
“Sejak awal mengikuti berita tentang munculnya sosok putri Gracetian secara tiba-tiba yang selama lebih dari 20 tahun tidak diketahui keberadaannya, aku memang sudah tertarik dengan keberadaan putri Alaya.” Christopher berkata sambil melirik ke arah Alaya yang tampak duduk diam di samping Evan.
“Dan dari info yang aku dengar tentang Duke Evan, yang beberapa diantara dari orang-orang yang mengenal Duke Evan, mereka mengatakan tentang bagaimana duke Evan yang sampai saat ini belum pernah terlihat dekat dengan wanita manapun, sehingga berita tentang Duke Evan sebagai kekasih putri Alaya cukup membuat aku kaget.” Perkataan Christopher yang tanpa sadar sudah menunjukkan bagaimana laki-laki itu sudah begitu sibuk mencari info tentang Evan, membuat Evan tersenyum.
“Begitukah? Aku sungguh tidak menyangka kalau Putra Mahkota Christopher ternyata begitu tertarik dengan kehidupan pribadiku sampai-sampai mencari info dari orang-orang di sekitarku. Sayangnya, tidak semua info bisa dipercaya dan sesuai dengan kenyataan.” Evan berkata sambil melirik ke arah Alvero yang tampak senang dengan semua perkataan yang diucapkan oleh Evan.
“Aku hanya ingin memastikan, apakah Duke Evan dan putri Alaya benar-benar serius dalam menjalin hubungan asmara. Karena bagaimanapun, Yang Mulia Alvero pun pasti tahu, jika Yang Mulia mengijinkan, putri Alaya akan menjadi wanita dengan kedudukan paling tinggi di kerajaan Rodfeel jika menikah denganku.” Christopher kembali mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Alaya.
Dan seperti kata Christopher, jika Alaya menikah dengannya, meski dia akan berstatur sebagai seorang putri mahkota, tapi di Rodfeel yang posisi permaisuri dan ibu suri tidak ada karena mereka sudah meninggal dunia, membuat posisi putri mahkota akan menjadi posisi wanita paling tinggi di sana.
“Apa yang perlu diragukan dari kami berdua? Putra Mahkota Christopher harusnya juga tahu karena mungkin Anda juga mengalaminya. Dengan pesona dan daya tarik yang dimiliki putri Alaya, bahkan bisa membuat seorang pria jatuh cinta dalam hitungan detik. Dan mungkin… itu yang dulu terjadi padaku, sehingga aku memutuskan untuk menjadikan dia calon duchess Carsten bagiku.” Evan berkata sambil melingkarkan lengannya ke bahu Alaya, yang tubuhnya sedikit tersentak, dan hampir saja membuatnya melompat dan menjauhkan tubuhnya dari Evan.
Untung saja pikiran sehatnya membuat Alaya segera sadar kalau Evan pasti sengaja melakukan itu untuk menguatkan cerita tentang bagaimana untuk saat ini mereka adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, dan ingin dengan secepat mungkin melangsungkan pertunanga mereka.
__ADS_1
Apalagi, Alaya bisa merasakan tenaga cukup kuat yang sengaja dikeluarkan Evan untuk menahan pergerakan Alaya agar tubuhnya tidak bisa menjauh dari Evan.
Christopher yang melihat itu hanya bisa menggeretakkan gigi secara diam-diam, dengan hati yang terasa begitu panas melihat bagaimana cara Evan memamerkan hubungannya dengan Alaya, padahal jelas-jelas Christopher mendengar info tentang bagaimana dulunya Evan begitu menyukai Deanda.
Bagi Christopher, rasanya dia ingin sekali menanyakan bagaimana tentang Evan yang dulunya begitu menyukai Deanda, tapi tentu saja keberadaan Alvero sebagai suami Deanda membuat Christopher mencegah dirinya sendiri untuk memancing pertikaian dengan raja Gracetian itu.
“Benar-benar tidak disangka ya. Aku harap pilihan putri Alaya tidak meleset. Jangan sampai putri salah memilih pria yang ternyata menyukai wanita lain.” Akhirnya Christopher mengatakan tentang Evan yang menyukai Deanda, meskipun dia tidak secara langsung menyebutkan nama Deanda.
Alaya berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar.
Mendengar perkataan Christopher yang mengandung sindiran bagi Evan sekaligus Deanda, Alvero sedikit mengepalkan tangannya yang sedang dia lipat di depan perutnya.
Beraninya dia mengucapkan kata-kata seperti itu di depan banyak orang, dan juga di depanku, meskipun dia tidak menyebutkan anma sweety dengan jelas. Putra mahkota Rodfeel itu benar-benar kurangajar dan tidak punya sopan santun sama sekali. Benar-benar tidak pantas untuk menjadi bagian dari kerajaan Gracetian.
__ADS_1
Alvero langsung mengomel dalam hati sambil melirik ke arah Evan yang sepertinya tidak terpengaruh sama sekali dengan perkataan Christopher.
Dengan wajah tenang, Evan tetap diam di tempatnya dengan tangan tetap melingkar di bahu Alaya yang hampir saja kehabisan nafas karena sibuk menahan nafas dan mengatur detakan jantungnya karena tindakan Evan.
Terlepas seorang gadis menyukai pria itu atau tidak, bagaimana bisa dadanya tidak berdetak kencang di saat dia mendapatkan perlakuan seperti itu, apalagi meskipun ceroboh dan suka bertindak seenaknya sendiri, Alaya belum pernah dekat dengan seorang pria, termasuk berada di dalam pelukan pria seperi yang sedang dilakukan Evan padanya sekarang ini.
Dan melihat gelagat Evan, Alaya bisa merasakan kalau sepertinya Evan tidak berniat untuk melepaskan lengannya dari bahunya dalam waktu dekat.
Menyadari itu Alaya hanya bisa menggerutu dalam hati sambil berharap agar pembicaraan mereka mala mini segera berakhir, dan dia bisa segera pergi dari ruangan ini, untuk melepaskan diri dan menghindar dari Evan.
“Putra Mahkota Christopher, meskipun posisiku saat ini adalah raja Gracetian, tapi sedari awal, aku sudah menyampaikan kepada para penghuni istana, termasuk pada putri Alaya, bahwa aku tidak akan ikut campur dalam masalah percintaan para putri dan pangeran, ataupun para bangsawan lainnya. Karena bagiku, mecintai dan dicintai adalah hak semua orang, kita tidak boleh memaksakan kehendak kita.” Perkataan Alvero membuat Christopher tersenyum kecut.
NOTE: Untuk 1 episode berikutya akan up menyusul, karena masih dalam proses pengerjaan. Terimakasih untuk dukungan pada novel ini. Jangan lupa vote, like, komen dan setangkai bunga atau secangkir kopi. Love you....
__ADS_1