Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTEMUAN DI PENTHOUSE (2)


__ADS_3

“Dimana Evan?” Seolah baru sadar bahwa Evan tidak nampak di sana, Enzo langsung bertanya kepada Alaya, karena bagi Enzo, rasanya kurang puas jika menggoda Alaya sebagai pengatin baru tanpa adanya Evan.


“Eh… dimana ya? Terakhir tadi aku meninggalkannya di taman begitu mendengar kalian datang.” Alaya berkata dengan amta memandang ke sekelilingnya mencari keberadaan Evan, sayangnya Evan tidak terlihat dalam ruangan itu sama sekali.


“Wah…. Sengaja kamu sembunyikan ya Evan? Apa kamu takut kami semua akan menerkamnya? Jangan khawatir, kecuali dia minta diajari bagaimana cara menerkammu, kami akan pura-pura diam. Tapi sepertinya, tidak perlu diajari, jenderal besar kita yang satu itu sudah berhasil melakukannya dengan baik.” James yang melihat bagaimana tebalnya make up pada leher Alaya hari ini, langsung mengeluarkan komentarnya yang tentu saja berhasil membuat Alaya salah tingkah dan wajahnya memerah.


“Ayo kita ke taman sambil menikmati makan malam kita. Untuk menghabisi Evan dan Alaya, kalian juga perlu energi.” Enzo berkata sambil menggiring mereka ke arah taman penthouse, dimana tiga meja berukuran panjang, berjajar kiri kanan sudah penuh dengan berbagai jenis makanan, minuman dan juga kue-kue yang terlihat begitu menggugah selera tersaji di sana.


Evan….


Alaya yang melihat sosok Evan di dekat salah satu meja panjang itu langsung memanggil nama itu dalam hati.


Awalnya Alaya ingin langsung memanggil nama suaminya itu, tai melihat posisi Evan yang sedang membelakangi arah mereka datang sambil memegang handphone di telinganya, Alaya langsung mengurungkan niatnya barusan.


Evan yang mendengar langkah kaki mendekat dan bukan hanya sepasang, langsung membalikkan tubuhnya, dan mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu dengan langkah-langkah lebar yagn tetap menunjukkan sisi elegannya sebagai seorang bangsawan kelas tinggi, Evan langsung berjalan, mendekat ke arah Alvero dan juga Alaya yang datang ke tempat itu bersama rombongan yang lain.

__ADS_1


“Maaf tidak menyambut kedatangan Anda sekalian semuanya secara langsung. Selamat malam semuanya. Maaf belum bisa mengundang Anda sekalian ke tempat kediaman Carsten.” Dengan sikap ramah dan tenang, Evan langsung menyapa semuanya.


“Apa kabar Tuan Ornado dan Anda sekalian.” Evan segera menyapa Ornado, sedang Dave, James, Leo yang belum pernah bertemu dengannya, dengan sopan Evan menatap satu persatu ke arah mereka dan memberikan tatapan hangatnya kepada mereka, sebagai ucapan selamat berjumpa, dan juga mengulurkan tangannya kepada Ornado yang berdiri di samping Alvero, yang salah satu tangannya melingkar di bahu Cladia.


“Jangan lagi memanggil namaku dengan embel-embel tuan di depan namaku dan yang lain yang ada di sini. Itu hal yang paling pantang dilakukan oleh adik ipar Alvero pada kami.” Ornado berkata sambil menyambut uluran tangan Evan dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya langsung menepuk-nepuk lengan atas Evan dengan sikap hangat dan bersahabat.


“Aku perkenalkan para tamu yang sengaja datang untuk mengucapkan selamat kepada kalian berdua….” Ornado berkata sambil tangannya yang tadi lepas dari bahu Cladia, kembali bergerak, kali ini langsung melingkar dengan sikap posesif ke arah pinggang Cladia, membuat Evan bisa langsung menebak siapa gadis cantik bertubuh mungil yang ada di samping Ornado itu.


“Ini istriku, Cladia…. aku mewakilinya untuk mengucapkan salam kenal padamu.” Ornado berkata sambil mempererat pelukannya di tubuh Cladia yang hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengulurkan tangannya pada Evan.


