
“Untuk beberapa waktu mungkin duke Evan akan mengalami sakit kepala jika dia memikirkan sesuatu yang terlalu memicu emosinya.” Dokter itu kembali melanjutkan penjelasannya kepada Kattie.
Tanpa sedikitpun berpikir jelek tentang Kattie, dokter itu memberikan penjelasan detail tentang kondisi Evan pada Kattie, karena dokter itu berpikir Kattie pasti memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Evan, melihat bagaimana khawatirnya wajah Kattie ketika baru datang ke emergengy room mengantar Evan.
“Apakah itu akan membuat duke Evan mengalami kesakitan yang parah?” Kattie bertanya sambil menatap ke arah pintu kamar tempat Evan dirawat yang tertutup rapat, sehingga dia tidak bisa lagi mendengar bagaimana memilukannya kata-kata yang diucapkan Danella kepada Evan yang masih belum sadarkan diri.
“Yang pasti untuk beberapa waktu ini, pasti akan terjadi seperti itu. Setelah duke Evan sadar kembali, untuk beberapa waktu, beliau pasti akan merasakan pusing dan sakit kepala jika beliau berusaha untuk mengingat kejadian sebelum dia mengalami kecelakaan...."
"Apa sebegitu parahnya kondisi duke Evan?" Kattie langsung memotong perkataan dokter itu.
"Memang itu umum dialami oleh seseorang yang mengalami benturan di kepalanya. Tapi jangan khawatir, itu hanya akan terjadi sementara waktu saja. Karena otak duke Evan hanya mengalami memar, dan bukan benar-benar terluka. Hanya butuh waktu sebentar, pasti ingatan duke Evan akan kembali seperti sediakala...."
Apa itu berarti saat ini duke Evan juga lupa tentang siapa sosok kekasihnya yang ada di luar negeri?
Angan-angan Kattie langsung melayang kepada sosok gadis cantik yang saat itu dilihatnya terlihat begitu mesra dengan Evan.
"Dokter... apa artinya untuk sementara ini duke Evan tidak bisa mengingat apapun?" Dengan suara ragu, Kattie bertanya kepada dokter itu.
"Tentu saja bukan begitu. Beberapa hal duke Evan akan langsung bisa mengingat dengan baik, seperti siapa dirinya, dan orang-orang dekatnya, termasuk kemampuannya tentu saja tidak akan hilang. Hanya beberapa ingatan saja yang mungkin sedikit terlupakan untuk sementara waktu ini, tapi saya tidak bisa memastikan ingatan mana yang belum bisa duke Evan ingat dengan baik saaat beliau sadar diri nantinya." Kattie langsung mengangguk-anggukkan kepalanya begitu mendengar penjelasan dari dokter itu.
__ADS_1
"Untuk mengurangi rasa sakitnya saat berusaha mengingat sesuatu, saya akan memanggil dokter yang mumpuni di bidang hipnoterapi, agar bisa membantu pemulihan ingatan duke Evan dengan cepat, tanpa dia perlu merasakan sakit yang berlebihan di kepalanya." Kattie yang awalnya sedang melihat ke arah lain, langsung menoleh begitu mendengar kata-kata dari dokter itu lagi.
Hah! Hipnoterapi! Itu akan menjadi jalan keluar untuk masalahku dan duke Evan! Ini adalah kesempatan baik bagiku untuk membuat duke Evan melupakan kekasihnya itu. Dan kesempatan ini aku yakin tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya, sehingga aku harus bisa dengan baik memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Aku akan meminta dokter Jordan menghapuskan ingatan tentang kekasihnya untuk selamanya dengan kemampuan hebat dokter Jordan dalam bidang hipnoterapi.
Sebuah ide gila yang entah darimana datangnya, membuat Kattie merasa begitu bersemangat begitu mendengar tentang rencana adanya melakukan hipnoterapi pada Evan.
"Hipnoterapi dokter? Kalau begitu, saya akan meminta teman baik saya, dokter Jordan untuk membantu duke Evan di masa pemulihannya itu." Kattie segera berkata kepada dokter itu, dengan pikiran yang sudah kesana kemari, mencoba untuk memikirkan cara agar Evan untuk selamanya melupakan Alaya.
