Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA KUNJUNGAN PARA SAHABAT


__ADS_3

“Dan dari ceritamu tadi, sepertinya mereka berdua….” Deanda berkata sambil memandang ke arah Alvero dan Enzo secara bergantian.


“Mereka mencurigai duke Hugo sebagai pelakunya. Jika bukan orang yang memiliki hubungan dekat dengan diuchess Kattie sebagai pelakunya, tidak mungkin duchess Kattie mengerahui adanya rencana untuk mencelakaimu.” Deanda melanjutkan kata-katanya.


“Dan bodohnya aku, selama ini mengira aku justru sudah berhutang budi pada duchess Kattie karena berpikir dia yang sudah menyelamatkanku dengan membantu membawaku ke rumah sakit waktu itu. Karena dokter yang menanganiku memang sempat mengatakan beruntung aku segera dibawa ke rumah sakit waktu itu, sehingga bisa dengan cepat mendapatkan penanganan medis.” Evan berkata sambil menatap ke arah wajah Alaya dengan tatapan merasa bersalah sudah membiarkan orang lain berhasil memisahkan mereka meskipun hanya sementara waktu.


Hal itu membuat Evan berkali-kali berjanji dalam hatinya sendiri untuk ke depannya lebih mencintai dan lebih perduli pada Alaya, untuk membayar setiap waktu yang hilang dari mereka berdua.


Bagi Evan, saat ini dia merasa bersyukur ingatannya tentang Alaya sudah kembali sepenuhnya, sehingga dia tahu apa saja yang sudah dia lewatkan bersama Alaya di masa lalu, masa-masa indah yang sudah mereka jalani berdua.


“Untung saja semuanya sudah kembali seperti yang sudah seharusnya sekarang. Kalian bisa bersatu kembali. Aku ikut bahagia untuk kalian berdua.” Enzo berkata sambil memandang ke arah Evan dan Alaya sambil tersenyum, seolah ikut menjadi orang yang benar-benar terlibat dalam peristiwa mengharukan itu.


“Ih… Kak Enzo, rasanya mendengar Kakak bicara seserius itu membuat buku kudukku merinding.” Alaya berkata sambil tersenyum geli melihat wajah Enzo yang tadi terlihat begitu serius saaat mengucapkan kata-katanhya.


“Aku sungguh tidak menyangka ternyata sebelum bertemu di Gracetian dan terlibat rencana perjodohan, di masa lalu kalian memang sudah merupakan sepasang kekasih. Kisah cinta kalian akan menjadi sebuah cerita yang  menarik jika saja di filmkan.” Enzo kembali berkata, kali wajah isengnya sudah terliaht lagi menghiasi wajah pangeran tampan yang satu itu.


“Aist… ada-ada saja. Semua orang juga punya kisah cinta yang menarik. Para pria yang aku kenal dan sudah menikah, mereka punya cerita yang cukup spektakuler untuk diceritakan. Kak Alvero, kak Dave, juga kak Ornado…” Kata-kata Alaya langsung terputus begitu mendengar ada suara nada panggilan yang cukup nyaring, yang terdengar dari handphone Alvero.


“Ornado… benar-benar pajang umur kawan yang satu itu….” Alvero berkata begitu melihat nama yang tertera di layar handphonenya, sedang melakukan panggilan telepon padanya.

__ADS_1


Yang lain langsung saling memandang dengan tatapan wajah heran dan terlihat tidak percaya mendengar ucapan Alvero tentang siapa yang sedang menelponnya sekarang.


Baru saja Alaya menyebutkan nama Ornado, dan tidak lebih dari satu menit kemudian, pria tampan yang merupakan satu-satunya sahabat Alvero paling dekat itu tiba-tiba menghubungi Alvero.


“Buonasera Ad.” (Selamat malam Ad) Suara sapaan dengan nada hangat langsung terdengar dari bibir Alvero yang menyapa Ornado.


“Buona notte anche a te Alvero.” (Selamat malam juga Alvero) Di seberang sana, Ornado segera menjawab sapaan dari Alvero.


“Di sini masih pukul 9 malam, dan di sana, pasti hari masih begitu pagi. Kenapa sepagi ini kamu menghubungiku? Apa ada masalah denganmu Ad? Atau ada hal buruk yang menimpa istrimu?” Alvero yang baru saja melirik jam di tangannya langsung bertanya kepada Ornado.


