
Meskipun sikap duke Hugo sangat mencurigakan, tapi tidak ada salahnya jika aku menjalin kerjasama dengannya. Tidak ada salahnya aku memiliki sekutu yang sama-sama tidak menyukai keberadaan duke Evan, dan merasa duke Evan sebagai saingan beratnya. Dia ingin menjadikanku bonekanya? Justru aku yang akan memanfaatkannya terlebih dahulu.
Christopher langsung menebak-nebak apa yang sedang direncanakan oleh Hugo dalam hati.
Kita lihat saja nanti, apa dugaanku tepat seperti itu. Duke Hugo… jangan menganggapku sebagai orang bodoh yang bisa kamu permainkan dan kendalikan sesuka hatimu. Di Gracetian, bukan hanya kamu yang bisa memberiku bantuan, apalagi sepertinya duke Evan bukanlah orang yang mudah untuk dihadapi. Aku tidak yakin kamu memiliki kemampuan lebih darinya. Kalau tidak, mana mungkin sampai sekarang keluarga Brown selalu berada di bawah keluarga Carsten. Sepertinya aku harus melakukan penyelidikan terhadap hal itu secepatnya.
Christopher kemabli berkata dalam hati sambil menatap ke arah Hugo yang belum bisa membuat wajahnya terlihat tenang kembali.
“Kalau Duke Hugo ingin menjalankan rencana yang duke Hugo katakan tadi, sebaiknya Duke Hugo melakukannya dengan cepat sebelum terlambat.” Perkataan Christopher membuat Hugo kembali fokus, menatap ke arahnya.
Semoga putra mahkota Christopher tidak menyadari kalau aku sengaja memnafaatkannya untuk membuat perhatian duke Evan teralihkan dari rencanaku yang sebenarnya. Duke Evan pasti akan sibuk menangani tindakan putra mahkota Chrsitopher yang seringkali membuat masalah.
Hugo berkata dalam hati dengan sikap yang sudah kembali tenang, setelah tadi dia cukup kesal dnegan kenyataan bahwa dia lagi-lagi kalah langkah dari Evan.
“Aku akan segera mencari cara untuk menjalakankan rencanaku itu Putra Mahkota Christopher. Aku harap semuanya bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita. Jangan lupa untuk mulai memperbarui ijin perdagangan yang sudah kita sepakati.” Kata-kata Hugo langsung membuat Christopher tertawa kecil.
“Tentu saja, rencana surat perjanjian terbaru, sudah kami siapkan dengan baik. Sebelum aku kembali ke Rodfeel, kita berdua bisa menandatangani kontrak kerjasama kita. Setelah itu, fuke Hugo bisa menikmati keuntungan besar dari kontrak kerjasama kita ini.” Christopher memberikan jawaban kepada Hugo dengan cepat, menimbulkan guratan senang dan puas di wajah Hugo.
# # # # # # # #
__ADS_1
“Sebelumnya,memang tidak pernah ada pemberitaan tentang hubungan duke Evan dan putri Alaya, jadi saya kira, waktu yang tepat untuk meresmikan hubungan mereka dengan ikatan pertunangan, bisa dilakukan tiga sampai 6 bulan ke depan, agar mereka berdua saling mengenal dan cukup waktu untuk memikirkan tentang rencana ke depan, apakah hubungan mereka akan tetap dilanjutkan ataukah tidak. Masalah pernikahan, bisa kita pikirkan setelah pertunangan terjadi.” Salah satu perwakilan dari keluarga Adalvino, mengungkapkan pendapatnya terhadap rencana waktu pertunangan mereka.
Setuju! Benar! Aku setuju sekali! 3 bulan atau 6 bulan, kalau perlu setahun kemudian. Semakin lama semakin baik, karena aku pasti bisa membuat duke Evan mundur jika aku punya waktu sebanyak itu.
Alaya menanggapi pendapat orang itu dengan begitu bersemangat, karena sebelumnya, keluarga Carsten justru meminta pertunangan itu semakin cpeat semakin baik.
Bagi keluarga Adalvino, maklum saja jika pihak keluarga Carsten meminta waktu yang singkat, karena untuk saat ini, hubungan antara Evan dan Alaya memang akan saling menguntungkan kedua belah pihak di masa depan.
