Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SALING MENAKLUKKAN?


__ADS_3

Wah… ternyata James ini karakternya mirip sekali dengan Enzo termasuk dalam hal kelakuan hebohnya dalam menggoda orang lain. Aku yakin dia tidak akan puas sebelum berhasil membuat kami kehabisan cara untuk membalas godaannya.


Evan berkata dalam hati, dengan mata membalas lirikan Alaya, yang dia tahu, menunjukkan tanda sedang mengirimkan sinyal siaga padanya.


Meskipun Evan merasa cukup kaget dengan pertanyaan James yang baru dikenalnya hari ini, tapi Evan yakin, James berani melakukan itu karena merasa dekat dengan Alaya dan juga Alvero serta Deanda.


Memikirkan hal itu membuat Evan merasa senang Alaya memiliki orang-orang dekat yang merupakan orang-orang hebat seperti James dan yang lainnya, apalagi Ornado yang sebelumnya memang pernah bertemu dengan Evan meski hanya sekilas, dan hanya sedikit pembicaraan yang bisa mereka lakukan saat itu.


Dan dari pembicaraan singkat itu, juga kesan pertama ketika bertemu Ornado, Evan tahu kalau laki-laki itu bukanlah orang sembarangan, sehingga membaut Evan merasa beruntung mendapat kesempatan untuk mengenal mereka dan dekat dengan mereka.


Godaan James juga membuat suasana diantara mereka terasa semakin akrab, sehingga Evan tidak merasa keberatan sama sekali denga napa yagn ditanyakan oleh James barusan, justru ingin menanggapinya untuk ikut menggoda istrinya.


“Tergantung suasana hatinya. Kadang dia bisa bersikap lebih manja dari anak kucing, tapi kadang dia bisa lebih ganas dari seekor singa. Yang pasti yang dia lakukan selalu di saat dan tempat yang tepat, sehingga sulit untuk tidak meladeninya.” Jawaban Evan membuat wajah Alaya langsung memerah, sedang yang lain langsung tersenyum geli, bahkan Enzo dan James langsung tertawa tergelak.


Leo dan Evelyn yang meskipun mengerti tentang arah pembicaraan mereka, memilih untuk hanya tersenyum, karena mereka sendiri belum menikah.


Jika sampai mereka ikut serta masuk dalam pembicaraan itu, Leo maupun Evelyn yakin itu akan menjadi senjata yang berbalik menyerang mereka, dan sepertinya mereka tidak ingin mengambil resiko besar itu.


“Wah… wah… padahal beberapa waktu lalu ketika bertemu di Indonesia, Alaya masih seperti gadis remaja yang belum tahu apa-apa tentang dunia laki-laki. Ternyata sekarang berkat Evan, dia sudah benar-benar menjadi wanita sungguhan ya?” Laurel langsung menanggapi kata-kata Evan yang semakin membuat Alaya salah tingkah dan wajahnya memerah, meskipun Evan, masih tetap terlihat tenang seperti biasanya, sehingga mereka berdua terlihat kontras.


Mereka benar-benar pasangan yang serasi, yang satu ekspresif dan tidak mudah untuk ditaklukkan, tapi Evan, dengan sikap tenang dan pengendalian dirinya yang begitu hebat, sangat cocok dengan Alaya yang ceroboh. Aku ikut berbahagia untuk kalian.

__ADS_1


Deanda berkata dalam hati dengan sikap bersyukur ternyata pada akhirnya meskipun pada awalnya pernikahan mereka seolah dipaksakan, tapi sekarang mereka menjadi pasangan romantis yang terlihat begitu sepadan, dan tanpa sadar membalas genggaman tangan Alvero pada tangannya yang semenjak tadi terlihat jelas enggan melepaskan genggaman tangan itu.


“Ternyata jenderal besar kita akhirnya bisa menaklukkan hati Alaya. Atau Evan yang sudah benar-benar berhasil ditaklukakkan oleh Alaya?” James langsung menyambung godaan Laurel untuk pasangan pengantin baru itu.


