
Ramon… jika benar kematianmu disebabkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang memang sengaja menciptakan kecelakaan itu. Aku sungguh tidak akan membiarkan nyawamu hilang dengan sia-sia. Mereka harus mendapatkan hukuman atas perbuatan kejinya padamu.
Evan berkata dalam hati sambil sedikit menahan nafasnya, dan memejamkan matanya, mengingat sosok Ramon yang semasa hidupnya sudah mengabdikan diri dengan baik selama menjadi asisten pribadinya.
Masih segar di ingatan Evan tentang sosok Ramon yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.
Dengan sikap sopan dan wajah ramahnya, Ramon selalu melayani Evan dengan baik, bahkan Evan cukup mengenal keluarga Ramon, termasuk ibu dari Ramon yang selalu menyambut Evan dengan begitu hangat, setiap kali Evan mampir ke rumah Ramon, tanpa lupa memberikan pie apel untuk Evan, kue kesukaan Evan, yang menurut Evan, buatan dari mama Ramon adalah yang terbaik.
Aku benar-benar akan membuat mereka membayar apa yang sudah mereka lakukan padamu Ramon. Aku pastikan, mereka akan membayarnya dengan lunas beserta bunganya.
Evan kembali berkata dalam hati sambil mengepalkan tangannya dan mengingat bagaimana tangisan pilu dari mama ramon begitu mendengar berita kematian putra sulungnya itu.
“Siapkan dengan baik semua bukti yang ada, perlengkapi kembali hingga mereka tidak bisa lagi menghindari hukuman yang harus mereka terima.” Evan berkata kepada Sam setelah menarik nafas dalam-dalam dan cukup lama, untuk dia bisa meredakan emosi dalam dirinya karena info yang sudah dia dengar dari Sam, baik tentang Kattie maupun Hugo.
# # # # # # #
“Silahkan…. Silahkan duduk…” Sam langsung melangkah masuk dan mengambil posisi duduk begitu mendengar suara ramah dari dokter Jordan dari arah kursi tempatnya duduk di balik meja kerjanya.
__ADS_1
“Mmm…. Tuan Sam… ada keluhan apa?” Dokter Jordan bertanya sambil membaca lembaran kertas dari asistennya yang seorang perawat tentang data diri pribadi milik Sam.
“Banyak keluhan Dokter. Terutama tentang masalah pikiran saya yang sudah melupakan orang yang saya cintai tanpa saya tahu apa penyebabnya.” Sam berkata sambil memandang lurus ke arah dokter Jordan yang terlihat masih dalam senyum ramahnya.
“Ooo, begitukah? Apa Tuan Sam pernah mengalami kecelakaan atau sesuatu yagn menyebabkan benturan di kepala Tuan Sam?” Sam langsung menggeleng begitu mendengar pertanyaan dari dokter Jordan.
“Masalahnya, saya bisa mengingat semuanya dengan begitu baik, kecuali tentang satu orang yang sangat penting. Dan saya tidak tahu awal mula ceritanya hingga tiba-tiba ingatan tentang dia tiba-tiba menghilang. Sama sekali saya tidak bisa mengingatnya.” Mendengar kata-kata Sam, tiba-tiba dokter Jordan mengernyitkan dahinya.
“Kalau memang Anda tidak bisa mengingatnya sama sekali, kenapa sekarang Anda bisa bilang kalau Anda melupakan dia?” Sam langsung tersenyum smirk begitu mendengar pertanyaan dokter Jordan yang menunjukkan rasa curiganya pada Sam, karena apa yang baru saja dijelaskan oleh Sam terdengar aneh.
“Karena sebenarnya, yang mengalami hal buruk itu bukan saya Dok, tapi orang lain. Dan dokter Jordan pasti tahu kenapa beliau bisa mengalami hal seperti itu.” Sam berkata dengan sikap tenang, tapi tatapan matanya jelas-jelas mengintimidasi dokter Jordan yang mulai terlihat gelisah.
Bukannya tanpa alasan dokter Jordan terlihat gelisah, karena beberapa waktu lalu begitu Kattie menghubunginya dan ingin dia kembali melakukan hipnoterapi kepada Evan, itu sudah membuatnya khawatir.
Sebagai orang Gracetian, Jordan juga pastinya mengetahui berita besar tentang rencana perjodohan antara Evan dan Alaya, sebelum Kattie datang menemuinya.
Mendengar rencana Kattie yang masih saja mengharapkan agar Evan dan Alaya terpisah, padahal rencana perjodohan mereka sudah disampaikan oleh pihak istana, membuat dokter Jordan justru merasa ketakutan, karena khawatir tindakannya melakukan hipnoterapi kepada Evan beberapa tahun yang lalu atas permintaan Kattie sebagai saudara sepupunya.
__ADS_1
Begitu Kattie datang dan meminta hal yang sama, dokter Jordan sudah menolaknya mentah-mentah, karena baginya, tidak ada alasan untuk membuat Evan dan Alaya yang perjodohannya sudah diumumkan.
Jika dulu tanpa beban dokter Jordan melakukan permintaan Kattie, itu semata-mata karena saat itu, dipikirnya, Alaya hanyalah gadis biasa dari negara asing.
Setelah mengetahui bahwa Alaya ternyata adalah seorang putri Gracetian dengan nama belakang Adalvino di belakangnya, tentu saja dokter Jordan tidak berani untuk memenuhi permintaan Kattie, hanya saja waktu itu Kattie mengancamnya.
Dan kedudukan Kattie sebagai seorang duchess membuat dokter Jordan mengiyakan permintaannya dengan asal-asalan sambil berharap Evan yang memang ingatannya sudah pulih dengan sempurna kecuali masalah Alaya, menolak keinginan Kattie.
Begitu Kattie menyampaikan kekesalannya saat memberitahunya bahwa Evan menolak untuk bertemu dengannya, sebenarnya doter Jordan justru ingin bersorak-sorak gembira.
Dengan penolakan Evan terhadap rencana Kattie, dokter Jordan merasa bisa bernafas lega, berharap hingga akhir, Evan maupun Alaya tidak akan pernah tahu tentang apa yang pernah dilakukannya terhadap Evan, sampai akhirnya berita pernikahan mereka yang menghebohkan dan menjadi pembicaraan banyak orang, membuat dokter Jordan semakin merasa lega, karena menganggap semuanya sudah berakhir, Kattie tidak mungkin berani mengusik kehidupan Evan kembali.
Akan tetapi kehadiran laki-laki yang sedang duduk dengan sikap serius dan tatapan mata tajamnya itu membuat dokter Jordan langsung merasa terpojok dan firasat buruk langsung memnuhi pikirannya.
Siapa sebenarnya laki-laki ini? Kenapa aku merasa apa yang sedang diceritakannya tadi seperti kasus yang dimiliki oleh duke Evan?
Dokter Jordan berkata dalam hati tanpa berani menatap langsung ke arah mata Sam yang sikapnya terlihat mendominasi dan menunjukkan tatapan mata tidak bersahabat, seperti seorang polisi yang sedang melakukan interogasi kepada penjahat yang sedang ditangkapnya.
__ADS_1