
Wahh…. Benar-benar sebuah kejutan. Ternyata duke Evan dan Sam memiliki pemikiran dan cara berbicara yang mirip. Benar-benar tidak disangka bagaimana dua orang dengan kepribadian yang begitu mirip bisa dipertemukan dan menjadi pemimpin dan anak buah seperti mereka berdua.
Alaya berkata dalm hati, merasa cukup kaget dnegan kata-kata Sam yang begitu mirip dengan Evan.
“Sam… sudah berapa lama kamu menjadi asisten duke Evan?” Alaya langsung bertanya kepada Sam.
“Hampir 5 tahun ini Putri.”
“Ooo,,, sudah cukup lama. Pantas saja....” Alaya bergumam pelan.
Sepertinya dia begitu mengenal duke Evan dengan baik.
Alaya melanjutkan kata-kata gumamannya dalam hati.
“Sam, bisakah kamu menyampaikan pedanku kepada duke Evan aku minta dompet dan handphoneku dikembalikan.” Akhirnya Alaya merasa lebih baik jika dia langsung meminta bantuan Sam tentang handphone dan dompetnya yang disimpan oleh Evan.
Mendengar permintaan dari Alaya itu sebenarnya Sam ingin tersenyum geli.
Dibandingkan dengan dia yang hanya seorang asisten, sudah seharusya status Alaya sebagai istri Evan, lebih dari bisa jika dia yang meminta kepada Evan tentang hal seperti itu.
Akan tetapi tentu saja Sam tidak berani mengeluarkan komentar apapun tentang hal itu.
__ADS_1
Selain karena posisi Alaya sebagai istri Evan, ketidaktahuan Alaya tentang status barunya itu, membuat Sam tidak berani mengeluarkan kata-kata yang bisa saja menyebabkan masalah untuk dirinya sendiri jika dia salah bicara.
“Jangan khawatir Putri, duke Evan sudah mengatakan kalau dia sendiri yang akan menyerahkannya kembali kepada Putri Alaya semua barang-barang pribadi kilik Putri Alaya….”
“Apa itu juga termasuk semua pakaianku yang tiba-tiba saja berada di kediaman Carsten?” Alaya langsung memutus perkataan dari Sam yang terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan Alaya yang cukup membuatnya kaget itu.
“Untuk masalah itu, nanti akan coba saya sampaikan kepada duke Evan, Putri.” Sam berusaha menjawab pertanyaan Alaya sebijaksana mungkin, agar tidak menimbulkan masalah.
“Hanya saja, saya tidak tahu kapan duke Evan akan menemui Putri, karena untuk sekarang duke Evan masih sibuk di markas besar.” Sam menambahkan perkataan yang membuat kernyitan di dahi Alaya cukup dalam.
“Apa ada masalah dengan keamanan negara saat ini Sam?” Alaya yang tahu tentang kedudukan Evan sebagai jenderal besar yang bertanggungjawab atas kemanan negara langsung bertanya.
Dan lagi-lagi, pertanyaan Alaya tanpa sadar menunjukkan tentang betapa besarnya keperduliaan Alaya terhadap Evan.
“Duke Evan sedang mengorek keterangan dari mata-mata yang sudah menyusup ke istana saat itu, sehingga putra mahkota Christopher bisa mengetahui tentang rencana perjodohan antara duke Evan dan Putri Alaya, dan dengan sengaja putra mahkota Christopher membuat rencana agar duke Evan tidak bisa hadir di istana waktu itu.” Penjelasan dari Sam membuat Alaya terlihat semakin tertarik dengan hal itu.
“Oooo, aku sempat mendengar dari yang mulia Alvero kalau mata-mata itu adalah salah seorang pelayan yang disusupkan ke istana oleh putra mahkota Christopher. Tapi masalah seperti itu, kenapa harus duke Evan sendiri yang turun tangan? Sebagai seorang jenderal besar, harusnya dia tinggal memberikan perintah, dan interogasi bisa dilakukan oleh orang lain yang di bawahnya.” Sam langsung tersenyum mendengar pendapat dari Alaya tersebut.
“Memang benar Putri. Akan tetapi, duke Evan memang sengaja ingin menyelesaikan sendiri masalah ini, karena ini berkaitan dengan masalah pribadi beliau, dan ada sangkut pautnya dengan Putri Alaya. Duke Evan tidak ingin melewatkan hal sekecil apapun agar ke depannya ada masalah yang timbul dan membahayakan keamanan Putri Alaya.” Jawaban Sam membuat Alaya tertegun sesaat.