“Mana bisa kita para lelaki menang dengan para wanita yang mampu melakukannya berapa banyakpun dalam sehari, Sedang kita para lelaki ada batasnya. Dalam hal ini aku mengakui kekalahanku.” Lagi-lagi, jawaban Evan membuat yang lain tersenyum geli, sedang Alaya hanya bisa terdiam, memilih tidak mengeluarkan suaranya daripada semakin menjadi bulan-bulanan para seniornya itu.


Meskipun Evan selalu mengucapkan kata-katanya dengan sikap dan suara tenang, tapi bagi Alaya, justru sepertinya Evan sengaja ikut menggodanya.


Apa ini salah satu cara yang menunjukkan pembalasan Evan karena dulunya aku sudah selalu membuatnya dalam kesulitan dan mengerjainya di masa lalu? Cara Evan melakukan pembalasan benar-benar menakjubkan, tidak dapat aku lawan sama sekali.


Alaya berkata dalam hati sambil mengingat bagaimana di amsa lalu, sebelum Evan menjadi suaminyapun, Alaya tidak pernah menang dengan ide-idenya untuk melawan dan mengerjai Evan.


Alaya berkata sambil berjalan mendekat ke arah Evan.


“Kakak-kakak sekalian, seharusnya kalian datang ke tempat ini untuk mengucapkan selamat padaku, karena seperti kata Evan, aku sudah berhasil membuat jenderal besar Gracetian tidak berkutik menghadapiku.” Akhirnya Alaya berkata sambil dengan gerakan manja bergelayut di lengan Evan dan dengan gerakan yang tiba-tiba meraih tengkuk Evan dan mencium bibir Evan di depan semua orang, membuat mata Evan terliaht terbeliak kaget karena tidak menyangka dengan apa yang baru saja dilakukan Alaya padanya dengan berani itu.


Bukan sekedar sebuah ciuman sekilas, tapi ciuman ynag cukup dalam yang menunjukkan Alaya betul-betul mencintai laki-laki yang sedang diciumnya sekarang.


“Wah....”


“Hah?”

__ADS_1


Mereka yang melihat bagaimana Alaya yang tiba-tiba melakukan hal seperti itu pada Evan langsung terlihat melongo, sampai akhirnya James tiba-tiba bertepuk tangan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pertunjukkan di depannya.


"Bravo! Alaya memang hebat!" James sedikit berteriak sambil tetap bertepuk tangan.


“Kali ini… kamu harus benar-benar mengaku kalah padaku….” Alaya berbisik sangat pelan di telinga Evan setelah dia melepaskan bibirnya dari bibir Evan yang terlihat masih diam termangu karena kaget denga napa yang dilakukan oleh istrinya barusan.


“Aduh Alaya, kamu benar-benar menang telak kali ini. Evan, sepertinya yang barusan dilakukan Alaya sungguh membuktikan bahwa sekarang kamu memang berada di bawah kendalinya.” Enzo langsung berkata sambil tertawa lebar.


Alvero sendiri langsung terlihat lansung tersenyum menyeringai begitu melihat apa yang dilakukan Alaya barusan.


Sepertinya, Alaya saat ini sedang menunjukkan kekuatannya sebagai keturunan Adalvino yang tidak mudah menyerah dan dikalahkan di depan semua orang. Menunjukkan sikap posesifnya terhadap orang yang dia cintai. Good job my little sister, proud of you. (kerja bagus adikku, aku bangga padamu).


Alvero berkata dalam hati sambil melipat kedua tangannya di perutnya dengan wajah menatap bangga ke arah Alaya, adik kandungnya itu.


“Memang diantara kalian, para pria yang ada di sini ada yang tidak takluk pada istrinya?” Dengan percaya dirinya Laurel berkata sambil mengelus bagian atas lengan Dave yang langsung menahan nafasnya.


Pertanyaan Laurel, mana berani diantara para pria hebat itu menjawabnya.


Yang bisa dilakukan mereka sekarang justru langsung memandang istrinya masing-masing dengan tatapan penuh cinta, membuat Alaya tertawa geli.


Di satu saat, Laurel memang selalu bisa membuat orang kehabisan kata-kata, tapi di saat lain, dia juga orang yang bisa membela orang lain tanpa bisa membuat lawan bicaranya tidak berkutik.

__ADS_1


__ADS_2