
Meski jika dilihat dari usia keluarga Brown yang lebih tua dari keluarga Carsten mereka seharusnya bisa mendapatkan posisi di atas keluarga Carsten, akan tetapi dengan banyaknya jasa dan bantuan yang diberikan oleh keluarga Carsten kepada keluarga Adalvino, sekligus kemampuan strategi perang yang dimiliki oleh keluarga Carsten secara turun temurun, membuat keluarga kerajaan memberikan kuasa tertinggi bidang kemiliteran kepada keluarga Carsten.
Sebuah jabatan yang tergolong elite, karena bertanggungjawab terhadap putra mahkota dan raja langsung, sehingga boleh dibilang orang dengan posisi itu dianggap sebagai orang kepercayaan raja.
Sedangkan untuk keluarga Brown, pihak kerajaan hanya memberikan mereka kekuasaan tertinggi sebagai gubernur di salah satu provinsi yang ada di Gracetian, sedangkan gubernur yang lain dipimpin oleh para bangsawan lain termasuk Earl Robin, yang merupakan ayah dari Countess Melva, calon istri dari pangeran Enzo, saudara sepupu Alvero.
Meskipun provinsi yang diberikan pada keluarga Brown merupakan provinsi terbesar yang ada di negara Gracetian, dimana kota Tavisha ada di dalamnya, tapi hal itu tidak membuat Hugo Brown, sebagai pemimpin tertinggi di keluarga Brown merasa puas, karena dianggap posisi itu sangat jauh dibandingkan dengan posisi yang dimiliki Evan sekarang ini.
Posisi yang diinginkan oleh Hugo Brown, adalah posisi Evan Carsten sekarang, dimana posisi itu merupakan posisi kedua paling tinggi di Gracetian, sebelum putra mahkota dilahirkan.
Bagi Hugo, posisi Evan sekarang adalah posisi yang bisa membuat orang takluk dan dengan posisi itu dia bisa melakukan banyak hal yang menguntungkan dirinya pribadi maupun keluarga Brownnya, jika dia bisa pada posisi Evan sekarang.
Apalagi, sejak pemberitaan dan pengumuman tentang hadirnya Alaya Adalvino, Hugo cukup memiliki ketertarikan pada putri cantik yang kehadirannya sungguh menghebohkan rakyat Gracetian bahkan sampai detik ini, banyak orang masih membicarakan keberadaan Alaya yang seperti sosok Cinderella yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
Kehadiran Alaya yang tiba-tiba, dengan sosoknya yang cantik dan juga mempesona, juga nama keluarga Adalvino yang tersemat di belakang namanya, membuat para pria bangsawan di Gracetian yang belum menikah, menginginkan posisi sebagai suami dari putri cantik itu, termasuk para bangsawan dan para petinggi dari luar kerajaan Gracetian.
Contoh nyatanya adalah Christopher dan juga Hector, yang sedang berusaha keras agar dapat menjadikan Alaya sebagai istrinya, karena selain menikahi Alaya akan menguntungkan kerajaan mereka, pada dasarnya mereka juga tertarik dnegan kecantikan Alaya.
Bagi Hugo, jika dia bisa menikah dengan Alaya, dia akan memiliki jalan pintas untuk bisa segera menyingkirkan Evan Carsten dari posisinya sekarang dengan bantuan Alvero sebagai iparnya kalau dia menikah dengan Alaya.
Selain itu dia juga akan memiliki akses ke istana yang akan menjadi batu loncatan bagi keluarga Brown untuk menjadi keluarga duke dengan posisi paling tinggi diantara keluarga duke yang lain, yaitu keluarga Carsten.
Hal yang sudah begitu lama begitu diinginkan oleh Hugo, bahkan sejak kanak-kanak.
Hugo yang usianya hampir sama dengan Evan, sudah menganggap Evan sebagai saingan beratnya dalam segala hal, karena untuk saat ini, memang hanya ada dua keluarga duke di Gracetian, keluarga Brown dan keluarga Carsten.
"Bagaimana dengan janji temuku dengan putra mahkota Christopher, Elio?" Hugo bertanya kepada Elio, asisten pribadinya, yang merangkap sebagai pengawal pribadinya.
__ADS_1
"Semua sudah diatur dengan baik siang ini. Semoga pembicaraan Anda dan putra mahkota Christopher bisa berjalan dengan baik. Dan hasilnya seperti yang duke Hugo harapkan." Perkataan Elio, pengawal pribadi Hugo membuat Hugo tersenyum miring.
"Putra mahkota yang ceroboh seperti Christopher itu? Dia adalah orang yang mudah untuk dikendalikan. Tenang saja, selama dia berpikir kalau aku akan membantunya mendapatkan putri Alaya, dia pasti akan terus menempel padaku. Karena tanpa bantuanku, dia tidak memiliki akses di Gracetian, meski di negaranya dia adalah seorang putra mahkota." Hugo berkata dengan sikap penuh percaya diri.
"Putra mahkota yang bodoh, tahunya hanya main perempuan. Dia akan menjadi pion yang cocok untuk mengalihkan perhatian duke Evan, agar dia fokus keluar, tidak fokus ke dalam, sehingga tidak menyadari pergerakan kita. Aku akan sedikit demi sedikit menggerogoti kekuasaan dan pengaruhnya di Gracetian agar saat dia sadar, dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk berdiri lagi di Gracetian." Hugo berkata sambil memandang ke arah peta yang terbuka lebar di depannya, dimana di sana terlihat tanda di sana sini, kantong-kantong para pendukung Evan yang akan sedikit demi sedikit dikosongkan oleh Hugo.
Selain itu, beberapa usaha sekuler yang dibangun oleh keluarga Carsten, sedikit demi sedikit Hugo ingin menghancurkannya, karena dia tahu Evan yang begitu menyukai dunia militer, tidak terlalu fokus pada usaha keluarganya di bidang lain.
Evan memang tidak terlalu fokus di sana, meskipun usaha-usaha itu menghasilkan begitu banyak uang, menjadikan kekayaan keluarga Carsten hampir sebanding dengan kekaayaan keluarga Adalvino yang merupakan kelaurga paling kaya nomer satu di Gracetian.
# # # # # # #
"Semuanya sudah siap Putri. Sebentar lagi, silahkan Putri ke ruang tamu istana. Saya akan memeriksa persiapan lainnya. Alea, jaga Putri Alaya dengan baik." Nyonya Rose yang sudah memeriksa hasil pekerjaan MUA yang mendandani Alaya berkata kepada Alea sebelum dia pergi dari kamar Alaya yang wajahnya terlihat tidak ceria sama sekali, seperti seorang gadis yang sedang dipingit dan dipaksa untuk menikah hari ini juga dengan seorang duda tua yang layak jadi kakeknya.
__ADS_1