
Untuk biaya perjalanan putri Alaya, semua tagihkan saja padaku. Dan jangan membuat putri Alaya curiga tentang siapa yang sudah membayar tagihan ataxinya. Bilang saja kalau memang Anda menghormatinya sebagai seorang putri dan ingin memberikan bonus pada beliau hari ini.
Sopir itu langsung teringat pesan yang dituliskan oleh Sam padanya tadi.
Tidak Earl Sam, saya memang berniat memberikan bonus pada putri Alaya. Bisa melayani sebagai sopir putri Alaya saja hari ini sudah merupakan hari keberuntungan saya. Saya tidak ingin menarik biaya apapun untuk itu. Harusnya saya yang memberikan lebih untuk Putri Alaya, sayangnya saya bukan orang yang banyak memiliki materi, sehingga tidak bisa memberi banyak, hanya jasa yang bisa saya berikan.
Sopir itu sempat membalas pesan dari Sam seperti itu, tapi karena dengan tegas Sam langsung mengatakan kalau sampai Evan tahu kalau sopir taxi itu tidak mau dibayar, justru itu akan menjadikan Evan kecewa padanya.
Dan kata-kata lain dari Sam yang berusaha meyakinkan sopir taxi itu, akhirnya membuat sopir taxi itu menyerah dan memberikan nomer rekening pribadinya pada Sam.
Bahkan sopir itu belum sampai ke tempat tujuan yang diminta Alaya, Sam sudah membayar tagihan 10 kali lipat dari yang tertera di argometer taxi, membuat sopir taksi itu tersentak kaget ketika melihat notifikasi pesan masuk yang menyatakan adanya transaksi uang masuk ke rekeningnya yang berisi note pembayaran tagihan taxi ke hotel Tavisha.
(Taksimeter atau argometer (atau hanya argo) adalah alat yang dipasang pada taksi, bajaj, atau bemo yang digunakan untuk menentukan besarnya tarif perjalanan penumpang menurut jarak dan waktu tunggu. Istilah seperti "taksi" adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada mobil yang menggunakan alat ini.
Taksimeter modern ditemukan oleh seorang Jerman bernama Friedrich Wilhelm Gustav Bruhn tahun 1891, dan Daimler Victoria adalah mobil taksi pertama yang diberi taksimeter, dirakit oleh Gottlieb Daimler tahun 1897.
__ADS_1
Taksimeter aslinya mekanik dan dipasang di luar kabin, di atas roda depan sisi pengemudi. Taksimeter kemudian dipasang di dalam kabin taksi, dan sejak 1980-an taksimeter elektronik mulai diperkenalkan.
World Moto mengembangkan taksimeter untuk sepeda motor (ojek) dan becak bermotor, yang disebut oleh Fast Company sebagai "inovasi pertama taksimeter yang nyata selama 100 tahun.
Argo taxi ini menggunakan dua perhitungan, berdasarkan Jarak (Argo Jarak/KM) dan Waktu (Argo Waktu/Menit), tergantung kebijakan perusahaan taksi yang bersangkutan).
“Tidak perlu Putri, saya bisa mengantar Putri dengan selamat sampai tujuan saja sudah membuat saya sangat bangga, Putri tidak perlu repot memikirkan biaya tagihan taksi.” Dengan cepat sopir itu langsung menolak permintaaan dari Alaya untuk memberitahukan tentang nomer rekeningnya.
“Tidak bisa begitu dong Pak. Itu artinya Bapak jadi membuat aku berhutang dong. Aku tidak mau Pak. Masak aku harus berhutang pada seorang sopir taksi? Maaf Pak… bukan bermaksud merendahkan Bapak, tapi aku tidak mau merugikan Bapak. Aku yakin Bapak sebagai sopir taksi juga bekerja untuk mencari uang kan? Bukan menjadi sopir gratisan.” Alaya langsung memprotes perkataan sopir taksi itu.
Aduh… aku harus bilang apa ya? Kalau aku bilang sudah dibayar oleh earl Sam, bisa-bisa aku terkena masalah, karena jelas-jelas tadi earl Sam berpesan putri Alaya tidak boleh tahu kalau dia yang sudah menyelesaikan semuanya untuk putri Alaya.