“Di sini juga masih malam, bukan pagi hari. Sebenarnya kami sedang berada di Italia hari sekarang, besok atau lusa, kami berencana untuk mampir ke Gracetian sebelum kembali ke Indonesia. Apa kehadiran kami akan mengganggumu?” Perkataan Ornado membuat senyum lebar di bibir Alvero.


Bukan tentang Ornado yang sebenarnya ingin didengar oleh Deanda, tapi istri tercinta Ornado yang sejak kedatangannya ke Indonesia beberapa waktu lalu membuat mereka berdua jadi sangat dekat.


“My Al…. Cladia….” Dengan menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara, Deanda langsung berkata kepada Alvero yang menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


“Ad… kamu mengatakan kami, apa kamu akan datang bersama dengan istrimu? Atau James?” Alvero langsung bertanya kepada Ornado untuk menjawab rasa penasaran Deanda.


“Sepertinya, kamu harus menyiapkan banyak kamar untuk kami, karena kami di sini bukan hanya aku dan amore mio, tapi James bersama Elenora juga Dave dan istrinya bersama Evelyn dan Leo akan ikut bersamaku mengunjungimu.” Mata Alvero langsung melotot mendengar apa yang dikatakan oleh Ornado padanya.

__ADS_1


“Haist! Kamu ini benar-benar ingin mengerjaiku? Bagaimana bisa kamu membawa sekompi pasukan berkunjung ke Gracetian tanpa memberitahuku terlebih dahulu jauh-jauh hari?” Mendengar omelan Alvero padanya, Ornado langsung tertawa kecil.


“Cladia dan yang lain akan ikut bersama Ad ke sini.” Dengan gerakan bibir yang mengucapkan kata-katanya tanpa suara, Alvero berkata untuk menjawab pertanyaan Deanda tentang keberadaan Cladia.


Jawaban dari Alvero membuat senyum di bibir Deanda langsung melebar.


Alaya yang sedari awal juga ikut mengamati pembicaraan antara Alvero dan Ornado di telepon ikut menyungingkan senyumnya begitu mendengar Gracetian akan kedatangan tamu-tamu penting yang bagi Alaya pasti akan membuat suasana istana menjadi sedikit ceria dibandingkan dengan biasanya, apalagi ada James yang dalam hal suka menggodanya, sebelas dua belas dengan Enzo.


“Itu sengaja aku lakukan, karena aku ingin mengetesmu, sebagai raja Gracetian dengan kekuasaan yang tidak terbatas di negara itu, mestinya kedatangan kami tidak akan menjadi hal yang sulit untukmu kan? Aku hanya ingin tahu apa sebagai raja kamu bisa mengendalikan semuanya dengan baik?” Dengan santainya Ornado berkata kepada Alvero yang hanya bisa tersenyum tipis mendengar bagaimana Ornado yang begitu senang menggodanya dengan cara seperti itu.


“Hah! Kamu selalu saja mengerjaiku. Tapi jangan khawatir Ad. Aku akan membuktikan kalau aku benar-benar seorang raja Gracetian, bukan sekedar hoax.” Kata-kata Alvero membuat Ornado yang ada di seberang sana tertawa terbahak.


(Hoax yaitu informasi yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dengan kata lain, hoax diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan akan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.


Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan).


“Aku percaya… percaya….” Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia yang hari itu berdiri cukup jauh darinya ketika dia melakukan panggilan telepon dengan Alvero.


Sebenarnya, selain menginformasikan rencana kedatangannya dan yang lain ke Gracetian, Ornado ingin meminta bantuan Alvero untuk mengajarinya memasaka satu jenis makanan yang diminta oleh Cladia, dan itu cukup membuatnya pusing, karena seperti biasanya, Cladia ingin agar Ornado sendiri yang memasak untuknya, sedangkan Ornado benar-benar buta tentang masalah masak memasak.

__ADS_1


Tapi apadaya, jika yang meminta padanya adalah Cladia, tidak ada alasan bagi Ornado untuk menolak, karena bagi Ornado, dalam hidupnya, Cladia adalah yang nomer satu, dan harus selalu dia utamakan di atas segalanya.


__ADS_2