
“Erich! Ah… tidak… lebih baik kamu saja Ernest.” Alvero langsung berkata sambil mendekat ke arah Ernest, yang entah kenapa dari pembicaraan Alvero tadi di telepon bersama Tira membuat Ernest berharap agar dia yang diberikan perintah oleh Alvero untuk menjemput putri cantik itu ke istana.
Memang setelah acara afternoon tea tadi, Alvero sudah mengajak Tira, dan kedua orangtua Alvero untuk ikut bersama ke penthouse, tapi mereka bertiga masih ada hal yang harus dilakukan sebelum pergi, sehingga mereka memilih untuk pergi menyusul.
Akan tetapi karena urusan Tira cukup lama, membuat dia tidak memiliki kesempatan untuk pergi bersama dengan Vincent dan Larena yang akhirnya pergi lebih dahulu bersama sopir pribadi Deanda yang memang sudah familiar dengan penthouse Alvero selain Erich dan Ernest.
Sebenarnya tadi Tira ingin pergi dengan menyetir sendiri atau mengajak sopir bagian umum istana ke penthouse, akan tetapi Alvero tidak mengijinkannya.
Jika mengajak sopir lain, Alvero keberatan jika orang itu nantinya akan tahu kalau Evan dan Alaya ada disana. Disamping itu, Tira maupun sopir itu, Alvero tahu bahwa mereka tidak akan tahu jalur khusus yang bisa membuat mereka masuk ke dalam penthouse tanpa diketahui oleh banyak orang kecuali orang-orang di pos penjagaan jalur khusus penthouse.
“Ya Yang Mulia….” Ernest langsung menjawab panggilan dari Alvero dengan sikap siaga.
“Minta tolong kamu pergi ke istana, jemput putri Tira dan bawa kemari, agar dia bisa bergabung dengan acara makan malam di sini.” Mendengar perintah dari Alvero, hampir saja Ernest tidak bisa menahan senyum lebarnya kalau dia tidak melihat bagaimana cara Erich meliriknya dengan tatapan mata sedikit khawatir.
Entah kenapa, setiap kali melihat bagaimana ekspresi Ernest saat nama Tira disebutkan, membuat Erich khawatir saudara kembarnya yang belum pernah jatuh cinta seperti dia sebelum mengenal Cleosa itu, suatu ketika akan patah hati jika dia tidak menjaga hatinya sendiri.
“Baik Yang Mulia, saya akan segera….”
“Yang Mulia….” Erich langsung memutus perkataan Ernest tanpa sadar, membuat salah satu alis Alvero sedikit terangkat karena Erich yang biasanya bersikap acuh tak acuh, bukanlah orang yang terbiasa untuk memotong perkataan orang lain, meskipun itu Ernest, saudara kembarnya sendiri.
“Kenapa Erich?”
__ADS_1
“Jika saja diijinkan, biar saya saja yang menjemput putri Tira, Yang Mulia.” Mendengar perkataan Erich, hampir saja Ernest melangkah maju ke depan dan mencegah Erich untuk meneruskan niatnya, akan tetapi Ernest langsung menahan dirinya karena tidak ingin Alvero berpikir macam-macam.
“Tidak, tidak perlu Erich, biar Ernest yang menjemputnya, karena kamu lebih dibutuhkan di sini. Lebih baik kamu pergi menemui yang lain, agar aku bisa mengatur dengan Ernest masalah penjemputan untuk Tira.” Kata-kata Alvero dengan sikap tegasnya, membuat Erich tidak berani lagi menyampaikan usulnya, apalagi menolak perintah itu, membuat akhirnya Erich menggerakkan tubuhnya ke samping, dan eprgi meninggalkan Alvero dan Ernest berdua.
Ernest sendiri langsung menarik nafas lega meski sebisa mungkin dia tetap bersikap tenang, agar tidak ada yang melihat bagaimana leganya perasaannya saat ini, mengetahui bahwa Alvero tidak berniat untuk mengubah keputusannya.
“Ernest….” Begitu Erich pergi, Alvero kembali fokus kepada Ernest.
“Jemput Tira, dan bawa dia ke penthouse melalui jalur khusus, agar tidak ada orang lain yang mengetahui kedatangannya di penthouse ini. Aku yakin saat ini banyak orang yang sednag mengawasi pergerakan para penghuni istana, untuk bisa membuat berita yang menarik para netizen baik dari dalam atau luar negara Gracetian.” Alvero berkata sambil menatap lurus ke arah Ernest yang langsung menganggukkan kepalanya.
