Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
HATI YANG GALAU


__ADS_3

Mereka bertiga tidak bisa menyembunyikan rasa kaget mereka atas ucapan Alvero barusan, yang bagi mereka sebenarnya terdengar terlalu dipaksakan dan sangat tidak masuk akal, menikah dengan orang yang dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya.


"Setelah kalian berdua menikah, kita akan bisa dengan segera mengeluarkan pengumuman resmi tentang pernikahan kalian, dengan menunjukkan bukti surat nikah milik kalian yang sah, lalu memberikan alasan kalau saat ini kalian sedang menjalani bulan madu kalian sehingga tidak bisa muncul di publik. Kita juga akan umumkan bahwa bulan depan, itu hanyalah acara perayaan pernikahan kalian yang sebenarnya sudah dilaksanakan." Seolah tidak melihat wajah-wajah kaget di depannya, Alvero kembali melanjutkan kata-katanya.


"Dengan jawaban itu, aku yakin tidak akan adalagi yang berani mempertanyakan hubungan kalian yang sudah sah sebagai suami istri itu." Alvero mengakhiri kata-katanya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Bagi Alvero sebenarnya ini bukan sebuah keputusan mudah, tapi Alvero merasa, saat ini, itu adalah cara terbaik dan juga alasan kuat untuk membuat para penentang dan bagian oposisi tutup mulut dan tidak lagi membuat heboh dengan memanfaatkan berita tentang rencana pernikahan Evan dan Alaya.


Dan apa yang dipikirkan Alvero saat ini, Alvero bisa memastikan kalau tidak akan ada seorangpun yang menyangka dengan tindakannya itu, sehingga pihak lawan akan semakin sulit mencari cara untuk menjatuhkan Evan, dan merusak hubungan antara keluarga Adalvino dan keluarga Carsten.


Meskipun sebenarnya, Alvero cukup ragu, apakah Evan akan benar-benar mau menikah dengan Alaya yang kondisinya seperti itu.


Bagi Alvero, Jika sampai Alaya terbangun kembali, Evan hanya perlu waktu untuk membuat Alaya mengerti, dan yang pasti Alveropun akan mati-matian membantu Evan.


Akan tetapi jika ada kemungkinan buruk sehingga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Alaya, maka Evan akan menjadi duda meskipun dia belum benar-benar merasakan kehidupan pernikahannya dengan Alaya, sebuah resiko yang tentu saja tidak menguntungkan untuk nama baik Evan.

__ADS_1


Dan yang lebih parah, baik Alvero maupun Evan harus menemukan cara untuk menjelaskan kepada publik tentang apa yang terjadi pada Alaya jika hal buruk itu benar-benar terjadi.


Karena akan menjadi sebuah pertanyaan besar bagi masyarakat Gracetian, kalau sampai setelah berita pernikahan yang dilanjutkan dengan berita bulan madu tiba-tiba muncul berita buruk tentang Alaya.


"Tapi Yang Mulia, bagaimana bisa saya menikah dengan putri Alaya yang tidak...."


"Apa Duke Evan merasa ragu untuk menikah dengan putri Alaya?" Alvero langsung memotong perkataan Evan.


Ragu? Bukannya ragu, bahkan tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati Evan untuk menjadikan Alaya sebagai istrinya, meskipun saat ini kondisi Alaya belum bisa dipastikan kapan akan sadar dan bisa pulih kembali.


Akan tetapi bagi Evan, menikah dengan Alaya sedang kondisi gadis itu sekarang sedang tidak sadar, rasanya itu adalah hal yang boleh dikata tidak sopan sama sekali untuk dilakukan oleh seorang duke sepertinya.


Saat Evan menetapkan Alaya sebagai calon istrinya, dia benar-benar sudah siap untuk menerima apapun kondisi Alaya, dengan semua sifat baik dan buruknya.


Termasuk saat melihat Alaya yang terbaring lemah di tempat tidur, tetap tidak ada sedikitpun keinginan dalam diri Evan untuk membatalkan pernikahan mereka.

__ADS_1


Yang ada, Evan justru ingin selalu berada di sisi Alaya dan menjaganya, melakukan yang terbaik yang dia bisa, berharap Alaya segera sadar, agar pernikahan mereka yang akan diadakan bulan depan, tidak perlu ditunda dengan alasan kesehatan Alaya.


"Bukan karena itu Yang Mulia... akan tetapi, rasanya tidak etis sama sekali jika saya menikah dengan Alaya yang sekarang masih belum sadarkan diri akibat alerginya yang parah.... Lagipula, bagaimana Alaya bisa menyatakan persetujuannya untuk menikah dengan saya dalam kondisi tidak sadar seperti itu?" Evan mencoba memberikan penjelasan kepada Alvero, karena bagi Evan sendiri, mau menikah dengan Alaya hari ini dan waktu ini bukanlah suatu masalah, karena dia sudah benar- benar jatuh cinta pada gadis itu.


“Masalah persetujuan, aku sebagai raja Gracetian yang akan menggantikannya untuk menyatakan persetujuannya. Dan kita bisa menggunakan cap jari tangannya sebagai pengganti dari tanda tangannya. Sebagai Raja yang berhak memutuskan apapun tentang kehidupan masyarakat Grcacetian, termasuk keputusanku untuk segera menikahkan kalian berdua secepatnya.” Perkataan Alvero membuat Evan termenung sejenak, memikirkan berbagai pertimbangan tentang apa yang baru saja dikatakan oleh Alvero.


Semua hal, baik atau buruk yang akan menjadi akibat jika dia menerima usul Avero, Evan mencoba menelaahnya agar dia tidak salah langkah dan membuatnya menyesal di masa depan karena keputusannya hari ini.


Bisa menikah denganmu, adalah sebuah impian indah dan membahagiakan bagiku, tapi…. Haruskah dengan cara ekstrim seperti ini?


Evan berkata dalam hati dengan pikiran yang tiba-tiba teringat dengan keberadaan Christopher ataupun Hector, yang jika saja boleh jujur cukup mengganggunya, karena keinginan kedua putra mahkota itu untuk menjadikan Alaya sebagai istrinya.


Belum lagi pemikiran Evan tentang bagaimana beberapa waktu ini Evan bisa melihat kalau Alaya begitu serius memikirkan banyak cara untuk bisa berpisah darinya.


Kalau kamu tersadar dari kondisimu sekarang? Apa kamu akan terus mencari cara untuk membatalkan penikahan kita yang rencananya akan dilaksanakan bulan depan? Apa kamu akan pergi menghilang dariku untuk mencari kekasih yang begitu kamu rindukan jauh di dalam lubuh hatimu, sehingga tadi kamu bahkan mengigau tentang dia di saat kamu kehilangan kesadaranmu?

__ADS_1


Evan kembali berkata dalam hati, dan kali ini ada sebuah rasa khawatir yang tiba-tiba menelusup di hatinya.


Rasa khawatir dalam hati Evan, kalau-kalau saat tersadar kembali, Alaya akan benar-benar pergi menjauh dan menghilang dari sisinya.


__ADS_2