"Ooo, dokter Jordan ya? Terus terang, saya tidak terlalu mengenalnya, tapi jika duchess Kattie merasa dia adalah dokter yang mampu menangani kasus duke Evan dengan baik, saya tidak keberatan jika dokter Jordan yang campur tangan dalam urusan ini." Dokter itu menanggapi perkataan Kattie sambil tersenyum, tanpa menyangka sedikitpun bahwa Kattie memiliki rencana licik terhadap hubungan Evan dan Alaya yang beberapa waktu ini membuat Kattie benar-benar tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu.
Marah, kecewa, dan juga rasa cemburu yang tidak pada tempatnya, membuat tiap malam Kattie memikirkan cara untuk dapat memisahkan Evan dan Alaya untuk selamanya, dan siapa sangka tiba-tiba sebuah kesempatan emas datang padanya.
"Kalau begitu, secepatnya, aku akan menghubungi dokter Jordan, agar dia bisa menyiapkan waktunya untuk bisa segera datang ke tempat ini." Dengan mata terlihat berbinar senang, Kattie berkata kepada dokter itu.
"Baik Duchess Kattie." Dengan sikap hormat, dokter itu langsung mengiyakan perkataan Kattie, menyatakan persetujuannya tentang ide itu.
# # # # # # #
Dokter Jordan mengatakan kalau aku harus bisa menemukan foto gadis itu, sehingga mempermudah dokter Jordan untuk membuat duke Evan melupakannya melalu hipnoterapi, menghapuskan ingatan tentang sosok gadis itu.
__ADS_1
Kattie yang terus mengamati kamar tempat Evan dirawat berkata dalam hati tanpa berani mendekat, menunggu perginya Danella dari tempat itu.
Sudah waktunya sebentar lagi duchess Danella pulang ke rumah sebelum nanti kembali tepat pukul 9 malam untuk menjaga duke Evan.
Sambil berkata dalam hati, Kattie melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.
Selama beberapa hari ini Kattie memang dengan sengaja mengamati jam dimana Danella menjaga Evan di rumah sakit, sehingga dia mencari kesempatan untuk dapat bisa mendapatkan benda yang dimaksudkan oleh Jordan.
Begitu Danella pergi, untuk beberapa saat Kattie sengaja tetap berada di tempatnya, sampai dia melihat sosok Hugo dari arah belakang datang mendekati kamar tempat Evan dirawat.
Hari ini Hugo sengaja datang atas permintaan Kattie, selain untuk mengalihkan perhatian para penjaga dan dokter, Hugo juga tidak ingin dicurigai bahwa dia terlibat dengan kecelakaan yang dialami oleh Evan.
"Kamu sudah disini ternyata? Jangan-jangan sepanjang hari ini kamu sudah berada di sini?" Hugo langsung berbisik pelan ke arah Kattie.
Jika saja Kattie tidak memaksa dan mengancamnya karena tahu dia adalah pelaku kecelakaan itu, sebenarnya Hugo enggan datang ke rumah sakit untuk menjenguk Evan, dan berencana untuk mengirimkan sekedar rangkaian bunga ke ruang tempat Evan dirawat.
Akan tetapi setelah Kattie mengancamnya, jika Hugo tidak mau membantunya saat dia nanti mencari foto ataupun sesuatu yang berhubungan dengan kekasih Evan, pada akhirnya Hugo memilih untuk menuruti permintaan adiknya itu.
Selain karena ancaman Kattie, akhirnya Hugo juga berpikir jika lebih baik dia mengunjungi Evan, agar ketidaksukaannya terhadap Evan sedikit tersamarkan di depan banyak orang.
__ADS_1
Apalagi pemberitaan tentang kecelakaan Evan terus dibahas di media, dan semua rakyat berharap agar Evan segera tersadar kembali. Beberapa orang juga dengan sengaja melakukan aksi doa bersama untuk kesembuhan Evan dengan menyalakan seribu lilin di alun-alun kota Tavisha, membuat Hugo juga berencana untuk menarik simpati rakyat dengan datang menjenguk Evan yang masih terbaring tidak sadarkan diri.