Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA ALVERO UNTUK ALAYA DAN EVAN


__ADS_3

"Jalan masuk ke area parkir pribadi penthouseku tidak bisa diakses dan diketahui oleh sembarang orang. Orang lain mungkin hanya tahu kalau pintu masuk penthouseku sama dengan pintu masuk gedung perkantoran Adalvino, tanpa mereka tahu bahwa ada pintu masuk lain yang ada justru tersembunyi dan langsung menuju tempat parkir yang terhubung langsung dengan salah satu pintu masuk penthouseku meski bukan pintu masuk utama." Alvero menghentikan bicaranya sebentar, seolah sedang memikirkan sesuatu yang penting.


"Penjaga di sana mengenal Ernest dan Erich dengan baik sebagai pengawal pribadiku, dan mereka juga memegang kartu akses untuk ditunjukkan kepada petugas keamanan di sana. Katakan pada Evan, Erich yang akan menjemput Evan. Jika Evan sudah berada di jalan sekarang, minta dia mengganti sopirnya dengan Erich meskipun aku tebak, pasti sopir Evan adalah Sam. Berikan nomer kontak Erich pada Evan setelah ini. Di sana kamu boleh menempati kamar utama bersama Evan, hanya saja, pastikan kalian berhati-hati agar tidak membuat salah satu perabot di kamarku rusak ataupun pecah karena hebatnya pergulatan kalian di dalam sana. Masalah tempat tidur berantakan, rapikan dengan baik setelah kalian puas memakainya" Alvero kembali melanjutkan bicaranya sambil menyunggingkan senyum menggodanya ke arah Alaya yang hanya bisa terdiam seribu bahasa.


Alaya tampak melongo mendengar semua penjelasan Alvero yang begitu panjang dan lebar, tentang detail rencana yang sudah dia siapkan untuknya dan Evan.


Tapi jujur saja, Alaya benar-benar tidak menyangka kalau Alvero, sudah memikirkan semuanya dengan begitu baik untuk mendukungnya dan Evan.


Deanda sendiri hanya menyungingkan senyum geli melihat bagaimana saat ini Alvero yang terus menggoda Alaya dengan kata-katanya.


"Apapun yang akan kalian perlukan selama di sana sudah aku siapkan, termasuk nyonya Rose dan tiga orang pelayan yang akan siap melayani kalian dengan baik di sana. Jadi kamu tinggal menikmati bulan madumu disana, selama yang kalian mau. Syukur-syukur jika keluar dari penthouse, kalian membawa kabar baik tentang keturunan duke Carsten berikutnya." Alvero berkata sambil mengedipkan salah satu matanya kepada Alaya.


"Kakak... terimakasih...." Dengan gerakan yang tidak disangka-sangka oleh Alvero, tiba-tiba saja Alaya melompat dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Alvero, lalu bergelayutan di sana sambil memeluk tubuh Alvero yang awalnya merasa kaget dengan tindakan Alaya, tapi beberapa detik kemudian, dia membalas pelukan Alaya dan mengelus-elus lembut punggung Alaya dengan sikap sayang.

__ADS_1


Deanda yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan perasaan lega, melihat bagaimana satu persatu, orang-orang di sekitarnya mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing.


"Mulai sekarang, nikmati kebahagiaanmu bersama Evan. Jangan memusuhinya lagi ya. Kalau tahu alasanmu membenci Evan karena dia melupakanmu begitu saja, bisa jadi saat itu aku langsung membatalkan perjodohan kalian berdua." Alaya yang mendengar kata-kata Alvero, dengan buru-buru langsung menjauhkan tubuhnya dari Alvero, melepaskan kedua lengannya yang tadi memeluk Alvero dengan erat.


"Waktu itu aku yang salah Kak, aku terlalu kecewa dan marah pada Evan, sehingga tidak berusaha menyelidiki apa yang sudah terjadi padanya. Evan tidak bersalah sama sekali." Mendengar pembelaan Alaya terhadap Evan, membuat Alvero tersenyum geli.


"Ternyata sekarang kamu sudah bisa membela orang yang kamu cintai mati-matian ya?" Alvero berkata sambil menjitak kening Alaya dengan jari telunjuknya.


"Sudah malam, segera hubungi Evan agar tidak terlalu jauh kalian berselisih jalan, karena posisi penthouseku dan apartemen milik Evan berbeda arah. Karena aku yakin, semakin banyak waktu yang terbuang pasti akan membuat kalian berdua semakin tidak tenang." Alvero berkata sambil menepuk-nepuk pelan kedua pipi Alaya yang masih belum percaya bahwa saat ini Alvero sudah menyiapkan semuanya untuk dia dan Evan.


"Eits... apa maksudmu dengan pergi begitu saja dari tempat ini tanpa persiapan?" Alvero berkata sambil menahan kepergian Alaya dengan menarik pergelangan tangan adik perempuannya itu.


"Apa maksud Kakak?" Alaya yang sudah menghentikan kembali langkahnya langsung bertanya kepada Alvero.

__ADS_1


"Sudah aku katakan tadi, untuk kamu memerlukan penyamaran agar tidak membuat orang lain curiga." Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang melihat ke arah Alaya dengan tatapan mata mengamati sosok Alaya dari ujung kepala ke ujung kaki.


"Ikutlah dengan kakakmu Deanda, dia sudah berpengalaman terhadap apa yang harus dia lakukan padamu agar sukses dalam penyamaranmu." Alvero berkata sambil menggerakkan pupil matanya, agar Alaya mengikuti Deanda yang menggerakkan tubuhnya untuk berjalan ke arah walk in closetnya.


Dengan langkah terlihat ragu, Alaya akhirnya benar-benar mengikuti langkah-langkah Deanda ke walk in closetnya.


Di salah satu sudut ruangan walk in closetnya, tampak satu lemari yang tampak tertutup rapat di sana.


Begitu Deanda mengeluarkan kunci dari genggaman tangannya untuk membuka pintu lemari itu, mata Alaya langsung terbeliak kaget melihat begitu banyak dan lengkapnya aksesoris yang biasanya digunakan oleh Deanda untuk menyamar.


Mulai dari pakaian profesi yang bermacam-macam jenisnya, berbagai macam bentuk wig dan warna yang berbeda-beda, sampai dengan semua aksesoris dari kacamata, pernak pernik perhiasan dan banyak lagi yang membuat Alaya begitu kaget, karena tidak menyangka bahwa kakak iparnya yang terlihat kuat tapi anggun itu ternyata memiliki barang-barang seperti itu.


(Pakaian profesi adalah pakaian yang digunakan oleh profesi tertentu. Pakaian tersebut biasa dikenakan saat mereka bekerja. Pada zaman dahulu tidak ada pakaian profesi seperti saat ini.

__ADS_1


Pakaian profesi adalah tanda pengenal suatu profesi. Orang yang mengenakan pakaian polisi adalah seorang polisi. Kita dapat membedakan pilot dengan pramugari dari pakaian yang dikenakannya. Pakaian profesi juga dapat menjadi kebanggaan orang yang memakainya).


"Melihat bentuk tubuhmu, sepertinya kita memiliki size yang hampir sama. Jadi kamu pasti bisa pas mengenakan semua pakaian ini." Deanda berkata sambil mengambil salah satu pakaian yang dirasa cocok untuk dikenakan Alaya untuk penyamarannya kali ini.


__ADS_2