
“Tentu saja benar. Bahkan menurut cerita Alaya, yang membuat dia begitu bersemangat untuk berlatih beladiri waktu itu adalah karena melihat bagaimana hebatnya Duke Evan memberi pelajaran kepada para pembullynya. Sehingga dengan menangis dia terus merengek, memintaku untuk melatihnya beladiri. Meskipun sebenarnya, dengan fisik selemah dia, dia harus berusaha jauh lebih keras dibandingkan orang lain untuk belajar beladiri.” Dengan sikap yakin, Alexis menjawab pertanyaan Evan yang membuat Evan langsung berusaha lebih keras untuk mengingatnya.
Akan tetapi bukan ingatan yang diinginkannya yang didapatkan oleh Evan saat ini, tapi rasa sakit kepala yang tiba-tiba terasa begitu menusuk-nusuk kepalanya, yang sudah sekian lama sejak kejadian kecelakaan itu, sebenarnya hampir tidak pernah lagi dirasakan oleh Evan.
Untuk kejadian ketika Alaya bertemu dengan Evan berikutnya, ketika Evan sudah dewasa, baik Alexis maupun Larena tidak mengetahui tentang hal itu karena Alaya sengaja tidak menceritakan tentang kisah cintanya dengan Evan kepada siapapun, termasuk pada Larena dan Alexis.
Apalagi, sejak kecil, Alexis selalu menghindar jika Alaya menanyakan tentang negara Gracetian yang beberapa kali sempat menarik perhatiannya saat dia membaca berita yang diunggah di internet tentang negara yang dikenal kaya dan maju itu, sehingga Alaya berpikir Alexis tidak menyukai negara Gracetian, sempat mengira kalau Alexis pernah memiliki masalah atau disakiti oleh orang dari Gracetian.
Saat itu, Alaya menantikan kedatangan Evan, untuk bersama-sama menemui Larena dan juga Alexis, dan menceritakan tentang hubungan mereka.
Namun pada akhirnya hingga Alaya memutuskan untuk menyusul Evan ke Gracetian waktu itu, tidak pernah sekalipun Evan menghubunginya, apalagi kembali datang kepadanya, sesuai dengan janji yang pernah diucapkan Evan waktu itu.
Sehingga sampai saat ini, fakta tentang Alaya yang pernah menjadi kekasih Evan meskipun hanya dalam hitungan hari, tidak ada seorangpun yang tahu keculai Alaya sendiri, dan alam bawah sadar Evan, dalam ingatannya yang terkubur.
"Duke Evan, apa Anda baik-baik saja?" Sam sebagai asisten pribadi Evan yang sangat mengenal Evan, langsung berkata sambil menelisik ke wajah Evan yagn terlihat sedang menahan sakit kepalanya.
"Eh ya... kita lanjutkan pembicaraan kita nanti Tuan Alexis, Tuan Red. Aku akan berganti pakaian terlebih dahulu." Evan berkata sambil berlalu, dengan Sam yang terus mendampinginya.
__ADS_1
"Kenapa dengan duke Evan? Apa dia sedang sakit?" Red yang langsung mengamati Evan begitu mendengar kata-kata Sam langsung berkata kepada Alexis yang tampak mengernyitkan dahinya.
"Aku tidak tahu. Tapi bagaimana bisa ya duke Evan lupa bahwa dulu dia sempat bertemu dengan Alaya di masa kecilnya. Waktu itu bahkan dia dan almarhum ayahnya cukup lama tinggal bersama kami, sekitar satu bulan, sebelum akhirnya mereka kembali ke Gracetian." Alexis berkata kepada Red.
"Kalau Alaya sedikit lupa dengan sosok Evan itu sangat normal, karena waktu itu Alaya masih kecil. Dia bisa saja mengalami amnesia anak. Tapi Evan ketika pertama bertemu dengan Alaya, dia sudah beranjak remaja. Harusnya ingatan seorang remaja sudah terbentuk dan lebih kuat, tidak seperti anak kecil." Alexis berkata sambil memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi apda Evan.
(Memori akan peristiwa-peristiwa di tahun awal kehidupan memang samar. Mulai dari momen unik dan dramatis dalam hidup, seperti hari lahir, langkah pertama, hingga kata-kata pertama yang diucapkan, sebagian besar orang tak bisa mengingat kejadian tersebut.