Dan Evan yang memang sudah dari awal mendapatkan info dari Alaya tentang trauma Cladia terhadap pria, segera membalas anggukan kepala Cladia dengan senyum dan langsung mengalihkan pandangan matanya dari sosok wanita Ornado itu, agar dia tidak perlu merasa salah tingkah karena bersikap dingin seperti itu.


“Ini Dave dan Laurel istrinya, mereka sama-sama dokter hebat.” Alvero langsung terlihat menggantikan Ornado untuk memperkenalkan Dave dan Laurel yang langsung menjabat tangan Evan secara bergantian.


“Ini James, sepupu Ornado dan istrinya Elenora, yang sama-sama membantu Ornado di grup Xanderson. Untuk masalah pasukan dengan kekuatan fisik, Ornado jagonya, tapi untuk masalah keamanan dan penyerangan lewat kecanggihan komputer, sampai saat ini kehebatan Elenora belum ada tandingannya.” Kali ini Enzo yang ganti memperkenalkan James dan Elenora kepada Evan yang juga langsung menjabat tangan mereka berdua.


Pujian Enzo padanya membuat Elenora sedikit salah tingkah, tapi elusan James di bagian belakang pinggangnya membuat Elenora merasa jauh lebih tenang dan merasa lebih percaya diri.

__ADS_1


Rasa percaya diri Elenora yang sempat hancur selama bertahun-tahun akibat perbuatan Serafina padanya, setelah mereka menikah, James berusaha keras untuk mengembalikan kepercayaan diri itu dan selalu mendukung apa yang dilakukan oleh Elenora, selama itu baik untuk Elenora, sehingga Elenora bisa tampil apa adanya seperti sekarang ini.


Meskipun belum sepenuhnya rasa percaya diri itu kembali padanya, karena dalam waktu yang lama Serafina selalu menekannya, tapi keberadaan James sebagai suami yang begitu mencintainya, membuat Elenora merasa mulai bisa mengendalikan dirinya saat berada di dekat orang yang baru dikenalnya.


Setelah Enzo memperkenalkan James dan Elenora pada Evan, mata Alvero langsung memandang ke arah Leo dan Evelyn.


“Ini adalah dokter Leo dan calon istrinya Evelyn, adik kandung dari Dave.” Alvero kembali melanjutkan perkenalan mereka kepada Evan yang tampak selalu menyungingkan senyum ramahnya, seperti biasanya, membuat orang yang baru mengenalnya pun merasa bisa langsung dekat dengannya.


“Senang bisa mengenal orang-orang hebat seperti kalian.” Evan berkata dengan sikap tulus, membuat yang lain langsung tersenyum menyambut pujian Evan kepada mereka.


“Seharusnya mereka juga merasa senang bisa bertemu dengan duke hebat yang merupakan jenderal besar Gracetian.” Ornado mewakili yang lain menjawab kembali pujian Evan untuk mereka.


“Kalau begitu, ayo kita nikmati makan malam kita.” Alvero berkata sambil merentangkan salah satu tangannya, untuk mempersilahkan tamunya memulai makan malam mereka.


“Jadi…. Bagaimana rasanya menikah dengan Alaya? Apa dia berlaku seperti kucing manis atau singa galak setelah menikah?” Tanpa basa basi begitu mereka berjalan bersamaan ke arah meja yang berisi penuh sajian makanan dan minuman, James tiba-tiba langsung menyelutuk di depan Evan, membuat yang lain langsung menahan senyum gelinya mendengar pertanyaan James yang membuat Evan terlihat sedikit kaget, sedang wajah Alaya langsung merah padam karena pertanyaan James itu.


Aduh, benar kan dugaanku? Kak James pasti akan mengejek kami habis-habisan. Dan setelah ini, pasti kak Laurel ikut-ikutan menggoda kami berdua. Tahan nafas… aku harus kuat mental menghadapi kedua kakak yang jago menggoda itu. Semoga Evan bisa mengatasinya dengan baik.

__ADS_1


Alaya berkata dalam hati sambil melirik kea rah Evan yang ternyata juga sedang melirik ke arahnya.


__ADS_2