
Akan tetapi, meskipun Evan berhasil dibuat melupakan sosok Alaya oleh dokter Jordan, akan tetapi sampai beberapa tahun kemudian Kattie tidak juga berhasil membuat Evan mau menjadikan dia sebagai kekasih, apalagi istrinya.
Bahkan tentang balas budi, Evan hanya mengucapkan terimakasih dan berjanji akan membantu Kattie jika dalam kesulitan jika dia bisa membantu, tanpa mau dekat dengan gadis itu, apalagi memiliki hubungan khusus dengan Kattie, seberapapun kerasnya Kattie mencoba untuk menarik perhatian Evan.
Bagi Evan, pernikahan bukan tentang balas budi, tapi tentang perasaan cinta dan tentang bagaimana dia bisa menerima kondisi apapun tentang gadis yang akan dinikahinya, sehingga dia bersikukuh tidak akan pernah mau menikah dengan seseorang yang tidak dia cintai.
Apalagi, di dalam dasar hati dan ingatan Evan yang paling dalam, masih tersimpan dengan baik nama dan sosok Alaya yang begitu dicintainya, meskipun sampai sekarang dia belum bisa mengingat dengan baik tentang gadis yang saat ini sudah menjadi istrinya tersebut.
Ketika untuk pertama kalinya Kattie mendengar kabar tentang munculnya sosok Alaya Adalvino sebagai adik kandung dari Alvero, jantungnya hampir saja berhenti seketika karena rasa kagetnya, karena nama Alaya selalu membuatnya dalam rasa takut dan cemas.
Awalnya Kattie berusaha menenangkan dirinya sendiri, meyakinkan dirinya bahwa nama Alaya di dunia ini bukan hanya dimiliki oleh satu orang saja, sehingga mungki Alaya yang dikembalikan statusnya sebagai putri Gracetian, bukan Alaya yang sama dengan kekasih Evan di masa lalu.
Akan tetapi begitu melihat sosok Alaya di televisi dan media sosial, meski tatanan rambutnya berubah, dan gadis itu terlihat lebih dewasa, Kattie yakin bahwa gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang pernah ditemuinya beberapa tahun yang lalu di luar negeri, dan itu membuat dadanya berdetak dengan keras karena rasa tidak tenang.
Kattie semakin terlihat panik begitu mengingat bagaimana dia yang sudah bertindak licik pada Evan dan Alaya, sedangkan ternyata gadis itu adalah adik kandung dari Alvero Adalvino, raja Gracetian.
__ADS_1
Begitu melihat sosok Alaya yang ternyata adalah gadis yang dulu sempat ditemuinya di luar negeri, gadis yang sama yang sudah mengumbar kemesaraan bersama kekasihnya di depan Kattie, membuat Kattie langsung mencari info tentang ingatan Evan terhadap Alaya.
Sebelum berita perjodohan Evan dan Alaya resmi dipublish (diumumkan) ke public, beberapa kali saat mendapatkan kesempatan bertemu dengan Evan, entah di acara resmi atau di pesta para bangsawan dimana dia bertemu Evan, Kattie berusaha untuk memancing-mancing tentang ingatan Evan terhadap Alaya.
Begitu Kattie mengetahui bahwa ingatan Evan sepenuhnya masih melupakan Alaya, membuat Kattie berharap bisa menggagalkan rencana pernikahan mereka berdua, bahkan berani mengambil resiko mempermalukan dirinya sendiri dengan datang menemui Evan dan meminta Evan untuk membatalkan pernikahannya dengan Alaya dengan alasan dia menyukai Evan.
Saat itu Kattie menyampaikan keinginannya agar Evan membalas kebaikannya yang sudah menyelamatkannya dengan mangabulkan permintaannya membatalkan rencana pernikahan Evan dan Alaya.
Dan akhirnya, permintaan Kattie ditolak mentah-mentah oleh Evan, yang meskipun belum bisa mengingat Alaya dengan baik, tapi rasa cinta pada Alaya di dalam hatinya yang lama terkubur sudah terbangun kembali, sejak pertemuan mereka di acara afternoon tea sore itu di istana untuk merayakan kemenangan atas kelompok pemberontak di bunker Tavisha.
