cari info tentang hipnoterapi, Sam segera menambahkan info lain yang dia dapat tentang dokter Jordan.


__ADS_2