Akan tetapi dalam waktu dekat, yang paling diuntungkan adalah keluarga Carsten, karena bisa menjadi anggota keluarga istana Gracetian.
“Maaf menyela, kalau dari pihak keluarga Carsten ingin pertunangan dilakukan maksimal dua bulan lagi, karena mengingat bagaimana banyak laki-laki bangsawan lain yang sepertinya berusaha mendekati putri Alaya. Dengan pertunangan mereka berdua, saya yakin, mereka akan cukup tahu diri untuk menyerah dan tidak melanjutkan keinginan mereka.” Pihak dari keluarga Carsten ikut menyampaikan pendapat mereka.
“Saya setuju dengan itu Yang Mulia, karena seperti Yang Mulia Alvero ketahui, bukan hanya para bangsawan dari dalam kerajaan Gracetian, tapi pihak kerajaan tetangga juga memiliki ketertarikan terhadap keberadaan putri Alaya.” Salah satu perwakilan yang lain dari keluarga Adalvino ikut menyambung pendapat dari perwakilan keluarga Carsten, dan orang itu adalah ayah dari pangeran Enzo.
Enzo yang mengetahui keinginan Alaya untuk menolak Evan sebagai calon suami yang ditetapkan untuknya, langsung berkata dalam hati sambil melirik ke arah sepupunya yang cantik, yang wajahnya tampak sedikit kaget, begitu mendengar pendapat dari papanya Enzo tentang rencana pertunangannya dengan Evan.
Alaya tahu, pasti kedua belah pihak akan menyetujui rencana pertunangan dan pernikahannya dengan Evan, karena itu akan menguntungkan kedua belah pihak, tapi pernyatan papa Enzo yang mendukung itu dilakukan secepatnya, bagaimanapun sempat membuat Alaya merasa kesal.
“Contoh nyata yang sudah terjadi. Putra mahkota kerajaan Rodfeel yang mengirimkan surat terbuka kepada yang mulia Alvero, untuk melamar putri Alaya. Di pemberitaan online, putra mahkota Hector juga secara terang-terangan menunjukkan rasa ketertarikannya kepada Alaya.” Papa Enzo kembali mengucapkan kata-katanya.
__ADS_1
“Apalagi, besok adalah kedatangan putra mahkota Hector ke Gracetian dengan alasan untuk menikmati liburannya. Meskipun putra mahkota Hector belum menyampaikan keinginannya tentang putri Alaya, tapi saya yakin, kedatangannya ada kaitan erat dengan hal itu. Lebih baik waktu pertunangan dipercepat, termasuk pengumaman tentang pertunangan itu sendiri kepada publik.” Tambahan kata-kata dari papa Enzo membuat wajah Alaya semakin mendung.
“Bagaimana dengan yang lain? Apa ada pendapat dari kalian?” Alvero memberikan kesempatan pada yang lain untuk menyampaikan pendapatnya.
“Sepertinya itu ide yang baik.”
“Ada baiknya kita jangan terlalu terburu-buru. Kasihan mereka berdua jika dipaksa. Biarkan hubungan mereka berjalan secara alami.”
“Benar, supaya kerajaan tetangga seperti Rodfeel dan Crownhill juga tidak mendapat kesempatan untuk mendekati putri Alaya.”
“Tapi mereka berdua belum lama bertemu, dan putri Alaya juga masih perlu banyak belajar tentang kehidupan para bangsawan di Gracetian.”
“Menjadi seorang duchess Carsten bukanlah hal yang mudah. Harus banyak belajar.”
“Aku setuju, tapi kita sedang diburu waktu.”
“Jangan terlalu memaksa, putri Ala
“Pertunangan mereka berdua akan menjadi cara terbaik untuk menolak keinginan para putra mahkota asing itu, menunjukkan kalau putri Alaya sudah ada yang punya.”
__ADS_1
“Putri Alaya bisa sambil belajar.”
Semua pendapat yang secara bergantian saling bersahutan, meskipun tetap tertib membuat kepala Alaya semakin pening dan merasa ingin pertemuan ini segera berakhir, dan jika bisa, tanpa membawa hasil.