# # # # # #
Dan bukan tanpa alasan jika sampai Kattie terlihat begitu takut dengan apa yang akan dilakukan oleh Alvero jika sampai Alvero tahu perbuatan jahatnya kepada Evan.
Meskipun belum ada bukti nyata, tapi sampai saat ini, beberapa dari rakyat masih menganggap Alvero adalah sosok pemimpin hebat dan memajukan negara Gracetian, tapi Alvero juga dikenal keras dan otoriter, karena selama bertahun-tahun sebelumnya, Eliana memang sengaja menyebarkan gosip segala tingkah laku buruk dari Alvero.
__ADS_1
Alvero sendiri tidak pernah melakukan klarifikasi di depan orang lain terhadap semua tuduhan itu, ditambah dengan wajah dingin Alvero yang tidak suka basa-basi dan tidak murah senyum, membuat banyak orang percaya dengan gosip yang tersebar itu, dan selain hormat, juga sangat takut terhadap sosok Alvero.
"Aku harus bagaimana sekarang? Apa lebih baik aku bersembunyi untuk sementara waktu, sebelum semuanya terbongkar, dan aku harus menghadapi duke Evan dan yang mulia Alvero." Kattie berkata sambil berlari ke arah walk in closetnya, mengambil koper berukuran palng besar yang dia miliki, dan mulai melakukan packing pada pakaian dan barang-barang berharganya.
"Sebaiknya aku dengan cepat pergi dari tempat ini untuk sementara waktu ke tempat dimana tidak ada orang yang mengenalku dan aku kenal. Dan ada baiknya, aku tidak mengatakan apapun pada kak Hugo tentang rencanaku ini." Kattie bergumam pelan dengan tangannya terus bergerak mengambil semua barang-barang berharganya dan langsung dia masukkan ke dalam kopernya.
Begitu dia sudah selesai, dengan langkah mengendap-endap, Kattie keluar dari kamarnya dan langsung melangkah pergi keluar dari tempat kediaman duke Brown dengan langkah yang dia buat sesantai mungkin, agar para pelayan dan penjaga tidak curiga dengan kepergiannya.
# # # # # #
"Hah...." Begitu Alaya melihat sosok Deanda dan Alvero bersama dengan Vincent dan Larena yang berdiri di balik pintu kamar hotel yang baru dibukanya, gadis itu langsung mendesis pelan dengan wajah terlihat suntuk.
Meskipun sikap yang ditunjukkan oleh Alaya membuatnya terlihat seperti orang yang tidak tahu sopan santun dan bagaimana harus bersikap terhadap Alvero sebagai raja Gracetian, juga yang lain yang ada di situ, namun tidak ada satupun yang berniat menegur Alaya, karena mereka tahu bagaimana perasaan Alaya saat ini terhadap berita pernikahannya dengan Evan, yang sebelumnya begitu ditentangnya dan berusaha untuk dia batalkan.
Tanpa menyapa dan mempersilahkan mereka untuk masuk, Alaya bahkan langsung berjalan menjauhi pintu kamar hotelnya, membiarkan mereka berempat di sana.
__ADS_1
Bagi Alaya yang tahu akan cepat atau lambat, keempat orang itu pasti akan menemuinya, memilih lebih baik dia diam dan menunggu apa yang akan mereka jelaskan padanya, karena Alaya tahu, jika sampai Evan bisa menikahinya dalam kondisi tidak sadarkan diri, pasti ada campur tangan mereka berempat terhadap kejadian itu.
Tanpa ijin dari kedua orangtuanya, dan juga Alvero sebagai kakak kandungnya yang memiliki kekuasaan mutlak di Gracetian sebagai seorang raja, Alaya tahu Evan tidak mungkin bisa menikahinya saat dia sebagai pengantin wanita tidak sadar dan tidak bisa memberikan tanda tangannya pada surat pernikahan mereka waktu itu.