Harus cepat berpikir untuk mencari alasan yang bagus…. Apa ya? Agar putri Alaya tidak kecewa apalagi marah?
Kata-kata dalam hati kembali diucapkan oleh sopir taksi itu.
__ADS_1
“Eh, sebenarnya Putri… saya tidak hafal dengan nomer rekening saya. Bagaimana kalau Putri memberikan info nomer yang bisa saya hubungi, agar saya bisa memberikan info tentang nomer rekening saya?”
“Wah, ide bagus itu, oke catat ya Pak… aku akan memberikan nomer handphoneku langsung, tapi tolong jangan diberikan pada sembarang orang agar tidak disalahgunakan.” Sopir taksi itu terlihat langsung membeliakkan matanya begitu mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Alaya, karena tidak menyangka kalau Alaya akan memberikan nomer handphone pribadinya, padahal bisa saja Alaya memberikan nomer handphone atau nomer pelayannya atau pengawalnya, atau siapapun yang biasa membantunya mengurus urusan pribadinya.
“Ayo Pak, ambil handphone Bapak untuk mencatat dan menyimpan nomerku. Hanya saja handphoneku sedang tertinggal. Begitu aku sudah mendapatkan handphoneku kembali, secepatnya aku akan segera mentransfer biaya taksi hari ini.” Alaya langsung berkata begitu melihat sopir taksi itu tetap diam dengan mata menatap ke arahnya tanpa berkedip.
“Eh… iya Putri….” Dengan gerakan yang dia usahakan secepat mungkin sehingga hampir saja menjatuhkan handphonenya sendiri, sopir taksi itu segera membuka layar handphone miliknya dan melakukan perintah Alaya untuk menyimpan nomer handphonenya, meskipun dalam hati sopir sudah bertekad untuk tidak memberikan nomer rekeningnya pada Alaya.
# # # # # # #
“Apa Duke Evan mau menyusul putri Alaya ke dalam hotel Tavisha?” Begitu Sam melihat Alaya sudah turun dari taksi dan memasuki hotel Tavisha, dia langsung bertanya kepada Evan.
“Tidak perlu Sam. Biarkan saja, sehari ini dia tanpa diganggu oleh siapapun. Besok atau lusa aku akan mengunjunginya dan melihat keadaannya. Hanya saja segera hubungi pihak hotel, pastikan kalau istriku makan dengan baik, karena bagaimanapun dia baru saja pulih dari sakitnya.” Evan berkata sambil tersenyum lega, karena dari gerakan tubuh Alaya yang terlihat cukup gesit dari kejauhan, tempatnya mengamati, Evan yakin kalau kesehatan Alaya sudah mulai membaik, setelah sempat membuatnya begitu khawatir.
“Untuk sekarang, antarkan saja aku ke gedung perkantoran Adalvino, karena aku harus bertemu dengan yang mulia Alvero untuk memberinya kabar tentang kondisi putri Alaya yang sudah sadar. Pihak istana pasti sedang menunggu berita baik ini.” Setelah sosok Alaya tidak lagi terlihat, Evan memberikan perintah baru pada Sam yang dengan sigap segera mengangguk dan mulai menjalankan mobil yang dikendarainya menuju gedung perkantoran Adalvino seperti permintaan Evan barusan.
__ADS_1
Aku harus memberi waktu pada Alaya untuk menenangkan diri. Dia pasti masih sangat emosi dan pikirannya pasti kacau karena begitu tersadar dia mengalami hal yang membuatnya kesal dan marah seperti itu. Meskipun dia harus menerima kenyataan, tapi aku akan memberinya waktu untuk berpikir jernih. Aku juga tidak mau dia kembali jatuh sakit karena terlalu tertekan dengan hal ini. Aku akan mengunjunginya, tapi tidak hari ini.
Evan berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang, berharap dia bisa selalu melakukan yang terbaik untuk Alaya, dan berharap ke depannya, gadis itu bisa menerima kenyataan bahwa mereka sudah menikah.