Apa benar dia begitu perduli padaku? Tapi kenapa… dengan mudahnya dia melupakanku? Melupakan semua janji dan sumpahnya padaku? Padahal untuk seorang duke, yang harus bisa memegang kata-katanya, tidak seharusnya dia bersikap memalukan seperti itu. Bahkan sampai detik ini, aku yakin dia tidak ingat apapun tentang aku. Aku bisa merasakannya dari setiap pembicaraan kami, bahwa dia benar-benar menganggapku sebagai orang yang berbeda dengan aku beberapa tahun yang lalu. Apa itu artinya, dia orang yang mudah jatuh cinta pada gadis lain?
__ADS_1
Alaya mulai bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya orang seperti apakah Evan itu.
“Duke Evan ingin mengupas tuntas tentang kasus mata-mata itu, dan mengetahui apa motif sebenarnya dari orang-orang di belakang mata-mata itu, yang tentunya, bukan hanya putra mahkota Christopher, yang dalam kasus ini adalah orang luar Gracetian, dan pastinya tidak memiliki akses secara langsung untuk dapat menyusupkan mata-mata ke dalam istana.” Sam menghentikan kata-katanya begitu mobil yang dikendarainya mulai memasuki area hotel Tavisha, seperti permintaan dari Alaya yang minta diantar ke hotel Tavisha.
“Seperti biasanya, duke Evan selalu bisa berpikir panjang dan bertindak dengan cermat.” Kata-kata Alaya yang diucapkan dengan nada cukup pelan itu, membuat Sam hampir saja menoleh langsung ke arah Alaya dan menatap wajah putri cantik itu dengan rasa penasaran dan juga kaget.
“Putri… kenapa dari kata-kata Putri, seolah-olah Putri Alaya sudah begitu mengenal dan hafal dengan karakter duke Evan?” Tanpa bisa mengendalikan rasa penasarannya, Sam bertanya kepada Alaya yang baru sadar bahwa kata-kata yang sebelumnya dia ucapkan memang menunjukkan bahwa Alaya sudah cukup mengenal sifat Evan.
“Eh, bukannya duke Evan memang orang seperti itu?” Alaya bertanya balik pada Sam tanpa menjawab pertanyaan dari Sam untuknya.
“Ah… sudah sampai di hotel Tavisha ternyata. Terimakasih untuk bantuannya Sam. Aku harus segera masuk ke hotel.” Alaya langsung mengalihkan perhatian Sam dengan segera berpamitan dan keluar dari mobil tanpa menunggu Sam membantunya untuk membuka pintu mobil.
Huft… untung saja aku bisa segera melarikan diri. Hih! Si Sam ini, sikapnya mirip sekali dengan duke Evan, termasuk kemampuannya untuk menganalisa dan memojokkan orang dengan berbagai pertanyaannya yang kritis.
Alaya berkata dalam hati sambil menarik nafas lega dan langsung bergegas masuk ke kamar hotelnya, merasa sedikit menyesal kenapa dia tadi nekat untuk pergi ke mall Tavisha sendirian, sehingga mengalami hari yang baginya buruk seperti hari ini.
# # # # # # #
“Benar seperti info yang sudah berhasil dikumpulkan oleh Erich dan Sam, mata-mata itu, diselundupkan oleh duke Hugo, karena seorang putra mahkota Christopher yang bukan orang Gracetian, tidak mungkin dia dengan mudah memiliki akses untuk menyusupkan seorang mata-mata ke dalam istana Gracetian.” Evan menanggapi perkataan Alvero dengan senyum tipisnya.
Setelah kemarin berhasil mendapatkan info detail dari penyusup yang menjadi mata-mata di istana yang sempat melarikan diri dan bersembunyi, namun akhirnya berhasil ditangkap oleh Sam, Evan langsung menemui Alvero untuk membahas masalah itu.
__ADS_1
Dari pelayan yang merupakan mata-mata itu, Evan berhasil mendapatkan info tentang siapa orang yang biasa membantu Hugo untuk menyelundupkan orang-orangnya untuk menjadi mata-mata ke berbagai tempat, sesuai dengan yang diinginkan oleh Hugo.
Orang yang biasa membantu Hugo itu, selama ini memang dikenal sebagai orang yang serba bisa dalam menyiapkan para pekerja untuk bagian apapun, untuk kepentingan perusahaan, rumah tangga atau siapapun yang membutuhkan pekerja dengan spesifikasi yang mereka minta.