(Istilah warganet atau netizen adalah dari gabungan kata Internet dan citizen (warga, penduduk), yang artinya "warga internet" (citizen of the net). Netizen adalah pengguna Internet, atau juga disebut-sebut sebagai penghuni yang aktif terlibat di komunitas online di Internet.
Istilah tersebut juga umum ditujukan kepada kepentingan dan kegiatan aktif di Internet, menjadikannya wadah sosial dan interlektual, atau struktur politik di sekitarnya, khususnya terkait akses terbuka, netralitas internet dan kebebasan berbicara. Warganet juga umum disebut sebagai warga siber atau cybercitizen, yang memiliki pengartian yang sama.
Istilah tersebut banyak dipakai pada pertengahan 1990-an sebagai cara untuk menyebut orang-orang yang mendiami geografi baru dari Internet. Pionir dan pengarang Internet Michael F. Hauben dikenal karena mencetuskan dan mentenarkan istilah tersebut.
Hauben mengungkapkan idenya tentang para pengguna Internet di tulisannya, "The Net and Netiens: The Impact the Net Has on People's Lives").
“Untuk saat ini, lebih baik kita bergerak dengan hati-hati untuk membantu Evan menyelesaikan masalahnya dengan duke Hugo dan duchess Kattie.” Alvero kembali berkata sebelum akhirnya meminta Ernest untuk segera menjemput Tira, agar acara makan malam tidak mundur terlalu lama.
# # # # # #
__ADS_1
“Selamat malam Putri Tira….” Sambil memberikan salam penghormatannya, Ernest menyapa Tira yang berjalan ke arahnya setelah Alvero menghubunginya dan emmintanya bersiap, karena Ermest sudah diperintahkannya untuk menjemput Tira.
“Selamat malam Ernest.” Dengan sikap ramah dan senyum manisnya, Tira langsung menyambut sapaan Ernest yang mau tidak mau terlihat sedikit tertegun melihat bagaimana cantik dan lembutnya sikap putri Gracetian yang satu itu.
Diantara putri-putri lain, Tira selalu terlihat lemah lembut dan seperti gadis yang lemah karena dia paling tidak bisa menguasai olahraga apapun.
Akan tetapi bagi Ernest, justru sosok Tira adalah gadis yang dengan tipe yang disukainya, karena membuatnya bisa menjadi laki-laki sejati yang bisa melindunginya kaum hawa yang umumnya dikenal sebagai makhluk yang lebih lemah dari kaum adam.
Sosok kuat Deanda, bukannya Ernest tidak suka, dia secara pribadi menyukai karakter Deanda, dan begitu kagum dengan sosok permaisuri Gracetian itu.
Selain kagum, Ernest begitu menghormati sosok Deanda bahkan sebelum wanita cantik itu menikah dengan Alvero, dan hubungan mereka cukup dekat karena Ernest adalah orang yang seringkali mendapatkan curhatan dari Deanda tentang sikap Alvero yang memang sangat mendominasi waktu itu.
Saat dimana Deanda belum mau mengakui bahwa dia sebenarnya sangat mencintai Alvero.
Akan tetapi sosok cantik dan lemah lembut Tira, selalu saja membuat hati Ernest bergetar dan merasakan suatu sensasi baru yang tidak pernah dia rasakan pada gadis lain.
Rasa ingin dekat dan ingin melindungi putri cantik itu, kadang membuat pikiran Ernest melayang kemana-mana, membayangkan yang bukan-bukan, berangan-angan kalau-kalau dia memiliki kesempatan untuk lebih dekat dan mengenal putri yang satu itu.
“Ah, untung saja kamu yang menjemputku, jadi kita bisa mengobrol sepanjang perjalanan.” Tira berkata sambil berjalan ke arah pintu gerbang istana, dimana sebuah mobil sudah siap di depan sana untuk Ernest bisa membawa Tira ke penthouse.
Bukan tanpa alasan Tira berkata seperti itu, karena dulu pernah sekali Alvero meminta Erich mengantar Tira ke bandara, dan sepanjang perjalanan sampai mereka berpisah, tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir kedua orang itu.
__ADS_1
Sikap dingin Erich, membuat Tira enggan berbicara dengannya, sedang Erich, tanpa alasan kuat, dia bukan orang yang mudah membicarakan sesuatu kalau itu tidak penting untuknya, dan dia memilih untuk diam.