
“Wah, romantisnya… pemilihan tanggal pernikahanmu sungguh menunjukkan sisi romantismu dan juga istrimu. Kalian pasti pasangan yuang sangat berbahagia. Selamat untuk pernikahanmu Sam.” Alaya berkata sambil tersenyum dan mulai membuka layar handphone dari Sam, untuk bia mengakses internet dan mengecek apa yang sudah terjadi selama beberapa hari ini di dunia maya, penasaran dengan yang dikatakan Sam tadi.
“Terimakasih Putri Alaya. Kami berdua saat ini juga sedang menantikan kelahiran calon anak kami yang masih berusia 3 bulan dalam kandungan….”
“O ya? Selamat ya Sam. Semoga semuanya lancar dan kedua ibu dan anak sama-sama sehat. Ikut senang dan bahagia mendengar hal-hal romantis seperti itu.” Alaya berkata sambil tertawa kecil, apalagi mengingat bagaimana usia kehamilan istri Sam, hampir sama dengan Deanda, dan itu artinya juga hmapir sama dengan usia kehamilan Laurel dan juga Cladia.
Sepertinya di waktu yang hampir bersamaan akan ada perayaan besar dan undangan istimewa karena beberapa wanita hebat yang pasti akan melahirkan dalam waktu berdekatan karena usia kehamilan yang hampir sama. Semoga mereka semua tetap sehat-sehat selalu bersama dengan bayi mereka.
Alaya berkata dalam hati dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya, karena kehamilan para wanita yang dikenalnya itu, meskipun Laurel dan Cladia, hanya bertemu dengannya di acara liburan babymoon mereka bersama Deanda, tapi waktu yang singkat itu juga membuat Alaya menjadi dekat dengan Laurel dan Cladia.
“Terimakasih untuk ucapan dan doanya Putri. Putri Alaya dan duke Evan, juga pasti akan menjadi pasangan yang romantis ke depannya. Duke Evan sangat menyayangi duchess Danella. Biasanya, laki-laki yang begitu menyayangi dan menghormati ibunya, akan menjadi seorang pria yang sangat menyayangi dan menghargai wanita yang menjadi istrinya juga. Untuk hal seperti itu, duke Evan tidak perlu diragukan lagi. Saya sangat mengenal duke Evan, dan berani menjamin tentang hal itu.” Kata-kata Sam yang panjang lebar tentang Evan dengan sikap yang menunjukkan hormat dan kekagumannya pada Evan, membuat Alaya hanya bisa menghela nafasnya.
“Saya jamin, Putri Alaya tidak akan pernah menyesal bisa menikah dengan pria baik seperti duke Evan. Dan sepanjang pernikahan Anda berdua pasti dipenuhi dengan hal-hal romantis.” Pernyataan dari Sam barusan membuat Alaya hanya bisa terdiam sambil menggigit bagian bawah bibirnya.
Romantis dari mananya? Bahkan aku tidak mengharapkan ke depannya harus berhubungan lagi dengan duke Evan. Sam ini, orang yang baik, tapi sikap sok tahunya, dan bagaimana dia begitu membela majikannya kadang cukup membuat aku kesal juga.
Alaya langsung mengomel dalam hati, dan akhirnya memilih untuk tidak lagi menanggapi perkataan Sam yang semuanya berisi tentang banyaknya pujian Sam untuk sosok Evan.
__ADS_1
Sam sendiri, begitu melihat Alaya tidak membalas satupun perkataannya tentang Evan, akhirnya bersikap pasrah, memilih untuk diam dan kembali fokus pada tugasnya untuk mengantar dan mengawal Alaya, selamat hingga tujuan.
Wah…. Ternyata ada begitu banyak berita seheboh ini selama aku tidak sadarkan diri?
Alaya yang mulai membaca satu persatu berita yang ada tentang dirinya dan Evan yang membuat heboh setelah pemberitahuan resmi pihak istana tentang rencana pernikahan Alaya dan Evan, berkata dalam hati dengan keheranan.
Tentang bagaimana beberapa orang yang menentang dan mempertanyakan kebenaran hubungan mereka, dan meminta adanya klarifikasi resmi dengan munculnya Evan bersama Alaya di depan orang banyak, cukup membuat Alaya merasa kaget juga.