Saat seseorang tumbuh dewasa, dia akan melupakan orang-orang, peristiwa, bahkan tempat yang dia temui saat kecil. Chilhood amnesia atau amnesia anak merupakan ketidakmampuan orang dewasa mengingat peristiwa yang terjadi sebelum usia 2-4 tahun atau bahkan lebih tua dari usia itu.
Hal ini disebabkan oleh sistem limbik yang tidak berkembang (khususnya di bagian amigdala dan hippocampus), yaitu tempat ingatan disimpan secara kimia di otak.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia, semakin sedikit memori masa kecil yang dapat diingat.
Penyebab lain amnesia anak adalah kita tak memiliki kemampuan untuk membicarakan apa yang kita alami sebelum mampu dan lancar berbicara. Umumnya, kemampuan berbahasa baru lancar saat anak berusia tiga tahun.
Ketika kita tumbuh dewasa, otak akan melakukan pekerjaan berat. Sebuah penelitian oleh Katherine Akers dari The Hospital For Sick Children di Toronto, Kanada, mengungkapkan bahwa ketika otak sibuk menumbuhkan banyak sel baru, otak tidak menyimpan ingatan yang sifatnya berjangka panjang.
__ADS_1
Studi lain menunjukkan bahwa orang tua mampu mengubah narasi masa kecil kita. Seseorang cenderung menyimpan memori yang baik ketika diingatkan.
Namun, anak-anak kerap mendapat cerita berbeda dari ibu dan ayahnya. Hal ini menyebabkan anak sulit untuk melihat dan mengingat dengan benar).
“Mungkin sebenarnya Alaya juga tidak terlalu mengingat kejadian itu, sehingga dia juga tidak mengatakan apapun apda duke Evan.” Red menanggapi perkataan Alexis yang sedikit termangu.
“Mungkin saja begitu. Ketika itu baik Deanda dan yang mulia Alvero juga sempat tidak mengingat masa kecil mereka ketika terjadinya kasus penculikan yang mulia Alvero waktu itu.” Alexis kembali mengungkapkan perkataannya tentang bagaimana seseorang mungkin saja melupakan masa lalunya ketika masih muda.
“Yang penting sekarang, semoga mereka ke depannya bisa bahagia dengan pernikahan mereka yang sebentar lagi akan diadakan.” Alexis kembali berkata, kali ini dengan wajah penuh harap.
Setelah sekian lama harus tinggal di luar negeri tanpa tahu asal usulnya dengan jelas, akhirnya Alaya bisa kembali ke Gracetian sebagai putri, dan bahkan akan segera menikah dengan duke Evan, seorang duke hebat yang menjadi kebanggaan Gracetian, membuat Alexis ikut bahagia mendengar berita tentang rencana pernikahan mereka berdua.
“Mereka pasangan yang serasi dan pasti akan menjadi pasangan yang dibanggakan oleh rakyat Gracetian, seperti nona besar Deanda dan yang mulia Alvero, menjadi panutan bagi banyak orang karena kekompakan dan kemesraan mereka berdua.” Red berkata dengan senyum di wajahnya.
“Aku harap begitu, meskipun sebenarnya aku sedikit khawatir melihat sikap Alaya yag dingin kepada duke Evan. Ah… sudahlah, kita masih harus membicarakan tentang banyak hal lain. Biarkan mereka yang muda mengurus kehidupan percintaan mereka sendiri-sendiri. Kita orang tua tinggal melihat dan mengamatinya saja. Kalau ada yang salah baru kita luruskan.” Alexis berkata sambil memasuki kedai black rose, diikuti oleh Red dan juga Rock.
# # # # # # #
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa aku bisa melupakan banyak hal tentang masa laluku dengan Alaya? Karena jika benar dulunya aku pernah bertemu dengan Alaya sebelumnya, harusnya ada ingatan tentang itu. Apa mungkin karena kecelakaan itu? Tapi dokter mengatakan kalau kondisi otak maupun saraf-saraf otakku semuanya sudah dalam kondisi normal. Tapi kenapa… aku tidak bisa mengingat sedikitpun tentang Alaya kalau memang kami pernah bertemu sebelumnya? Apa ada yang salah dengan otakku?
Sambil mengganti pakaiannya yang basah dengan yang dibawakan oleh Sam, Evan terus bertanya-tanya dalam hati.