“Kalau laki-laki yang dijodohkan denganku bukan duke Evan, hanya seorang pangeran atau bangsawan biasa, pasti beritanya tidak akan seheboh ini. Lagipula kenapa juga putra mahkota Hector ikut-ikutan menambah heboh berita ini. Aist, dua putra mahkota itu memang sangat merepotkan.” Alaya begumam pelan dengan nada berbisik dan pelan.
Sam sendiri meskipun bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Alaya dengan nada pelan itu, lebih memilih untuk pura-pura tidak mendengarnya.
“Kenapa kamu ada di tempat yang sama denganku?” Hector bertanya dengan suara pelan, tapi kata-kata itu diucapkan dengan nada dan sikap sedikit sinis kepada Christopher yang tampak acuh tak acuh mendengar pertanyaan Hector padanya.
"Aku tidak menyangka seorang putra mahkota dari kerajaan Rodfeel ternyata suka sekali menirukan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain.” Hector berkata dengan suara yang ditahannya agar tidak didengar oleh orang lain, terutama kerumunan para pengunjung yang sedang mengamati kehadiran dua putra mahkota dari negara lain, yang memang juga dikenal tampan dan penampilannya yang keren.
“O ya? Bukannya putra mahkota kerajaan Crownhill yang justru suka sekali menirukan orang lain? Siapa yang tiba-tiba menyusul datang ke Gracetian setelah aku?” Christopher berkata dengan tatapan mata kesalnya kepada Hector, tapi bibirnya tetap berusaha untuk tetap memperlihatkan senyum ramahnya kepada para pengunjung yang masih belum bosan-bosannya mengambil foto kedua putra mahkota itu.
__ADS_1
“Putra mahkota Hector dan Christopher! Bolehkan kami berfoto bersama Yang Mulia berdua?” Baik Hector maupun Christopher mau tidak mau akhirnya menoleh ke arah sumber suara begitu mereka mendengar ada salah satu pengunjung wanita yang memberanikan diri untuk meminta agar diperbolehkan berfoto bersama mereka.
Kesempatan emas untuk mengambil hati para warga kota Tavisha ini. Aku akan menunjukkan pesona dan keramahanku pada mereka di kesempatan ini, sehingga mereka bisa mendukung rencanaku untuk mendekati putri Alaya di masa depan.
Dalam hati Hector langsung berkata dan bergerak mendekat ke arah seorang gadis yang tadinya berteriak untuk meminta foto bersama dengan mereka.
Sepertinya Hector mau mengambil kesempatan ini untuk membuat hati rakyat Gracetian tertarik dan terpesona padanya. Aku tidak boleh tinggal diam. Aku tidak boleh kalah dengan rubah licik yang satu itu.
Christopher dengan buru-buru langsung mengikuti gerakan Hector yang berniat mengabulkan permintaan dari gadis yang memintanya berfoto bersamanya itu, namun tiba-tiba Hector menghentikan gerakan kakinya dan langsung menoleh ke belakang.
Eh… tapi kemana putri Alaya?
Hector yang seolah-olah baru sadar dengan apa yang terjadi, terlihat memandang ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Alaya.
Salah satu alasan Hector untuk mau diajak foto dengna gadis itu adalah karena keberadaan Alaya yang ingin dia ajak berfoto bersamanya, sehingga memberikan kesan pada para pengunjung yang merupakan warga Gracetian, bahwa Alaya dan dia saling mengenal dan cukup dekat.
Begitu sadar dengan pemikirannya itu, Hector berniat untuk mengajak Alaya ikut berfoto, tapi siapa sangka, ternyata Alaya sudah menghilang dari tempat itu tanpa dia tahu.
__ADS_1
Dan seolah ikut mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Hector, Christopher segera memberikan kode kepada salah seorang pengawalnya.
“Dimana putri Alaya? Kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja?” Dengan nada protesnya, dan mata Hector yang melihat ke arahnya, Christopher bertanya kepada pengawalnya yang terlihat sedikit bingung karena pertanyaan Christopher.